
Kota Yunlong yang masih belum pulih sepenuhnya dari Serangan Hewan Buas yang terjadi beberapa hari yag lalu tidak menyangka mendengar Kaisar Su Yongkang mengeluarkan dekrit untuk membiarkan orang-orang dari Kota Kunlun mengungsi ke Yunlong.
Yun Zheheng yang tidak punya pilihan lain pun terpaksa menerima semua orang masuk tapi sebelum semuanya tertawa dengan rapi tiba-tiba Serangan Hewan Buas yang kedua pun datang lagi yang membuat Yun Zheheng menjadi sangat cemas.
Yun Zheheng yang tidak bisa melindungi Rakyat Kota Yunlong dan Kota Kunlun bersamaan sendirian tanpa bantuan dari Bangsawan serta orang-orang dari Kota Kunlun pun membuat Yun Zheheng menjadi orang yang kejam.
“Saat ini Kota Yunlong mendapatkan serangan dadakan lagi. Saya harapkan kerjasamanya untuk orang-orang Kota Kunlun membantu menghadapi Hewan-hewan Buas itu jika tidak setelah Serangan ini berakhir maka dapat saya pastikan Kota Yunlong akan menutup pintu dengan sangat rapat Gerbang Kota dan menolak Pengungsian dari manapun!” ancam Yun Zheheng dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Keluarga Li, Keluarga Mo, Keluarga Chen dan Keluarga Wei yang tidak punya pilihan lain pun ikut bertarung bersama Walikota Yunlong dalam menghadapi Serangan Hewan Buas.
Yun Zheheng yang berpikir jika semua bantuan yang didapatkannya dari Semua Kepala Keluarga dari Kedua Kota, Master dan Murid dari Akademi Yunlong serta dua kekuatan besar dari Kedua Kota akan cukup kuat untuk bisa menghentikan semua serangan tidak menyangka jika kenyataan yang terjadi sangat bertolak belakang.
Hewan Buas yang datang menggempur Kota Yunlong ternyata berjumlah tiga kali lebih banyak dari sebelumnya sehingga membuat semua kekuatan yang melindungi Kota Yunlong tiada artinya.
“Apa-apaan ini? Apakah semua Hewan Buas ini akan hidup kembali setelah dibunuh? Kenapa jumlah mereka tidak berkurang sama sekali?” gumam Li Chuan dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
“Itu tidak mungkin Kepala Keluarga Li. Ini semua karena jumlah Hewan Buas yang menyerang kali ini jumlah sangat banyak. Oleh karena itu terlihat tidak ada habisnya!” ucap Chen Kong, Kepala Keluarga Chen , dengan suara yang rendah dengan pandangan mata yang fokus ke depan.
Hewan Buas yang terus menyerang membuat Yun Zheheng dan yang lainnya terdesak hingga akhirnya setengah Kota Yunlong dikuasai oleh Hewan Buas.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah meninggalkan Istana Kekaisaran menuju Kota Yunlong tidak menyangka jika itu masih memakan waktu selama setengah jam meskipun telah menggunakan Segel Formasi bintang Lima agar dapat sampai di Kota Yunlong lebih cepat.
“Sial! Ini masih terlalu lama!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah tapi masih dapat terdengar dengan jelas oleh Putri Su Qingqing dan Pangeran Su Weiguo.
Li Yuchen yang telah menghabiskan banyak Energinya pun mengambil sebotol Pil Penyembuh tingkat Tiga lalu menelan sebutir Pil dalam sekali waktu yang membuat Putri Su Qingqing terkejut.
Pangeran Su Weiguo yang merasa mengenal tempat yang mereka datangi saat itu pun mencoba bertanya dengan Li Yuchen.
“Tuan Muda Li! Di-dimana kita? Kenapa aku merasa seperti pernah kemari?” tanya Pangeran Su Weiguo dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.
__ADS_1
“Kita ada Gunung Canghai saat ini dan wajar jika Yang Mulia Pangeran merasa pernah kemari!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar sambil menatap dingin ke arah Pangeran Su Weiguo.
Li Yuchen yang telah pulih kembali pun menoleh ke arah Pangeran Su Weiguo dan Putrsi Su Qingqing untuk memberi keduanya peringatan lalu mengaktifkan Segel Formasi Teleportasi.
“Pegangan yang erat Yang Mulia karena aku akan membuat Formasi Teleportasi kembali!” ucap Li Yuchen yang mencoba memperingatkan Pangeran Su Weiguo dan Putri Su Qingqing dengan ekspresi wajah yang serius.
Pangeran Su Weiguo yang tidak ingin ditinggal sama seperti Pangeran Mahkota Su Lao pun memegang erat tangan Li Yuchen hingga akhirnya ketiganya pun sampai di Kota Yunlong.
Li Yuchen yang sangat khawatir dengan Seo Xiqin pun langsung pergi meninggalkan Pangeran Su Weiguo dan Putri Su Qingqing di tengah-tengah Serangan Hewan Buas.
“Maafkan saya, Yang Mulia tapi saya harus pergi sekarang. Selamat tinggal!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan ekpsresi wajah yang datar.
“Hah! Hei, Tuan Muda Li! Tunggu! Jangan tinggalkan kami disini!” teriak Pangeran Su Weiguo dengan suara yang sangat keras sambil melambaikan tangannya yang tanpa sadar menarik perhatian Hewan-Hewan Buas yang ada di dekatnya.
Putri Su Qingqing yang ditinggal begitu saja pun menjadi terkejut dan menatap bingung ke arah Pangeran Su Weiguo yang ada di sampingnya.
“Aku tidak ingin mengatakan ini tapi sepertinya seperti itu, Kakak! Aaaarrggghhhh!” teriak Pangeran Su Weiguo yang terkejut karena serangan mendadak Serigala bermata tiga.
Sementara itu, Rowie yang terus memantau Kota Yunlong dari kejauhan pun akhirnya menemukan Li Yuchen dan dengan cepat memberikan perintah kepada Semua Hewan Buas yang ada di Kota Xilin untuk mundur.
“Akhirnya kau keluar juga! Kau adalah penghalang untuk Rajaku mencapai tujuannya maka aku harus menyingkirkanmu secepatnya!” gumam Rowie dengan senyum yang jahat dengan tatapan mata yang tajam menatap kepergian Li Yuchen.
“Kembalilah! Hewan-hewan Buasku tersayang dan pergilah ke Kota Yunlong! Hancurkan dan musnahkan Kota ini menjadi abu!” ucap Rowie dengan suara yang lantang dengan tawa yang sangat keras.
Sementara itu, Kota Xilin yang tidak memiliki Segel Formasi untuk melindungi dirinya pun terpaksa harus mengandalkan orang-orang yang ada di dalamnya untuk bertahan.
Semua Kepala Keluarga Kota Xilin dan Jinlin pun bersatu melawan Hewan Buas bahkan tak hanya itu Tetua dan Ketua dari dua kekuatan besar dari kedua Kota pun ikut membantu.
Kota Xilin yang terus bertahan melawan Serangan Hewan Buas selama berjam-jam tidak menyangka jika sebuah keajaiban muncul.
__ADS_1
Walikota Ma Guo yang sedang bertarung melawan Pemimpin Kera Raksasa Berekor Panjang pun menjadi sangat bingung saat melihat Kera Raksasa itu tidak bergerak sama sekali lalu perlahan mundur dengan diikuti Kera Raksasa Berekor Panjang lainnya.
“Apa ini? Kenapa mereka semua berhenti? Apakah mereka merencanakan hal lain?” tanya Walikota Ma Guo dalam hati dengan tatapan mata yang penasaran dengan alis yang mengkerut bingung.
Tak hanya satu atau dua kelompok Hewan Buas yang perlahan mundur tapi semua Hewan Buas yang awalnya sangat brutal menyerang dan membunuh tiba-tiba berubah tenang.
Walikota Ma Guo yang tidak ingin bertarung lagi pun memberikan perintah kepada semua orang untuk menahan serangan.
“Hentikan serangan! Biarkan semua Hewan Buas itu pergi!” teriak Walikota Ma Guo dengan suara yang lantang dengan pandangan mata yang tajam.
Kota Xilin yang akhirnya berhasil bertahan dari serangan Hewan Buas pun akhirnya bisa bernafas lega sementara meskipun dengan luka mendalam yang ditorehkan di hati orang-orang yang ditinggalkan orang yang berharga bagi mereka dengan suara tangisan dan air mata yang tak bisa dihentikan dengan mudah.
“Suamiku! Kenapa kau pergi meninggalkan kami?”
“Ayah!”
“Ibu!”
“Aghhh! Jangan tinggalkan kami!”
Walikota Ma Guo yang tidak menyangka jika pemandangan kegagalan dalam menjaga Kota Xilin dengan benar akhirnya datang kembali membuat Walikota Ma Guo tak sanggup berdiri.
“Walikota!” teriak Fang dengan suara yang keras dengan kecepatan refleks yang bagus menangkap tubuh Ma Guo yang telah kehilangan kekuatan otot kakinya.
Jenderal Tianyi yang melihat Kota Xilin yang telah hancur dengan mayat-mayat yang berserakan pun dengan cepat membantu mengangkat mayat-mayat tersebut dan memberikan pengobatan kepada orang-orang yang terluka.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Li Yuchen selanjutnya untuk menghadapi semua Hewan Buas yang menyerang Akamidi Yunlong? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya.
__ADS_1