
Wu Peng dan Tetua Han yang melihat Wu Ruxin dan Ye Rui yang sedang terduduk dengan sisa darah di bibirnya pun merapatkan giginya dengan sangat keras.
“Apa yang telah terjadi? Kenapa kau bisa sampai terluka?” tanya Wu Peng dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang tajam ke arah Wu Ruxin yang sedang terduduk di tanah.
“Kakak! A-aku...” ucap Wu Ruxin yang tidak bisa mengatakan apapun karena khawatir tujuan kedatangannya akan ketahuan oleh Wu Peng.
Wu Peng yang tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya dari Wu Ruxin pun menatap Ye Rui yang ada di samping Wu Ruxin dengan tajam.
“Nona Ye, apakah bisa kau menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi di sini? Kenapa kalian berdua bisa terduduk di sini dengan tubuh yang terluka?” tanya Wu Peng dengan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang tajam.
Ye Rui yang tidak tau harus mengatakan apa karena Tetua Han juga ada di sana menunggu untuk mendapatkan penjelasan darinya pun memilih untuk menundukkan kepalanya.
Di saat suasana hening menyelimuti tempat itu, Li Yuchen yang mencari tau hal yang terjadi pun berjalan menuju ke Pintu Gerbang dan melihat banyak sekali orang sedang berkumpul.
Li Yuchen yang melihat ada Bibi Yi dan Paman Ong yang sedang dalam mode waspada tidak menyangka juga melihat Wu Peng dan Tetua Han di sisi lain sedang menginterogasi Ye Rui dan Wu Ruxin.
Li Yuchen yang sudah sangat geram dengan sikap tidak sopan dari Ye Rui dan Wu Ruxin yang mengganggu malamnya dan bahkan tidak mau mengatakan yang sejujurnya pada Wu Peng dan Tetuan membuat Li Yuchen tidak bisa menutupi perasaan kesanlnya.
"Hah! Menyebalkan sekali!" gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang berjalan mendekati Bibi Yi dan Paman Ong pun bertanya dengan nada suara yang sangat tegas dan jelas.
“Apa ada yang bisa menjelaskan kenapa Formasi Pelindung yang aku buat untuk melindungi Kediamanku bisa aktif?” tanya Li Yuchen yang telah berdiri di belakang Bibi Yi dan Paman Ong dengan aura yang mengintimidasi dan niat membunuh yang sangat kuat.
Bibi Yi dan Paman Ong yang mendengar suara Li Yuchen yang berada di belakang mereka pun menjadi sangat terkejut tapi langsung bersikap cepat memberikan jalan kepada Li Yuchen lalu menundukkan kepalanya dengan sangat sopan.
__ADS_1
“Tu-Tuan Besar!" ucap Paman dan Bibi Yi dengan ekspresi terkejut secara bersamaan dengan dilanjutkan dengan dua penjaga yang diberikan tugas untuk menjaga Pintu Gerbang Kediamannya.
Bibi Yi yang melihat Li Yuchen muncul di saat dirinya sedang menghabiskan malam bersama Seo Xiqin dan datang dengan aura yang menakutkan pun membuat Bibi menyadari kesalahannya.
"Hamba mohon, Tuan besar! Maafkan hamba yang tidak bisa melakukan tugas dengan benar dan menjaga Kediaman dengan baik! Hamba bersedia menerima hukuman!” ucap Bibi Yi dan Paman Ong secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang datar dengan kepala tertunduk ke bawah.
Li Yuchen yang tidak ingin menyalahkan orangnya pun terus berjalan ke depan hingga dapat dilihat semua orang yang ada di sana.
Li Yuchen yang muncul tanpa memakai topeng dengan ekspresi wajah penuh dengan amarah membuat semua orang yang ada di sana merasa terancam tidak terkecuali Tetua Han dan Wu Peng.
Li Yuchen yang berdiri menatap ke arah Wu Peng dan Tetua Han yang berdiri di depan Wu Ruxin dan Ye Rui yang terduduk di tanah langsung memasang Formasi Pelindung untuk melindungi daerah itu agar tak ada seorangpun yang menyadari hal yang terjadi di sekitar Kediamannya.
Wu Ruxin dan Ye Rui yang akhirnya dapat melihat Li Yuchen pun merasa sangat senang dan menatap Li Yuchen dengan tatapan memuja.
“Te-tetua Yu!” gumam Wu Ruxin dan Ye Rui dengan ekspresi wajah yang memuja dengan tatapan mata yang penuh dengan kerinduan.
Sedangkan, Wu Peng dan Tetua Han yang akhirnya dapat melihat dengan jelas sosok Li Yuchen yang berdiri di depan mereka dengan ekspresi wajah yang marah pun akhirnya dapat menyadari dengan jelas yang telah terjadi sebelumnya.
Wu Peng yang menyadari jika Wu Ruxin telah mengabaikan kata-katanya hingga membuat masalah untuk dirinya, Kediaman Keluarga Wu dan Menara Formasi Shinzu pun berbalik arah menatap Wu Ruxin.
"Apa kau masih tidak mau mengatakan yang sejujurnya kenapa kau bisa ada di sini? Apa kau benar-benar mengabaikan peringatan dariku?" tanya Wu Peng dengan nada suara yang tinggi dengan wajah yang marah dan mata yang melotot tajam.
"Ma-maafkan aku kak! A-aku..." ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang gugup dengan tubuh yang bergetar ketakutan dengan ekspresi wajah yang binggung hingga kesulitan melanjutkan kata-katanya.
"Plak!" suara tamparan mendarat dengan pasti ke pipi kanan Wu Ruxin.
__ADS_1
"Jangan pernah memanggilku Kakak, karena kau tidak pernah sekalipun menganggapku kakakmu! Kau hanya menganggapku sebagai orang bodoh yang tidak pantas untuk didengar!" teriak Wu Peng dengan suara yang sangat keras sambil menunjukkan ekspresi wajah yang terluka dan kecewa dengan sikap Wu Ruxin.
Sedangkan Tetua Han yang sudah pernah satu kali berada dalam situasi yang sama dengan Tetua Peng saat ini tidak bisa mengatakan apapun yang hanya bisa menunjukkan tatapan mata yang sangat kecewa dan terkhianati.
Wu Ruxin dan Ye Rui yang ingin mengatakan sesuatu hanya bisa menahannya di kerongkongannya karena tak ada satu katapun yang bisa dikeluarkannya dengan percaya diri hingga membuat keduanya menundukkan kepala dengan tubuh yang lemas.
Wu Peng dan Tetua Han yang menyadari kesalahan yang dibuat oleh orang yang sangat mereka sayangi pun tiba-tiba kehilangan keseimbangan tubuhnya hingga membuat kaki keduanya pun lemas lalu terjatuh ke tanah dalam posisi bersujud.
“Agh! Tidak! Kakak!” teriak Wu Ruxin yang terkejut melihat Wu Peng yang awalnya berdiri dengan sangat tegap di hadapannya tiba-tiba bersujud dengan bahu yang turun.
“Gu-guru!” teriak Ye Rui yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar melihat Tetua Han yang bersujud di lantai untuk kedua kalinya.
Li Yuchen yang tidak merasakan perasaan kasihan ataupun simpati saat melihat Wu Peng dan Tetua Han yang bersujud di hadapannya pun memalingkan wajahnya dan menatap Wu Ruxin dan Ye Rui yang menjadi sumber masalahnya.
“Apakah kalian berdua menganggap rendah diriku sehingga berani menerobos masuk dan menyerang Kediamanku?” ucap Li Yuchen dengan kata-kata yang kasar dan sinis dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang dingin.
Wu Ruxin dan Ye Rui yang tidak memiliki niat untuk menganggap rendah Li Yuchen ataupun dengan sengaja menyerang kediamannya pun mencoba membela diri.
“Ti-tidak seperti itu! Tetua Yu, sungguh! Ka-kami tidak bermaksud seperti itu! Ka-kami hanya...” ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang bergetar dengan ekspresi wajah yang cemas yang hanya mendapatkan tanggapan sinis dari Li Yuchen.
“Kami hanya ingin bertamu dan bertemu dengann Tetua Yu tapi kedua penjaga dan Pelayan Tua itu menghalangi kami untuk bisa bertemu denganmu!” ucap Ye Rui yang menyalahkan Penjaga dan Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang marah sambil menunjuk ke arah ketiganya.
“Pecayalah pada Kami, Tetua Yu! Kami hanya ingin bertamu dan tidak memiliki niat buruk sama sekali!” ucap Wu Ruxin dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah yang tegas.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Li Yuchen dapat percaya dengan perkataan Wu Ruxin dan Ye Rui? Apakah tidak ada orang yang akan membela Bibi Yi dan Penjaga Gerbang yang difitnah. Baca di BAB selanjutnya ya..