
Li Yuchen yang telah sampai di dalam kamarnya terlebih dahulu pun berjalan menuju ke kamar Seo Xiqin dan menunggu kedatangannya di sana.
“Qier, malam ini aku akan meruntuhkan tembok pembatas perasaan yang kau buat!” gumam Li Yuchen dengan senyum penuh percaya diri sambil melihat Seo Xiqin yang berjalan mendekat dari balik jendela dengan wajah yang kesal.
Seo Xiqin yang masuk ke dalam kamarnya dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah pun langsung membuka pintu dan menguncinya tanpa menghiraukan perkataan Sui’er dan Luo’er yang mencemaskannya.
“Aku sedang tidak ingin diganggu! Jadi biarkan aku sendiri!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tinggi dengan sedikit berteriak sambil memejamkan matanya sambil bersandar di pintu kamar dengan ekspresi wajah yang sedih lalu meneteskan air mata.
Li Yuchen yang duduk diam di kursi pun berjalan mendekati Seo Xiqin dan menampakkan dirinya lalu membelai pipi Seo Xiqin.
“Jangan menangis!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang serak dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang tidak tega.
Seo Xiqin yang melihat keberadaan Li Yuchen di depan matanya pun langsung menepis tangan Li Yuchen yang menyentuh pipinya dan berjalan menjauh.
“Kenapa Chen gege ada di sini? Bukankah sudah ada tiga wanita cantik yang menemani Chen gege makan sore?” sindir Seo Xiqin dengan kata-kata yang tajam dengan ekspresi wajah yang kesal.
Li Yuchen yang mendengar sindiran Seo Xiqin pun tersenyum puas dan berjalan perlahan mendekati Seo Xiqin dan memeluknya dari belakang.
Seo Xiqin yang sedang marah pun menolak untuk disentuh oleh Li Yuchen sehingga memutuskan untuk melepaskan diri tapi pelukan Li Yuchen sangat kuat hingga membuat Seo Xiqin kalah.
“Agh! Lepaskan aku!” teriak Seo Xiqin yang tidak terima dipeluk secara paksa dengan nada suara yang keras.
“Chen gege! Apa yang kau lakukan? Lepas!” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan
Li Yuchen yang memiliki kesempatan pun mencium bibir Seo Xiqin dengan sangat lembut tapi mendapatkan penolakan dari Seo Xiqin yang menggigit bibir Li Yuchen.
Li Yuchen yang digigit bibirnya pun tersenyum lembut dan mencium bibir Seo Xiqin lagi tapi dengan lebih agresif hingga memainkan lidahnya di dalam bibir Seo Xiqin hingga membuat Seo Xiqin yang awalnya menolak pun menyerah dengan sendirinya.
Seo Xiqin yang terhanyut dengan ciuman lembut dan agresif milik Li Yuchen pun akhirnya meruntuhkan perasaan amarah dan cemburu yang ada di dalam hatinya.
Li Yuchen yang menyadari jika Seo Xiqin telah kehabisan nafasnya pun melepaskan ******* hangat antara tautan bibir keduanya dengan sangat lembut.
Seo Xiqin yang menyadari jika sikapnya yang barusan sangat berbanding terbalik dengan sikapnya di awal pada Li Yuchen pun merasa sangat malu hingga membuat wajahnya memerah.
Li Yuchen yang tidak ingin kehilangan kesempatan bagus itu pun mengatakan yang sangat ingin dikatakannya.
“Apakah Chen gege adalah Pria yang tidak bisa menepati perkataannya di dalam pikiran Qier? Kita telah menikah dan kita adalah pasangan suami istri!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lembut sambil menatap mata Seo Xiqin dengan intens.
“Chen gege tidak memiliki perasaan apapun pada ketiganya dan selamanya hanya Qier yang akan selalu ada di hati Chen gege!” ucap Li Yuchen sambil memeluk tubuh Seo Xiqin dengan sangat erat hingga membuat wajah Seo Xiqin menjadi luluh.
“Apakah Chen gege sungguh tidak tergoda dengan kecantikan Nona Ye, Nona Wu dan Seo Wan’er? Bagaimanapun juga ketiganya adalah wanita yang sangat cantik dan berasal dari Kediaman Keluarga yang sangat bagus dan selalu diperlakukan dengan sangat baik?” tanya Seo Xiqin yang langsung menatap rendah dirinya dengan ekspresi wajah yang sedih lalu menatap mata Li Yuchen.
__ADS_1
“Apakah Chen gege adalah pria yang akan mudah jatuh cinta pada kecantikan wajah dan keindahan tubuh seorang wanita?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius kepada Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas.
Seo Xiqin yang telah menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Li Yuchen dan mengetahui masa lalu Li Yuchen pun dapat mengatakan dengan sangat yakin jika Li Yuchen bukanlah pria b*****k yang akan mudah tergoda.
“Jika begitu, kenapa Qier masih meragukan Chen gege? Chen gege tidak akan pernah merubah perasaan ini karena baik dulu, sekarang dan nanti hanya Qier yang akan menjadi wanita Chen gege!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun mengingat sekilas takdir kehidupannya di dua kehidupan sebelumnya.
“Benar! Di tiga kehidupan yang telah aku jalani, aku telah terikat dengan benang merah takdir bersama Chen gege! Di kehidupan pertamaku, kami adalah pasangan suami istri. Di kehidupan keduaku, aku adalah wanitanya dan di kehidupan ini pun aku adalah Istri Sahnya!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil meneteskan air mata yang akhirnya menyadari perasaannya.
“Terima kasih, Chen gege! Untuk ketiga kehidupan yang tetap bersamaku dan memilihku!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menyentuh pipi Li Yuchen dan mengecup bibir Li Yuchen dengan singkat.
Li Yuchen merasa mendapatkan sinyal dan izin dari Seo Xiqin pun menarik tubuh Seo Xiqin semakin dekat dan mencium Seo Xiqin dengan sangat lembut yang akhirnya membuat ciuman itu menjadi semakin dalam.
“Qier!” panggil Li Yuchen dengan wajah yang memerah dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang menyiratkan keinginan yang terpendam.
“Chen gege!” jawab Seo Xiqin dengan raut wajah yang memerah dengan bibir mungil dan lembut yang membuat fokus Li Yuchen tertuju.
Li Yuchen yang tidak sabar pun menggendong Seo Xiqin ke atas tempat tidur dengan sangat lembut dan berbaring di hadapan Seo Xiqin.
“Jika Qier tidak siap maka katakanlah sekarang karena setelah ini dimulai maka tidak akan ada yang bisa menghentikan Chen gege!” ucap Li Yuchen dengan senyum tipis dan wajah tampan dengan wajah yang memerah karena malu sambil menciumi telapak tangan kiri Seo Xiqin hingga ke bawah pergelangan tangan.
“Qier adalah Istri Chen gege bukankah sudah kewajiban Qier untuk melayani Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah dengan wajah yang terlihat sangat imut di mata Li Yuchen yang sudah seperti serigala kelaparan.
“Agh! Chen gege!” erang Seo Xiqin yang merasakan sensasi geli yang tidak biasa di sekujur tubuhnya.
“Tenanglah Qier! Ini hanya permulaan!” bisik Li Yuchen di balik telinga Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang jahil dengan senyum misterius.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun langsung memasang wajah memerah karena memikirkan adegan selanjutnya yang akan terjadi.
Li Yuchen yang tidak ingin membiarkan Seo Xiqin terjatuh pada lamunannya pun mencium bibir Seo Xiqin lagi dengan tangannya yang berjalan perlahan membuka pakaian luar Seo Xiqin.
“Ah! Chen gege! A-aku...” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah dengan wajah yang sangat malu saat pakaian luarnya telah terlepas semua yang menyisakan pakaian dalamnya.
Li Yuchen yang tidak memperdulikan perkataan Seo Xiqin pun memilih memainkan dua buah benda lembut dan kenyal yang terlihat setengah dihadapannya.
Li Yuchen yang memulai aksinya pun merobek pakaian dalam bagian atas Seo Xiqin dan memainkan dua bukit indah milik Seo Xiqin dengan tangannya dengan sangat lembut lalu menghisap dan menggigit bagian menonjol berwarna merah muda yang ada di tengahnya hingga membuat Seo Xiqin mengerang kenikmatan.
“Agghhh! Chen gege! Agghhh! Ja-Jangan disana! Aaaagghhhhh!” erang Seo Xiqin yang merasakan sensasi kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya dengan di setiap pergerakan tangan dan permainan bibir dan lidah Li Yuchen.
Li Yuchen yang sudah menghabiskan waktu yang cukup lama pada bagian tubuh atas Seo Xiqin pun turun ke bawah sambil menciumi bagian perut Seo Xiqin yang ramping dan mungil.
__ADS_1
Li Yuchen yang melihat sesuatu yang sangat diinginkannya tersembunyi di balik sehelai kain yang menutupi bagian tubuh Seo Xiqin yang telah mulai basah pun merobeknya dengan paksa dan mengangkat kaki Seo Xiqin ke atas menciumi bagian tubuh bawah Seo Xiqin tanpa ragu lalu memainkannya dengan lidahnya lalu menghisapnya dengan sangat kuat hingga membuat Seo Xiqin berteriak tak sabar.
“Aaaagghhhhh! Chen gege! Qier mau... Qier mau itu...” racau Seo Xiqin yang sudah terhanyut dalam permainan ganas dan lembut dari Li Yuchen.
Li Yuchen yang sudah tidak sabar pun tersenyum dengan licik dan bergerak berhadapan dengan Seo Xiqin dan menatap Seo Xiqin dengan senyum misterius.
“Baiklah. Jika itu yang Qier mau tapi Qier harus tahan. Ini akan sakit di awal tapi nikmat nantinya!” bisik Li Yuchen di balik telinga Seo Xiqin dengan wajahnya telah memerah serta keringat yang telah membasahi dahinya lalu dengan satu tangan yang menutupi bibirnya menunjukkan sosok berbeda pada diri Seo Xiqin di mata Li Yuchen.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun memejamkan matanya dan membiarkan Li Yuchen memandunya.
Li Yuchen yang tidak ingin Seo Xiqin merasakan ketegangan pun mencium bibir Seo Xiqin dengan lembut sambil mengangkat kaki Seo Xiqin ke atas dan perlahan memasukkan bagian dari tubuhnya yang telah mengeras ke dalam milik Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang merasakan sakit yang tiba-tiba hingga membuat beberapa bagian tubuhnya sakit itu pun tak kuasa menahan suaranya untuk tidak bersuara.
"Agh! Chen gege! Sakit!" ucap Seo Xiqin yang merasakan sakit pada bagian tubuh bawahnya dengan ekspresi wajah yang kesakitan.
Li Yuchen yang tidak ingin mundur lagi pun menguatkan dorongannya hingga akhirnya berhasil menembus pertahanan kuat milik Seo Xiqin.
“Aaaaagghhhhhhh!” teriak Seo Xiqin saat merasakan kekuatan yang tiba-tiba memasuki bagian paling sensitif pada tubuhnya dengan paksa.
Pergejolakan yang ada di dalam tubuh Li Yuchen dan Seo Xiqin pun mengalir dengan sendirinya dengan irama dan ritme tubuh keduanya yang menjadi satu.
“Aaagghhh! Chen gege!” teriak Seo Xiqin dengan suara yang serak dengan keringat yang mengalir ke pipinya.
Pergerakan keduanya yang perlahan tapi pasti membuat keduanya terhanyut dalam kenikmatan yang dirasakan bersama hingga membuat tubuh keduanya menyatu dan menempel satu sama lain dengan keringat yang mengalir di sekujur tubuh keduanya.
Seo Xiqin merasakan jika dirinya tiba-tiba ingin buang air kecil pun mencoba mengatakannya pada Li Yuchen tapi tidak berhasil akhirnya keduanya mencapai puncaknya.
"Aaghhh! Chen gege! Qier mau pi..." erang Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang memerah dalam kenikmatan dalam setiap gerakan pinggul Li Yuchen di atas tubuhnya.
"Agghh! Tunggu Qier! Bersama-sama! Chen gege juga mau keluar!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tidak menentu dengan nafas yang naik turun.
Hingga akhirnya keduanya pun melepaskan hasrat keduanya bersamaan lalu membuat semuanya menjalar hangat memenuhi bagian tubuh bawah Seo Xiqin menuju ke bagian rahim.
Li Yuchen yang telah mengeluarkan seluruh kekuatannya pun terjatuh di atas tubuh Seo Xiqin lalu menciumi pipi dan kening Seo Xiqin bergantian.
“Mulai malam ini, Qier adalah milik Chen gege! Tak akan Chen gege biarkan Qier pergi jauh!” ucap Li Yuchen dengan suara yang parau dengan wajah yang gembira yang menghentikan aktivitas keduanya sementara.
“Ya! Ya! Qier hanya akan menjadi milik Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang lantang dengan tangan yang melingkar di leher Li Yuchen sambil tersenyum bahagia karena telah berhasil melepaskan beban dihatinya.
Di malam yang panjang, di bawah sinar bulan, keduanya pun menikmati malam indah dan panjang berdua tanpa menyadari telah terulang beberapa kali kejadian yang sama.
__ADS_1
#Bersambung#
Wah, akhirnya MC belah duren juga.. Panjang bukan BAB kali ini. Semoga Readers 3KL suka dengan akhir yang sudah ditunggu.. Baca terus ceritanya ya.. Terima kasih