
Li Yuchen yang telah beristirahat seharian bersama Seo Xiqin pun memutuskan untuk pergi keluar untuk bertemu dengan Ye Zhin dan Burung Phoenix yang telah menjaga di luar semalaman.
Namun sesaat dirinya ingin keluar, Li Yuchen yang tidak melihat Seo Xiqin ikut keluar bersamanya pun menatap bingung ke arah Seo Xiqin.
“Ada apa Qier? Kenapa kau ada disana? Kemarilah!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bahagia serta nada suara yang lembut.
Seo Xiqin yang tidak bisa melanggar perintah Tetua Xue Xiaochi lagi pun hanya menggelengkan kapalanya yang membuat Li Yuchen tidak senang.
Li Yuchen yang sangat tau situasi yang sedang dihadapi Seo Xiqin pun menarik tangan Seo Xiqin dengan lembut lalu membujuknya untuk ikut keluar.
“Tenanglah! Tidak akan ada yang akan menyalahkanmu! Jika Tetua Xue memarahimu maka Chen gege akan memarahinya balik!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan nada suara yang tegas.
Seo Xiqin yang mendengar pernyataan Li Yuchen pun tertawa kecil yang membuat Li Yuchen menjadi sangat senang.
“Terima kasih, Chen gege!” gumam Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil menggenggam tangan Li Yuchen dengan sangat erat.
Li Yuchen yang baru saja keluar bersama Seo Xiqin tidak menyangka melihat sebuah pemandangan yang sangat mengejutkannya.
“Ye Zhin! Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan penekanan di setiap katanya.
“Agh! Hei, Bos! Akhirnya kau keluar juga! Apakah Bos mau?” tanya Ye Zhin dengan senyum yang lebar sambil menyerahkan daging panggang kepada Li Yuchen.
__ADS_1
Seo Xiqin yang tau bahwa Li Yuchen sedang marah karena Ye Zhin berpesta di depan Kediamannya pun memutuskan untuk mencairkan suasana.
“Terima kasih, Tuan Muda Ye. Anda baik sekali!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil mengambil daging panggang di tangan Ye Zhin lalu menyuapi daging itu ke mulut Li Yuchen.
Sementara itu, Ketua Lu Changlin, Walikota Yun Zheheng dan Mo Hao yang telah menunggu Li Yuchen selama seharian pun muncul dan menanyakan keadaan Li Yuchen.
“Chen’er!” panggil Mo Hao dengan suara yang lembut dengan tatapan mata yang khawatir dan cemas di saat bersamaan dengan ekspresi wajah yang penuh kerinduan.
“Kakek senang kau selamat. Kakek bangga padamu!” ucap Mo Hao dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Namun di saat keadaan sedang hangat tiba-tiba Jenderal Guo datang menemui Li Yuchen bersama Pangeran Su Weiguo dan Putri Su Qingqing.
“Tuan Muda Li, bagaimana keadaanmu?” tanya Pangeran Su Weiguo dengan ekspresi wajah yang datar dengan sedikit senyum di sudut bibirnya.
Pangeran Su Weiguo yang tidak menyangka jika Jenderal Gong pergi membututinya pun menarik nafas panjang lalu mengatakan sesuatu yang membuat Jenderal Gong tidak nyaman.
“Maafkan atas ketidaknyamanannya Tuan Muda Li tapi saya sendiri tidak tau kenapa Jenderal Gong ada disini!” sindir Pangeran Su Weiguo dengan kata-kata yang kasar dan tatapan mata yang sinis.
“Eehem! Mohon maaf, Tuan Muda Li, saya datang ingin menyampaikan titah dari Yang Mulia Kaisar bahwa Tuan Muda Li diminta untuk datang ke Istana karena Yang Mulia Kaisar ingin memberikan hadiah atas keberhasilan Tuan Muda Li dalam melindungi Kota Yunlong!” ucap Jenderal Gong dengan nada suara yang tegas dan percaya diri.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Jenderal Gong pun tersenyum kecil dan menatap tajam ke arah Jenderal Gong lalu mengiyakan akan pergi ke Istana Kekaisaran.
__ADS_1
"Aku mengerti. Aku akan kesana setelah semua urusanku disini selesai! Apakah ada lagi yang ingin kau sampaikan, Jenderal Gong?" tanya Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin.
Jenderal Gong yang mendengarkan persetujuan Li Yuchen pun menjadi sangat senang lalu dengan cepat menundukkan kepala dan meminta izin untuk pergi karena khawatit Li Yuchen akan berubah pikiran.
"Ti-tidak ada Tuan Muda. Kalau begitu saya izin pamit dan akan menyampaikan kabar gembira ini kepada Yang Mulia Kaisar Su Yongkang segera.!" ucap Jenderal Gong dengan ekspresi wajah yang senang.
Li Yuchen yang sangat merindukan Seo Xiqin sangat ingin menghabiskan waktu bersama dengannya dan mengabaikan semuanya.
"Aku tidak bisa tetap disini lebih lama dan membuat Kaisar serakah itu menunggu lama yang kemudian membuat masalah untuk Qier!" gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil menatap lembut ke arah Seo Xiqin.
Tepat setelah kepergian Jenderal Gong, Li Yuchen pun mengalihkan pandangannya ke arah Ye Zhin dan Burung Phoenix yang sedang asik memanggang Daging.
"Pergilah ke Menara Formasi Shinzu dan ambillah gulungan yang aku tinggalkan disana! Aku ingin kau bisa menguasai Segel Formasi itu sepenuhnya!" ucap Li Yuchen dengan menggunakan telepati sambil menatap mata Ye Zhin.
"Phoenix! Kembalilah!" ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang tajam.
Ye Zhin dan Burung Phoenix yang menyadari jika perasaan Li Yuchen sedang buruk pun dengan cepat meninggalkan panggangan dan pergi melaksanakan perintah Li Yuchen.
Li Yuchen yang tak berniat ada di tempat itu lebih lama lagi sehingga membuat lebih banyak orang datang dan berkumpul dan mengganggu waktunya berama Seo Xiqin pun memutuskan untuk segera pergi.
"Kakek! Ketua Lu! Walikota Yun! Maaf tapi kami harus pergi. Sampai jumpa." ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah lalu menundukkan kepala satu kali sebagai etika sopan santun pun memegang tangan Seo Xiqin lalu pergi.
__ADS_1
#Bersambung#