Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 116. Serangga Pengganggu


__ADS_3

Seo Xiqin yang ditarik tiba-tiba ke dalam pelukan Li Yuchen menjadi sangat terkejut terutama saat mendengar persetujuan dari Li Yuchen dengan mudah.


“Apa? Dia setuju? Apakah aku salah dengar?” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.


“Tidak! Aku tidak salah dengar. Pria ini bernar-benar setuju dengan permintaanku yang tidak masuk akal itu. Bagaimana bisa ada Seorang Pria yang bersedia hanya menikah dengan Satu Istri bahkan rakyat biasa pu bisa memiliki dua orang Istri?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mendorong Li Yuchen dan menjauh darinya.


Seo Xiqin yang masih belum mengerti dan percaya dengan pendengarannya pun mencoba membuktikannya lagi.


“Apa kau yakin dengan ucapanmu itu? Apa kau tidak akan menyesal?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dan tidak percaya di nada bicaranya.


Li Yuchen yang melihat keraguan yang sangat besar di mata Seo Xiqin pun hanya bisa menghela nafas panjang dan mengulangi perkataannya.


“Hah! Apakah hal ini terlalu sulit untuk dipercaya? Jangan khawatirkan permintaanmu, aku menyetujuinya karena aku pun tidak memiliki niat untuk mengambil wanita lain sebagai Wanitaku!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


“Apalagi jika Wanita itu mengetahui Identitasku yang lain, aku semakin tidak ingin menjadikannya wanitaku.” Sambung Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang datar.


Seo Xiqin yang mendengar pernyataan Li Yuchen pun tercengang karena tidak menyangka dengan konfirmasi yang diberikan Li Yuchen padanya begitu mudah.


“Aku senang mendengarnya tapi jika kau melanggarnya maka pada saat itu juga kau tidak akan pernah bertemu lagi denganku. Aku akan benar-benar pergi darimu dan meninggalkanmu sendiri!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang serius dan tajam dengan nada suara yang dingin dan terdengar kejam.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin tiba-tiba teringat dengan kehidupan masa lalunya bersama Permaisurinya yang telah lama pergi karena dirinya membawa Selir Yuwen ke Istana.


“I-ini... Ke-kenapa? Kenapa yang mereka katakan sangat sama?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen merubah ekspresi wajahnya dengan sangat cepat sehingga membuat Seo Xiqin menjadi bingung dengan tindakannya selanjutnya.


“Ke-kenapa wajahnya seperti itu? Apakah aku mengatakan sesuatu yang kelewatan? Tapi bukankah ini bagus, jadi jika dia ingin bersama dengan Tuan Putri maka aku tidak akan menjadi penghalangnya di masa depan.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bimbang.

__ADS_1


Seo Xiqin yang tidak ingin memikirkan hal-hal yang sulit pun memberikan bantal dan selimut kepada Li Yuchen.


“Kita baru bertemu beberapa kali dan langsung menikah. Jadi kita membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan untuk itu kau akan tidur di sana malam ini dan aku akan tidur di sini. Ini adalah bantal dan selimutmu.” Ucap Seo Xiqin dengan kecepatan bicara tanpa jedah dan tangan yang cekatan dalam menyerahkan bantal dan selimut serta gerakan yang sangat cepat mengambil posisi tidur memunggungi Li Yuchen.


Li Yuchen yang melihat semua yang terjadi sangat cepat pun hanya bisa menatap bingung ke arah Seo Xiqin yang telah terbaring di tempat tidur tanpa menyisakan tempat untuknya.


“Apa maksudnya ini semua?” gumam Li Yuchen dengan suara yang sangat rendah tapi masih dapat di dengar oleh Seo Xiqin yang telah menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala dengan selimut.


Li Yuchen yang tidak menyangka jika Malam Pertama yang Panas dan Panjang yang diimpikannya akan berakhir dengan memeluk bantal seperti Jomblo Abadi.


“Hah!” ucap Li Yuchen sambil menarik nafas yang panjang sambil bergerak menuju ke sofa yang akan menjadi tempatnya tidur malam itu.


Li Yuchen yang tidak bisa tidur dengan nyenyak pun menatap Seo Xiqin yang terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh dan kepala yang terbungkus selimut dengan sangat rapat.


“Sepertinya, Malam Pertamaku yang Panas harus ditunda sampai waktu yang belum dipastikan!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menatap kecewa punggung Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang bersembunyi di dalam selimut ternyata tidak bisa tidur dengan nyenyak karena perasaan cemas dan deg-degan pada jantungnya.


“Hah! Aku harap aku tidak membuatnya marah karena tidak mau melayaninya di Malam Pernikahan. Aku harus bisa menjaga jarak yang aman agar tidak melewati batas. Ini semua demi masa depan yang lebih baik.” Ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya.


Namun di saat Seo Xiqin merasakan jantungnya tidak bisa berdetak dengan normal karena dirinya harus berada di dalam kamar yang sama dengan Li Yuchen tiba-tiba Seo Xiqin mendengar seseorang memainkan seruling dengan sangat indah hingga akhirnya membuat Seo Xiqin tertidur.


“Ini.. Sangat nyaman... Aku jadi mengantuk...” gumam Seo Xiqin yang tertidur sambil tersenyum lembut dengan selimut yang hanya menutupi tubuhnya.


Li Yuchen yang ternyata bisa merasakan ada orang yang datang dan mencoba masuk ke dalam Kamar Pengantinnya pun meniupkan seruling yang didapatkannya di Menara Formasi Shinzu.


“Aku hanya memainkan musik pengantar tidur, tidak disangka jika Istriku terhanyut dengan suara musiknya. Sekarang waktunya membereskan serangga pengganggu ini.” Ucap Li Yuchen dengan senyum misterius.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak akan melepaskan mangsanya begitu saja pun mengeluarkan Segel Formasi Transportasi yang langsung meletakkannya di atas pohon.


“Ternyata serangga-serangga ini sedang mencoba mengambil Istriku. Apakah mereka pikir akan semudah itu? Hmmm, sebaiknya aku memberikan mereka sebuah hukuman yang sangat berharga tapi... Kematian adalah hal yang sangat mudah bagi mereka... Aku akan memberikan ketiganya hukuman yang menyenangkan.” Ucap Li Yuchen dengan senyum licik sambil menatap tajam ketiga pria yang mengendap-endap menuju Kamar Pengantinnya.


Li Yuchen yang sebenarnya tidak suka mengganggu orang lain juga adalah tipe orang yang tidak suka diganggu jadi saat ada orang yang mencoba mengganggunya Li Yuchen tidak dapat diam saja dan menonton.


Li Yuchen pun mengeluarkan bubuk tidur dan melemparkannya ketiga orang yang menyusup masuk lalu dalam waktu singkat ketiganya pun tertidur di lantai.


“Orang-orang ini berani sekali datang untuk mengambil Istriku tapi mereka tidak memiliki kewaspadaan sama sekali.” Ucap Li Yuchen dengan eskpresi wajah yang dingin.


Li Yuchen yang telah memanggil Ye Zhin datang pun langsung menyerahkan ketiganya untuk ditangani Ye Zhin sesuka hatinya.


“Bos! Apakah ketiga serangga ini yang telah mengganggu malam panjangmu? Mau aku apakan ketiganya?” tanya Ye Zhin dengan senyum jahat dengan tanduk Iblis yang keluar dari kepalanya dengan ekspresi wajah yang kejam sambil duduk jongkok di hadapan ketiganya yang sedang tertidur di lantai.


“Mereka adalah serangga yang suka mengambil keindahan milik orang lain. Bagaimana jika kau berikan mereka keindahan yang berbeda?” ucap Li Yuchen dengan senyum licik sambil menatap ketiganya dengan pandangan merendahkan.


“Ah! Aku mengerti maksudmu Bos. Bos bisa menyerahkan ketiganya padaku dengan tenang. Aku akan pastikan Bos akan mendengar kabar yang sangat mengejutkan besok pagi. Hehehe...” ucap Ye Zhin sambil tersenyum misterius seperti Li Yuchen saat merencanakan sesuatu yang kejam dan jahat.


Li Yuchen yang mengerti pun meninggalkan ketiganya pada Ye Zhin sementara Li Yuchen kembali masuk dan berjalan ke tempat Seo Xiqin tertidur lelap.


“Kau adalah Istriku dan selamanya adalah Istriku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu dan melakukan kesalahan seperti di kehidupanku yang lalu. Aku akan membuatmu jatuh cinta dan menyerahkan hati serta tubuhmu padaku secara sukarela. Mimpi indah Qier!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lembut sambil mencium kening Seo Xiqin yang tertidur lelap.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin tertidur sangat pulas pun mengambil keputusan yang sangat ekstrim.


“Hah! Qier ternyata lebih cantik saat tidur. Aku jadi ingin memeluknya. Sepertinya memeluk sebentar saja saat dirinya tertidur dan bangun sebelum Istriku bangun, aku rasa tidak akan menimbulkan masalah nantinya. Hehehe...” ucap Li Yuchen dengan senyum dengan niat yang buruk sambil bergerak masuk ke dalam selimut dan memeluk pinggang Seo Xiqin lalu memejamkan matanya.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi keesokan paginya ya? Dan kabar baik apa yang akan didengar Li Yuchen nanti ya? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2