Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 327. Hukuman untuk Pecundang


__ADS_3

Li Yuchen dan Ye Zhin yang menyadari bahwa nyawa Shanyuan sedang dalam bahaya pun bergegas keluar Bangunan dan mencari keberadaan Shanyuan.


Ye Zhin yang mendengar adanya suara orang yang sedang bertarung pun memberitau Li Yuchen sehingga keduanya pun dengan cepat menuju ke sumber suara.


"Bos! Saya mendengar suara pertarungan disana!" teriak Ye Zhin dengan suara yang sangat keras sambil menunjuk ke arah selatan.


Li Yuchen dan Ye Zhin yang melihat Shanyuan yang sedang dikepung oleh Liao Fengyu dan He Qingyu pun dengan cepat maju ke depan dan memukul keduanya dari belakang.


"Dasar manusia tidak tau malu dari Daratan Yunzan! Beraninya kalian melakukan hal yang rendah seperti ini!" teriak Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah saat melihat wajah Shanyuan yang habis dipukuli.


Li Yuchen yang tidak terima ada orang lain yang berani menyakiti orangnya pun menjadi sangat marah sehingga membuat keputusan untuk menyiksa orang tersebut tanpa ampun.


"Kau tetap disini dan lindungi dia selama pemulihan. Kedua sampah ini serahkan padaku. Biarkan aku yang mengurus mereka berdua!" ucap Li Yuchen yang menatap kedua orang dari Daratan Yunzan dengan mata yang menahan dendam sambil melemparkan sebotol Pil Penyembuh tingkat Empat.


Ye Zhin yang tidak ingin menghalangi Li Yuchen memberikan pembalasan kepada kedua musuhnya pun menggukkan kepalanya dengan cepat sebagain tanda persetujuan.


"Shanyuan, siapa yang telah menghajarmu sampai seperti ini?" tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan ekspresi wajah yang penahan amarah.


"Pria itu! Pria dari Daratan Yunzan itu yang melakukannya!" ucap Shanyuan dengan suara lantang sambil mengarahkan telunjuknya ke arah He Qingyu dengan berani.


Li Yuchen yang mendengar jawaban dari Shanyuan pun diam-diam mengeluarkan jarum perak dari dalam lengan bajunya dan dengan kecepatan tinggi Li Yuchen pun maju ke arah He Qingyu.


"Pengecut yang hanya berani melawan yang lemah sepertimu tidak pantas menjadi Kultivatior. Aku akan membuatmu menjadi pria yang cacat dan lumpuh saat kau kembali ke Daratan Yunzan!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan mata yang tajam.


Li Yuchen melemparkan jarum perak ke leher He Qingyu secara diam-diam dengan akurat pun memukul punggungnya dengan sangat kuat hingga membuat Qingyu bersujud di hadapan Ye Zhin dan Shanyuan.


"Kedua anggotanya yang lain pasti akan segera keluar dan menyusul nanti. Akan sangat merepotkan jika melawan keduanya sekarang!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang sedikit khawatir.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak ingin berhenti hingga disana saja pun secara diam-diam menempelkan beberapa jarum perak lagi ke tubuh Qingyu lalu memukul beberapa titik meridian di dalm tubuhnya dengan tepat.


"Aku mungkin saja bisa menang melawan keduanya tapi Energi dan Kekuatanku pasti akan sangat cepat habis. Aku pun akan sedikit kesulitan saat Nanggong Ruan mencoba mengambil keuntungan dengan menyerangku dan Ye Zhin!" ucap Li Yuchen dalam hati yang memfokuskan matanya pada He Qingyu.


Setelah dirinya hampir selesai dengan pukulan terakhir, Li Yuchen pun memukul perut He Qingyu dengan sangat keras hingga He Qingyu memuntahkan darah segar sangat banyak.


"Kau tidak akan merasakan efeknya sekarang tapi dalam waktu dua hari kau akan terkejut dengan yang terjadi pada dirimu!" ucap Li Yuchen dengan senyuman misterius.


Li Yuchen yang tidak ingin melepaskan Liao Fengyu tanpa mendapatkan akibat dari perbuatan dan niat buruknya kepada orang lain pun mengeluarkan jarum perak untuk memberikannya pelajaran berharga.


"Kau sangat iri dengan wajah orang lain pun harusnya tidak keberatan jika wajahmu rusak, bukan?" tanya Li Yuchen pada Liao Fengyu dalam hati sambil menusukkan jarum perak ke tangan kiri Liao Fengyu dan menampar pipinya kiri dan kanan.


Tepat seperti dugaan Li Yuchen, Liao Hunyuan dan Bai Hongyu datang mencari keduanya dan memasang posisi bertahan untuk membalas.


Li Yuchen yang tidak takut sama sekali ternyata sudah sangat siap tapi Nanggong Ruan yang datang terakhir dengan ekspresi wajah yang marah pun menyerang Liao Fengyu tanpa pikir panjang.


Liao Hunyuan yang tak bisa melihat Liao Fengyu dalam masalah pun maju menghadang serangan tersebut secara langsung menyebabkan Nanggong Ruan mundur beberapa langkah ke belakang.


Ye Zhin dan Shanyuan yang melihat Nanggong Ruan ingin membalas perbuatan orang-orang dari Dartaan Yunzan pun bergerak cepat menuju ke arah Li Yuchen.


"Bos, sepertinya keadaan semakin kacau!" ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang melihat ke arah Nanggong Ruan yang seperti sedang menahan sakit.


"Itu bukan urusan kita. Kita tidak perlu terlibat dalam masalah orang lain karena tidak akan ada akhir yang baik nantinya!" ucap Li Yuchen yang membuang wajahnya ke arah lain dan menatap Shanyuan lurus.


"Apakah kau sudah lebih baik sekarang? Bagaimana dengan lukamu?" tanya Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang penasaran.


"Lukaku sudah sembuh sepenuhnya, Tuan Muda. Ini semua karena Pil yang diberikan Tuan Muda kepadaku!" ucap Shanyuan dengan senyum yang lebar.

__ADS_1


"Maafkan aku, Tuan Muda. Ini semua terjadi karena aku terlalu lemah!" ucap Li Yuchen denvan ekspresi wajah yang sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


"Jika kau merasa bersalah maka kau harus berusaha menjadi lebih kuat dengan segera karena aku tidak mau mendengar kata maaf untuk hal ini!" ucap Li Yucheh dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Jangan khawatir, Tuan Muda. Saya tidak akan mengecewakan anda lagi!" ucap Shanyuan dengan nada suara yang tegas dengan tekad yang kuat terlihat jelas di matanya.


Di saat, Nanggong Ruan yang tidak bisa menahan amarahnya dan mencoba untuk menyerang Liao Fengyu lagi. Chen Zishan muncul dan menghentikan Nanggong Ruan.


“Kak Ruan! Hentikan!” teriak Chen Zishan dengan nafas yang tidak teratur dengan ekspresi wajah yang sangat lelah dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke dahi dan pipinya.


Nanggong Ruan yang melihat Chen Zishan datang menemuinya dalam kondisi tubuhnya yang lemah pun menjadi sangat khawatir.


“Shan’er! Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah bilang untuk istirahat dan tidak pergi kemanapun?” tanya Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan pun langsung berlari ke arah Chen Zishan dan merangkulnya yang telah sangat lelah.


“Aku baik-baik saja. Aku harus datang jika tidak aku pasti akan kehilangan dirimu juga! Ini bukan waktu yang tepat untuk membalas mereka!” ucap Chen Zishan di balik telinga Nanggong Ruan dengan nada suara yang lemah.


Nanggong Ruan yang mendengar perkataan Chen Zishan pun mengangkat kepalanya dan berdiri sambil menggendong Chen Zishan di dadanya dengan sangat lembut lalu berjalan ke arah Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, maafkan atas ketidaksopananku yang tidak mengatakan ini lebih awal! Terima kasih. Terima kasih karena telah menyelamatkan Shan’er!” ucap Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang sangat bersyukur dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Tuan Muda Nanggong tidak perlu sungkan. Kita berasal dari Daratan yang sama. Meskipun kita sedang berkompetisi dalam mendapatkan Harta Karun di dalam Reruntuhan ini tapi kita tetaplah berasal dari rumpun yang sama!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dengan kata-kata yang bijak.


“Saya tidak bisa hanya menerima kebaikan ini jika di masa depan Tuan Muda Li membutuhkan bantuanku maka katakan saja!” ucap Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang percaya diri.


“Baiklah. Aku mengerti!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menganggukkan kepala.


#Bersambung#

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan perjalanan Li Yuchen di Reruntuhan Kuno? Tunggu di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2