
Tetua Han yang tidak ingin Li Yuchen pergi dan kehilangan orang yang sangat hebat yang dapat membantu mengembangkan dan memperkuat Paviliun Huanfu pun memberikan penawaran yang sangat menarik yang membuat Li Yuchen berfikir ulang untuk menolaknya.
"Tuan Muda Yu tidak akan merasa terbebani jika Tuan Muda Yu mau bergabung. Paviliun Huanfu tidak akan meminta anda untuk melalukan pekerjaan administrasi karena telah ada orang lain yang akan mengerjakan tugas itu. Tuan Muda Yu hanya perlu datang di saat dibutuhkan seperti Penilaian Orang yang ingin menjadi Master Alkemia atau menilai Pil yang sulit untuk ditangani Master Alkemia yang ada." ucap Tetua Han dengan penuh percaya diri dengan senyum yang lembut menjelaskan perkerjaan yang harus dilakukan Li Yuchen jika bergabung.
"Bukankah itu berarti aku memiliki pekerjaan dengan tanggung jawab yang sangat berat?" tanya Li Yuchen dengan mata yang meminyipit dengan nada suara yang menyindir Tetua Han.
"Tuan Muda Yu tidak perlu khawatir karena Paviliun Huanfu memiliki banyak orang yang kompeten maka kami tidak akan sering merepotkan anda. Kami hanya ingin anda ikut berpartisipasi dalam momen-momen tertentu saja dan tidak di setiap momen." ucap Tetua Han berdalih dengan senyum yang kaku sambil meminum teh yang ada di atas mejanya.
"Bergabung menjadi Anggota Paviliun Huanfu terutama menjadi Tetua Kehormatan, Tuan Muda Yu akan mendapatkan banyak keuntungan seperti Tuan Muda Yu dapat mengambil keputusan langsung di saat anda merasa tidak setuju akan sesuatu dan tidak akan ada seorangpun yang bisa menolak keputusan itu kecuali Pemimpin Tertinggi dan suara Para Tetua." ucap Tetua Han dengan senyum yang lembut.
"Menara Huanfu Kota Jinlin tidak memiliki Pemimpin Tertinggi dan Tetuanya hanya saya seorang yang berarti Perintah Tuan Muda Yu adalah mutlak jika anda bersedia untuk bergabung." ucap Tetua Han memberikan hak tertinggi kepada Li Yuchen untuk mengendalikan Paviliun Huanfu.
"Hmmm, mengendalikan Paviliun Huanfu Kota Jinlin secara penuh bukanlah penawaran yang mudah untuk ditolak?" gumam Li Yuchen dengan suara yang sangat rendah dengan ekspresi wajah yang serius.
"Tuan Muda Yu dapat mendapatkan keuntungan diskon saat membeli Pil atau Tanaman Obat yang ada di Paviliun Huanfu sebesar 30 persen dan bebas biaya administrasi jika ingin menjual Pil atau Tanaman Obat dibandingkan anggota yang lain sebesar 15 persen." ucap Tetua Han dengan penuh percaya diri dengan sorot mata yang berbinar cerah.
"Tidak hanya itu, seiring dengan tanggung jawab yang banyak maka Paviliun Huanfu bersedia memberikan Tuan Muda Li keuntungan pendapatan bulanan dan tahunan sebesar 10 persen." ucap Tetua Han dengan sombong dan senyum yang penuh dengan kemenangan.
Li Yuchen yang mendengar semua penawaran yang diberikan untuknya jika bersedia bergabung membuat Li Yuchen merasa jika semua ini telah benar-benar disiapkan secara matang.
"Sepertinya anda benar-benar ingin saya bergabung sehingga menyiapkan penawaran yang sangat tinggi." ucap Li Yuchen dengan senyum sinis dan tatapan ujung mata yang tajam.
"Sepertinya aku juga tidak punya pilihan atau keluhan lain untuk tidak bergabung dengan semua yang telah ditawarkan oleh Paviliun Huanfu." ucap Li Yuchen lagi sambil meminum tehnya setelah mengambil nafas yang sangat panjang.
Tetua Han yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat senang dan semakin bersemangat karena tujuannya telah terwujud pun bergegas meminta Ye Rui untuk mengambil semua yang telah disiapkan khusus untuknya.
"Segera ambil Jubah Alkemia bintang Tiga, Lencana Emas Paviliun Huanfu dan Kartu VVIP warna hitam untuk Tuan Muda, tidak! Untuk Tetua Yu!" ucap Tetua Han dengan nada setengah berteriak dengan wajah yang cerah setelah beberapa hari gelap dan kusut.
"Ba-baik." jawab Ye Rui yang terkejut dengan panggilan yang diberikan Tetua Han kepada Li Yuchen tapi langsung bergerak melaksanakan perintah Tetua Han.
__ADS_1
"Jadi Tuan Muda Yu telah setuju untuk menjadi bagian dari Paviliun Huanfu dan menduduki posisi sebagai Tetua Kehormatan yang statusnya lebih tinggi dariku. Hah!" ucap Ye Rui dengan ******* yang panjang sambil terus berjalan menuju ke ruangan Li Yuchen dan Tetua Han berada.
Sementara itu, Ye Zhin yang mendapatkan tugas lain dari Li Yuchen telah berada di Toko Pakaian Meili dan langsung mendapatkan sambutan yang sangat baik dari semuanya karena berita tentang Ye Zhin sebagai Master Formasi telah tersebar luas.
"Selamat datang di Toko Pakaian Meili. Apakah ada yang bisa saya bantu Master Ye?" tanya seorang Pelayan muda dengan patuh dan senyum yang manis dengan wajah yang memerah karena malu.
"Katakan pada Tuan Yan untuk segera kemari." ucap Ye Zhin dengan penuh percaya diri dengan sikap yang sombong.
"Baiklah. Kalau begitu silahkan Master Ye untuk mengikuti saya di ruang tunggu." ucap Pelayan Muda itu dengan patuh karena tidak ingin membuat Ye Zhin marah ataupun kesal.
Ye Zhin yang ditinggal di sebuah ruangan dengan pemandangan jalanan yang ramai dengan segelas teh yang telah tersaji hangat di atas meja.
"Sepertinya tua bangka telah menyebarkan berita jika aku menjadi Master Formasi ke seluruh Kota untuk meningkatkan reputasinya dan memberi peringatan kepada musuhnya untuk tidak melakukan sesuatu yang salah." ucap Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah yang malas dan cuek di saat bersamaan.
"Tapi hal ini tidak buruk juga maka aku bisa menghemat waktu untuk urusan-urusan yang penting." ucap Ye Zhin lagi sambil menarik nafas lalu meminum teh yang ada di atas meja dengan perlahan.
"Se-selamat datang Tetua Yu..." ucap Tuan Yan yang tiba-tiba tapi tidak bisa dilanjutkan karena melihat sosok yang berbeda yang ditemuinya dan langsung memasang wajah lega.
"Bos, tidak bisa datang karena ada urusan lain yang penting jadi dia memintaku untuk datang untuk mengurusi semuanya. Dia memintaku untuk menyerahkan ini pada anda, Tuan Yan." ucap Ye Zhin dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dan penuh wibawa yang dipelajarinya dari Li Yuchen.
Tuan Yan pun mengambil kertas yang diberikan Ye Zhin padanya dan bergegas memanggil Petugas Administrasi dan Nona Shu untuk datang.
"Cepat panggilkan Petugas Administrasi dan Shu'er kemari secepatnya!" teriak Tuan Yan dengan sangat keras sambil terus membaca surat itu berulang kali.
"Master Ye, apakah Tetua Yu juga menitipkan hal lain?" tanya Tuan Yan dengan ekspresi wajah yang canggung dengan senyum yang kaku sambil membungkukkan tubuhnya.
"Ya tapi Bos bilang itu baru bisa diberikan setelah semuanya diselesaikan." ucap Ye Zhin dengan cuek sambil melihat ekspresi dan reaksi Tuan Yan yang sedang berdiri di depannya.
"Agh, itu tidak masalah. Asalkan Obat Penawar itu ada maka semua akan dapat berjalan dengan mudah." ucap Tuan Yan dengan ekspresi wajah yang lega tapi membuat Ye Zhin mengkerutkan keningnya karena bingung.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Pelayan yang diperintahkan membawa Petugas Administrasi dan Nona Shu ternyata telah sampai dengan ekspresi wajah yang lelah dan penuh keringat.
"Master Ye, perkenalkan ini ada Tuan Hu yang akan menjadi saksi untuk pemindah alihan saham sebesar 50 persen kepada Tetua Yu selama tiga tahun dan ini adalah Putri Tunggalku, Shu." ucap Tuan Yan dengan ramah sambil memperkenalkan orang satu per satu.
"Senang bertemu dengan anda, Master Ye." ucap Tuan Hu dengan sopan dan sikap yang berwibawa sambil menundukkan kepalanya sedikit.
"Semoga urusan ini dapat berjalan dengan cepat ya." ucap Ye Zhin sambil berdiri dari kursinya sambil memegang pundak Tuan Hu menolak sujudnya secara halus.
Nona Shu yang melihat Ye Zhin dan mengetahui bahwa Ye Zhin adalah Master Formasi dan juga orang Li Yuchen pun mencoba menggoda Ye Zhin dengan kecantikannya tapi langsung ditolak Ye Zhin secara langsung.
"Senang bertemu dengan anda, Tuan Muda Ye. Ah, maksudku Master Ye." ucap Nona Shu dengan senyum menggoda sambil membungkukkan tubuhnya ke bawah menunjukkan dua buah benda bulat yang sangat besar yang menjadi kebanggaannya dengan gerakan tubuh yang eksotis.
"Nona Shu, apakah kau sedang sakit?" tanya Ye Zhin sembarang dengan ekspresi wajah yang datar dengan alis yang mengkerut.
"Ti-tidak, Master Ye." balas Nona Shu dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mengangkat kepalanya ke atas lagi.
"Agh, jika tidak sepertinya kau harus segera menemui tabib, aku melihat gerakan tubuh dan sikapmu itu seperti orang yang sedang terkena penyakit ayyan!" ucap Ye Zhin dengan kepala mengangguk berulang kali dengan satu tangan di dagu.
"Hah!" jawab Nona Shu dengan mulut terbuka lebar dengan mata yang melotot dengan ekspresi wajah yang bingung seperti orang bodoh.
"Itu lihat! Sekarang bahkan sikapmu telah berubah kembali menjadi aneh Nona Shu!" ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang polos dengan mulut yang terdengar biasa tapi sangat pedas.
"Tuan Yan, sebaiknya anda ikuti saranku. Sebelum penyakit ini menyebar ke orang lain." ucap Ye Zhin seolah memberi nasehat tapi memiliki maksud dan tujuan yang lain.
Tuan Yan yang melihat rayuan Nona Shu gagal bahkan Ye Zhin telah menganggapnya terkena penyakit aneh membuat Tuan Yan merasakan pusing sambil menghapus kasar wajahnya dengan tangan.
"Hmmm, hanya dengan mengandalkan tubuh itu. Jangan bermimpi bisa menggodaku! Maaf saja, seleraku bukan wanita sepertimu!" ucap Ye Zhin dalam hati sambil membalikkan tubuhnya lalu duduk kembali ke kursinya.
#Bersambung#
__ADS_1