
Seo Xiqin mendengar permintaan Li Yuchen pertama kali membuat Seo Xiqin tidak bisa menolaknya. Seo Xiqin yang telah membuat keputusannya pun menganggukkan kepalanya satu kali sebagai tanda bahwa dirinya akan melakukan seperti yang diinginkan oleh Li Yuchen.
Seo Xiqin yang bergerak maju ke depan pun mengerahkan seluruh kemampuannya dan membuat tubuh Naga Hitam perlahan membeku.
“Aku harus bisa! Aku tidak boleh menyerah begitu saja!” gumam Seo Xiqin dengan ekpsresi wajah yang serius dengan tekad kuat yang terlihat di sorot matanya.
Seo Xiqin yang telah berhasil membekukan setengah Naga Hitam tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya namun keinginan kuat untuk menolong Li Yuchen membuat Seo Xiqin rela mengorbankan apapun.
Hingga akhirnya tak hanya Naga Hitam yang telah membeku sempurna tapi juga semua Hewan Buas yang sedang bertarung dengan Manusia.
“Chen gege! Aku serahkan sisanya padamu!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang kelelahan dengan senyum lembut terlihat di wajahnya yang pucat.
Li Yuchen yang tidak ingin menyia-nyiakan semua usaha yang telah dilakukan Seo Xiqin pun mengerahkan seluruh kemampuannya.
Li Yuchen yang mengalirkan Energi Langit dan Bumi dengan kekuatan Esensi Darah Naga di dalam tubuhnya ke Pedang Klan Naga yang ada di tangannya pun membelah tubuh Naga Hitam dalam sekali tebasan.
“Terima ini, Naga Hitam!” teriak Li Yuchen dengan suara yang keras dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.
Naga Hitam yang telah dihancurkan dengan menggunakan Pedang Naga pun berubah menjadi butiran debu dan Hewan-Hewan Buas yang dicuci otaknya pun kembali sadar.
Hewan Buas yang tidak tau yang telah terjadi pun kembali ke tempatnya masing-masing dan tak ada seorangpun yang berani menghalangi.
Orang-orang yang mendapatkan pengalaman hidup dan mati pun bersorak sorai gembira karena meresa bahwa mereka telah menang.
“Naga musnah? Hewan Buas pergi?”
“Hore... Hore.... Kita menang!”
Li Yuchen yang tidak memperdulikan suara sorak-sorai orang-orang yang sedang bahagia pun langsung mengalihkan perhatiannya pada Seo Xiqin.
Li Yuchen yang khawatir dengan kondisi Seo Xiqin yang kelelahan setelah menggunakan banyak kekuatan pun dengan cepat pergi menemui Seo Xiqin.
“Qier! Apakah kau baik-baik saja?” tanay Li yuchen dengan nada suara yang terburu-buru dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
Seo Xiqin yang melihat perhatian dan tatapan mata khawatir di sorot mata Li Yuchen membuat Seo Xiqin merasa sangat bahagia.
“Qier baik-baik saja. Jangan khawatir.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Lalu saat Li Yuchen mendapatkan informasi Seo Xiqin dalam keadaan yang baik tiba-tiba Li Yuchen kehilangan kesadarannya kembali.
Li Yuchen yang terjatuh tepat di atas pelukann Seo Xiqin membuat Seo Xiqin yang awalnya khawatir dan cemas pun menjadi tersenyum bahagia.
Seo Xiqin yang melihat orang-orang sedang bersuka cita atas kemenangan mereka karena telah bertahan dari Serangan Hewan Buas dan Naga Raksasa pun menyadari bahwa Li Yuchen membutuhkan istirahat yang panjang.
Sementara itu, Ye Zhin yang ternyata telah sadarkan diri setelah mendapatkan Pil Penyembuh dari Putri Su Qingqing pun berlari ke arah Li Yuchen dan Seo Xiqin.
__ADS_1
“Terima kasih untuk bantuannya Putri. Saya berjanji akann membalas budi baik, Putri!” ucap Ye Zhin yang kemudian menundukkan kepalanya di hadapan Putri Su Qingqing lalu pergi begitu saja.
Ye Zhin yang ikut bersama Seo Xiqin dan Li Yuchen pun melompat dengan cepat ke punggung Burung Pheoenix dan meninggalkan tempat itu sendirian.
Ye Zhin yang khawatir dengan kondisi Li Yuchen pun bertanya dan menjadi lega setelah mendengarkan penjelasan.
“Apakah Bos baik-baik saja, Nyonya Bos?” tanya Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan sikap yang hati-hati.
“Dia baik-baik saja. Dia hanya membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan kekuatannya sedia kala!” ucap Seo Xiqin yang berbalik arah menatap Ye Zhin dengan senyum yang lembut.
Seo Xiqin yang membawa Li Yuchen ke tempat tinggalkannya pun meminta Ye Zhin dan Burung Phoenix berjaga di luar.
“tuan Muda Ye! Phoenix! Bisakah kalian menunggu di luar dan jangan biarkan seorangpun masuk ke dalam!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam.
Ye Zhin dan Burung phoenix yang menyadari tugasnya pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.
Seo Xiqin yang membawa Li Yuchen ke dalam dengan menggunakan Kekuatan Esnya pun meletakkan Li Yuchen dengan perlahan ke atas ranjang lalu mengganti pakaian Li Yuchen menjadi lebih nyaman.
Namun saat Seo Xiqin ingin membuat baju Li yuchen, Li Yuchen yang menurut Seo Xiqin telah tertidur karea kelelahan ternyata hanya berpura pura tidur.
“Che-chen gege! Apa yang kau lakukan? Bukankah kau?” tanya Seo Xiqin yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya kembali sambil menatap Li yuchen dengan tatapan mata yang bingung.
“Apa? Tidur? Chen gege sengaja melakukannya jika tidak mereka semua pasti akan menemui Chen gege dan mencoba mengambil hati Chen gege lalu menawarkan Putri atau keponakan mereka untuk menjadi Wanita Chen gege!” gumam Li yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekpsresi wajah yang malas.
Li yuchen yang telah lama tidak bersama Seo Xiqin memuluk tubuh Seo Xiqin dengan sangat erat lalu mencium bibir Seo Xiqin dengan lembut dan melakukan Kultivasi Ganda.
Sementara itu, Ketua Lu Changlin yang penasaran dengan identitas Seo Xiqin pun langsung menanyakannya kepada Tetua Xiang yang ternyata berdiri di belakangnya.
“Tetua Xiang, siapa wanita muda yang datang bersama Burung Phoenix dan membawa tubuh Li Yuchen pergi?” tanya Ketua Lu Changlin dengan nada suara yang penasaran.
Tetua Xiang yang tidak ingin memberitau Ketua Lu Changlin apapun tentang Seo Xiqin ataupun hubungan keduanya pun memutuskan untuk tutup mulut tapi tiba-tiba Mo Mingming yang mendengar pertanyaan Ketua Lu Changlin pun menjawab pertanyaan itu dengan tidak sengaja.
“Menjawab Ketua Lu, namaku Mo Mingming. Aku adalah Adik Sepupu dari sebelah Ibu Li Yuchen. Wanita yang cantik itu bernama Seo Xiqin dan dia adalah Kakak Sepupu Iparku!” ucap Mo Mingming dengan senyum yang tulus.
“Seo Xiqin? Hmmm, Seo Xiqin...” Ucap Ketua Lu Changlin berulang kali untuk membuat seseorang terpancing untuk menjawab pertanyaannya.
Tetua Xue Xiaochi yang tidak ingin tiba-tiba Ketua Lu Changlin bergerak mengambil Seo Xiqin menjadi muridnya pun membuat Tetua Xue Xiaochi berkata jujur.
“Dia adalah Murid Intiku!” ucap Tetua Xue Xiaochi dengan senyum yang percaya diri dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Chuan yang merasa sangat bangga pada Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah mengalahkan Naga Hitam yang sangat besar itu pun dengan penuh percaya diri maju ke depan membanggakan dirinya yang telah berhasil mendidik Li Yuchen.
“Benar! Itu adalah Putraku dan Anak Menantuku! Bukankah mereka adalah pasangan yang sangat serasi seperti pasangan yang ditakdirkan oleh Dewa!” ucap Li Chuan dengan suara yang keras dengan tawa yang tinggi dengan sikap yang sombong.
Mo Hao yang tidak ingin mempermalukan Li Chuan di hadapan semua orang pun menepuk pundak Li Chuan dan meminta menyingkir karena tidak ada satu orangpun yang tertarik dengan ceritanya.
__ADS_1
“Hentikan! Jangan permalukan dirimu sendiri!” bisik Mo Hao dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.
Ketua Lu Changlin dan Walikota Yun Zheheng yang sangat ingin bertemu Li Yuchen pun pergi ke tempat Tetua Xue Xiaochi tapi saat sampai disana keduanya melihat dua penjaga yang berdiri di depan pintu masuk.
“Maaf tidak boleh ada seorangpu masuk ke dalam!” ucap Ye Zhin dengan sikap dan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Chuan yang merasa jika dirinya dapat melakukan apapun karena statusnya sebagai Ayah Kandung Li yuchen pun meminta izin masuk pada Ye Zhin.
“Buka pintunya! Aku ingi bertemu dengan Putraku!” ucap Li Chuan dengann nada suara yang tinggi dengan sikap yang sombong dengan tatapan mata yang merendahkan.
Ye Zhin yang mendengar ucapan Li Chuan pun tersenyum sinis lalu berjalan maju ke depan dengan jarak satu langkah satu sama lain.
“Hentikanlah leluconmu karena itu sangat tidak lucu. Jadi pergilah dari sini Tuan Li!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
“Kau! Kau sudah tau identitasku dan kau masih berani kau menghalangiku maka jangan harap aku akan bersikap sopan padamu!” ancam Li Chuan dengan nada suara yang menancam sambil berjalan maju menerobos Ye Zhin.
Ye Zhin yang tidak ingin dimarahi oleh Seo Xiqin ataupun Li Yuchen katena gagal melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya pun mendorong Li Chuan dengan sangat keras hingga terjatuh ke tanah.
“Tuan Li! Jika kau masih terus bersikap seperti ini maka jangan salahku aku memasukkan Keluarga Li ke dalam Buku Hitam Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu untuk selamanya!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Li chuan yang mendengar nada ancaman dari mulut Ye Zhin pun tidak punya pilihan lain selain mengalah dan meninggalkan tempat tersebut.
Ye Zhin yang juga tidak ingin orang-orang yang berdiri di hadapannya saat ini melakukan hal yang sama seperti Li Chuan pun akhirnya membuat keputusan yang membuat semuanya menyerah.
“Ini juga berlaku untuk semuanya. Bos sedang dalam masa pemulihan jadi tidak boleh ada seorangpun yang masuk ke dalam tanpa izin!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang tegas.
Semua orang yang tidak ingin menjadi musuh dari dua kekuatan besar di saat keadaan sedang krisisi saat ini membuat semua orang yang ingin memaksa bertemu dengan Li Yuchen menyerah.
Satu per satu Kepala Keluarga Kota Kunlun yang ingin menemui Li Yuchen mundur kecuali Ketua Lu Changlin, Walikota Yun Zheheng dan Mo Hao yang telah membuat keputusan untuk menunggu di luar hingga Li Yuchen keluar pun tetap berdiri di tempatnya.
Ye Zhin yang tidak memperdulikan orang-orang yang berniat menunggu Li Yuchen pun memilih mengabaikannya dan duduk di tanah sambil membakar ayam dan bebek bakar bersama Burung Phoenix.
Sementara itu, berita kemenangan Li yuchen yang berhasil membunuh Seekor Naga pun terdengar sampai ke Istana dan membuat Kaisar Su Yongkang memutuskan untuk mengundang Li Yuchen ke Istana lagi dan
memberikannya sebuah hadiah.
“Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia! Berita baik! Tuan Muda Li bersama Pangeran Su Weiguo dan Putri Su Qingqing berhasil menyelamatkan Kota Yunlong!” teriak Jenderal Gong dengan suara yang lantang sambil berlari masuk ke dalam Singgahsana Kaisar dengan nafas yang tidak beraturan dengan keringat yang mengalir tanpa henti.
“Tuan Muda Li bahkan berhasil membunuh Naga yang mencoba menghancurkan Kota Yunlong!” ucap Jenderal Gong dengan penuh semangat.
“Bagus! Bagus sekali! Ini sungguh berita yang sangat bagus! Segera kirimkan titahku untuk mengundang Tuan Muda Li ke Istana karena aku ingin memberikannya sebuah hadiah yang sangat istimewa!” ucap Kaisar Su Yongkang dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang sangat lebar.
Bersambung
Hadiah apa yang ingin diberikan oleh Kaisar Su Yongkang sebenarnya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya...
__ADS_1