
Li Yuchen yang mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya dihadapan semua orang pun membuat Li Ouyang membuka matanya dengan sangat lebar.
Penonton yang menonton pertandingan itu pun menjadi sangat berisik setelah melihat Api yang tidak biasa yang dikeluarkan oleh Li Yuchen.
“Apa? Lihat itu! Bukankah itu adalah Api Bumi Nomor Satu!”
“Tidak mungkin! Apakah itu benar Api nomor satu?”
“Aku tidak percaya ternyata Tuan Muda Li Yuchen memiliki Api Berapi Hitam!”
“Apakah Tuan Muda Li Yuchen juga Seorang Master Alkemia?”
Ketua Mo Lei dan dan Tetua Tu yang baru pertama kali melihat Api nomor satu seumur hidupnya pun menjadi sangat terkejut hingga berdiri dari tempat duduknya.
Mo Tianlang yang tidak mengerti reaksi yang ditunjukkan oleh Ketua dan Tetua dari Paviliun Huanfu menjadi bingung.
“Apakah Api itu benar adalah Api Berapi Hitam yang merupakan Api yang berada di tingkat tertinggi di kelasnya?” tanya Mo Tianlang dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.
“Benar! Itu adalah Api Berapi Hitam! Tidak disangka ternyata Api Berapi Hitam itu ada padanya!” ucap Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang bahagia dan tawa yang sangat keras.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Tetua Tu pun seketika mengubah pandangan semua orang yang awalnya mendukung Li Ouyang pun berbalik mendukung Li Yuchen untuk menjadi Pewaris Keluarga Li.
Li Yuchen yang tidak ingin berlama-lama melawan Li Ouyang pun menembakkan Api Berapi Hitam miliknya ke arah Li Ouyang.
Li Ouyang yang sangat percaya diri dengan kekuatannya pun mencoba menahan Api Berapi Hitam dengan Pedang Pusaka miliknya.
Namun hal itu tidak berhasil karena Api Berapi Hitam dengan cepat melahap Pedang Pusaka milik Li Ouyang sehingga memaksa Li Ouyang melemparkan Pedangnya menjauh.
Li Ouyang yang menyadari jika Api Berapi Hitam sangatlah berbaya pun mulai merasa waspada dan memikirkan cara untuk menangani Api milik Li Yuchen.
“Sial! Ternyata Api itu bukanlah Api yang sembarangan! Pedang Pusaka tingkat Langit milikku pun habis karenanya!” gumam Li Ouyang dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
“Tidak! Aku tidak boleh menghadapi Api Berapi Hitam itu secara langsung karena bagaimanapun itu adalah Api nomor Satu di kelasnya!” ucap Li Ouyang lagi dengan keringat yang terus mengalir ke pipinya.
Li Yuchen yang tidak memberikan Li Ouyang kesempatan menemukan cara untuk menangani Api miliknya pun lanjut menyerang Li Ouyang lagi dengan Api Berapi Hitam.
__ADS_1
Li Ouyang yang belum menemukan cara untuk mengalahkan Api Berapi Hitam pun hanya bisa menghindar sehingga membuat setengah dari Arena pertandingan telah terbakar Api Hitam.
“Kenapa menghindar? Apakah kepercayaan dirimu telah menghilang?” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Baiklah. Bagiamana jika kita akhiri saja pertandingan ini?” tanya Li Yuchen yang mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius dan membuat Li Ouyang tanpa sadar berjalan mundur ke belakang.
“Tinjuan Kaisar Lautan Darah!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras di atas Langit yang kemudian muncul Energi berwarna merah yang sangat pekat di antara kedua tangan Li Yuchen dan tidak hanya itu Energi Merah itu juga muncul di sekitar Li Yuchen.
Tepat setelah semua Energi berkumpul Li Yuchen pun menembakkan Energi berwarna merah ke arah Li Ouyang yang berada di bawah.
Li Ouyang yang tidak ingin diam saja pun mengeluarkan jurusnya dan menahan serangan Li Yuchen dan saat Li Yuchen melihat serangannya tidak berhasil. Li Yuchen pun mengeluarkan serangan kedua.
Li Yuchen yang mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya pun melemparkannya ke arah Li Ouyang tapi tiba-tiba ada sesuatu yang datang ke arah Li Yuchen dengan sangat cepat sehingga membuat Api Berapi Hitam melesat tepat ke sebelah kanan Li Ouyang.
Li Yuchen yang merasakan ada sebuah Jarum Perak yang tertancap di lehernya pun mencabutnya dan membuat semua penonton yang melihatnya pun berteriak.
Ketua Mo Lei yang memperhatikan Pertandingan antara Li Yuchen dan Li Ouyang sejak awal pun bersuara dengan ketidakadilan yang dirasakan oleh Li Yuchen.
“Siapa itu? Beraninya dia melakukan mengganggu pertandingan!” teriak Ketua Mo Lei dengan suara yang sangat keras hingga membuat semua penonton yang awalnya sangat berisik pun terdiam.
“Ketua Mo tidak perlu marah. Aku telah membawa orang yang telah mengganggu pertandingan!” ucap Master Shen dengan ekspresi wajah yang dingin.
Li Zui yang melihat orang suruhannya tertangkap pun seketika menatap matanya dan tanpa pikir panjang orang yang telah ditangkap oleh Master Shen pun meledakkan dirinya sendiri.
Master Shen yang mencoba melindungi dirinya pun dengan sigap mengeluarkan Kertas Segel Formas Perlindungan dan melindungi dirinya dari percikan darah akibat ledakan.
Li Yuchen yang menjadi korban melihat semua itu pun tersenyum sinis sambil berlutut dengan satu kaki di atas Arena dengan Li Ouyang yang menatap pria yang meledakkan diri dengan tatapan mata tidak percaya.
Li Yuchen yang sudah menyadari jika perjalanannya untuk memenangkan pertandingan ini tidak akan mudah tidak menyangka jika Li Zui akan benar-benar melakukan tindakan yang kotor untuk mencegahnya untuk menang.
Li Yuchen yang merasa jika dirinya terlalu sombong dan menganggap jika semua yang terjadi akan berjalan mulus seperti rencananya pun tertawa dengan sangat keras hingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Seo Xiqin yang telah berada di tempat Pertandingan dengan menutup wajahnya dengan cadar pun menjadi sangat cemas saat melihat Li Yuchen mendapatkan serangan tiba-tiba.
“Nona anda harus percaya! Tuan Muda pasti akan baik-baik saja. Nona harus ingat jika Tuan Muda adalah Seorang Master Alkemia tingkat tinggi dan racun itu tidak akan memberikan efek apapun padanya!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Luo’er pun menganggukkan kepalanya dan menatap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil berdoa untuk keselamatan dan keberhasila Li Yuchen.
Li Yuchen yang menyadari jika racun yang masuk ke dalam tubuhnya adalah racun yang berasal dari Daun Hanchu pun dengan cepat menotok beberapa bagian tubuhnya untuk menekan penyebaran racun di dalam tubuhnya.
Li Zui yang berpikir jika Li Yuchen akan segera kehilangan kesadarannya sama seperti Li Chuan dan meninggal dalam diam tidak menyangka jika racun tersebut tiba-tiba berhenti menyebar.
“Tidak mungkin! Bagaimana hal itu bisa terjadi?” ucap Li Zui dengan suara yang kecil dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat.
Li Yuchen yang sangat tau jika Li Zui menempatkan semua harapannya kepada Li Ouyang pun memutuskan untuk membunuh Li Ouyang dan menghancurkan semua harapan Li Zui.
“Pertandingan belum berakhir dan jangan harap kau akan bebas dari kematianmu Li Ouyang!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil melemparkan Api Berapi Hitam miliknya ke arah Li Ouyang.
Li Ouyang yang telah mendapatkan kesadarannya kembali saat melihat Api Berapi Hitam mengarah kepadanya pun langsung menghindar ke arah kanan.
Li Yuchen yang sudah memprediksi gerakan Li Ouyang pun menghilang dan berdiri di belakang Li Ouyang dan meninju tulang rusuk bagian belakang Li Ouyang hingga akhirnya membuat Li Ouyang memuntahkan darah segar.
Li Yuchen yang tidak sampai disitu pun pintu ke arah depan dan menendang dada Li ouyang dengan sangat keras hingga membuat Li Ouyang mundur ke belakang dan terbaring di lantai.
Li Yuchen yang tidak ingin membiarkan Li Ouyang hidup pun melompat ke atas dan mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya.
Api Berapi Hitam yang melesat tanpa ada halangan pun bergerak dengan cepat ke arah Li Ouyang yang terluka parah.
Li Zui yang tidak ingin kehilangan Li Ouyang juga pun langsung melompat dari tempatnya dan menghadang Api Berapi Hitam milik Li Yuchen dengan jurusnya.
Namun hal itu tida bertahan lama, jurus itu pun kalah dengan panas yang berasal dari Api Berapi Hitam milik Li Yuchen.
“Jurus Langkah Petir!” teriak Li Zui dengan sangat keras yang mengarahkan tinjunya yang telah diselimuti petir.
Li Zui yang tidak ingin ikut terbakar pun mengorbankan Pedang Pusaka yang ada di dalam Tas Qiankun miliknya untuk dijadikan tumbal.
Tetua dan Ketua dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu yang melihat sikap Li Zui yang sangat tidak adil pun bersuara.
“Kepala Keluarga Li! Apa maksudnya semua ini? Kenapa kau ikut campur dalam Pertandingan Generasi Muda?” tanya Ketua Xingchen dengan nada suara yang dingin.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan dikatakan Li Zui setelah mendengar protes dari beberapa orang? Apakah Li Yuchen akan diam saja melihat Li Zui yang ikut campur? Jangan lupakan Bab selanjutnya ya...