PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 112


__ADS_3

“Fadly..” Lirih Loly menelan ludahnya. Loly sangat terkejut karena ternyata supir taksi itu adalah Fadly yang menyamar.


“Ya.. Ini aku. Fadly...” Fadly menoleh dan menyeringai menatap Loly yang terlihat mulai ketakutan.


Loly menelan ludahnya kemudian dengan gerakan cepat keluar dari taksi tersebut. Loly berusaha kabur dari Fadly yang bisa dengan cepat menahan lengan-nya.


“Lepasin aku !! Lepas Fadly !!” Teriak Loly marah.


“Aku nggak akan lepasin kamu begitu saja Loly.” Senyum Fadly licik.


“Lepasin aku atau aku akan teriak sekarang.” Ancam Loly terus memberontak berusaha melepaskan cengkraman erat tangan besar Fadly dilengan-nya.


“Silahkan teriak. Teriak yang keras karna sampai suara kamu habis juga tidak akan ada yang bisa nolongin kamu disini.” Balas Fadly santai.


“Iiihhh.. Lepasiiiinn...!!”


“Tolong..!!!”


“Siapapun disini tolong saya.. !!”


Teriakan minta tolong Loly membuat Fadly tertawa. Pria itu merasa sangat puas melihat wajah ketakutan Loly.


“Ayo ikut..” Fadly menyeret Loly agar ikut dengan-nya.


Pria itu menarik paksa tangan Loly yang terus saja memberontak mencoba untuk melepaskan diri dari Fadly.


“Fadly lepasin aku !!”


“Ayo ikut.”


“Nggak mau..!! Lepasin !!”


Loly mulai menangis saking takutnya. Loly tidak tau apa yang sedang direncanakan Fadly sekarang. Padahal Loly pikir dengan mengadukan yang tidak tidak pada Sinta itu akan membuat Fadly tidak berani lagi padanya.

__ADS_1


Merasa kesal karna Loly yang terus memberontak, Fadly pun membopong paksa tubuh Loly kemudian membawanya masuk ke hutan menjauh dari mobil taksi yang Fadly sewa untuk menculik Loly.


Loly terus berusaha melepaskan diri. Loly memukul bahkan sampai menggigit bahu Fadly membuatnya sempat bisa melepaskan diri dan sembunyi dari kejaran Fadly. Namun itu tidak lama karna akhirnya Fadly bisa menemukan-nya dan menangkapnya lagi membawanya kesebuah gubug kecil yang begitu kumuh dan kotor.


“Apa mau kamu sebenarnya Fadly. Aku tidak mengusik kamu. Kenapa kamu bawa aku kesini hah?!”


Loly menangis dengan dada kembang kempis. Tatapan-nya menyiratkan ketakutan juga kebencian secara bersamaan.


“Kali ini aku melakukan-nya bukan untuk kakak ku Loly. Tapi untuk diriku sendiri.” Ujar Fadly sambil mendekati Loly yang melangkah mundur untuk menghindari Fadly.


“Kamu nggak bisa kemana mana sekarang Loly..” Ujar Fadly menyeringai menatap Loly yang ketakutan.


“Aku minta maaf Fadly.. Aku janji nggak akan mengadu yang tidak tidak lagi pada tante Fadly.. Tapi tolong lepasin aku..”


Suara Loly mulai bergetar. Loly benar benar ketakutan sekarang.


Langkah mundur Loly terhenti. Loly terpojok disudut ruangan dan tidak bisa lagi kemana mana sekarang.


“Nggak segampang itu Loly.. Kamu sudah membuat mamahku tidak lagi percaya padaku. Kamu bahkan membuat mamahku selalu menuntut supaya aku meminta maaf sama kamu.”


Loly menggelengkan kepalanya. Loly memang mengarang cerita pada Sinta tentang Fadly sebelum menyusul kedua orang tuanya keluar negeri.


“Fadly aku mohon lepasin aku...” Loly terus menangis dan memelas bahkan sampai memohon pada Fadly agar Fadly mau melepaskan-nya.


“Bukankah kamu mengfitnahku? Kamu mengadu sama mamahku. Kamu bilang aku mencoba memperkosa kamu..” Fadly tersenyum sinis menatap Loly yang tersudut dan tidak bisa lagi kabur darinya.


“Aku minta maaf.. Aku minta maaf Fadly.. Aku akui aku salah..”


“Maaf kamu tidak akan bisa mencegah semua yang sudah terjadi Loly. Sekarang aku akan melakukan apa yang kamu fitnahkan padaku. Percuma juga kalau aku tidak melakukan-nya. Kamu sudah terlanjur membuat kepercayaan mamahku berkurang padaku.”


Loly menggelengkan kepalanya. Loly tidak menyangka semuanya akan terjadi.


“Jangan Fadly.. Aku mohon jangan..”

__ADS_1


“Kenapa? Kamu takut heh?”


Fadly tertawa pelan. Saat ini perasaan dan hatinya benar benar dibutakan oleh dendam. kepercayaan Sinta adalah segalanya bagi Fadly. Tapi dengan gampangnya kepercayaan itu runtuh oleh karangan Loly.


“Fadly tolong jangan lakukan itu... Aku mohon...”


Terlambat sudah. Loly sudah tidak bisa kemana mana lagi. Loly tidak akan bisa lepas dari cengkraman Fadly. Meskipun Loly terus memberontak dibawah kuasa Fadly, namun tenaganya tidak sekuat tenaga Fadly. Bahkan tenaga Loly tidak ada apa apanya dibanding tenaga Fadly.


Loly hanya bisa menangis dibawah kungkungan tubuh kekar Fadly.


Ketika hendak melakukan-nya ke inti Fadly langsung tersadar. Fadly bangkit dari atas tubuh tidak berdaya Loly dan terduduk tepat disamping tubuh Loly. Fadly menghela napas mencoba menjernihkan pikiran-nya yang sempat buntu karna dendam pada Loly.


Sedangkan Loly, dia hanya bisa menangis dengan kedua mata terpejam. Didalam gubug kumuh itu kehormatan-nya sebagai wanita lajang akan direnggut paksa oleh Fadly. Loly tidak sanggup melawan Fadly yang begitu kuat diatasnya. Loly hanya bisa menangis dan pasrah dengan apa yang akan dialaminya.


Fadly menoleh pada Loly yang terus menangis disampingnya. Pria itu menatap dress orange Loly yang sudah tidak karuan bentuknya. Bagian bawahnya yang sudah tersingkap sampai perut, juga bagian lengan dan dadanya yang robek karna ulah bringas Fadly tadi.


Sekali lagi Fadly menghela napas. Pria itu kemudian membenarkan dress bagian bawah Loly menurunkan-nya sampai lutut. Fadly juga melepas seragam supir taksi yang dikenakan-nya kemudian dia gunakan untuk menutupi tubuh atas Loly.


Merasa aneh karna Fadly yang tidak kunjung melakukan aksinya, Loly pun memberanikan diri membuka kedua matanya. Loly langsung berhenti menangis melihat Fadly yang menatapnya penuh sesal.


“Kamu...”


“Aku akan anterin kamu pulang.” Sela Fadly kemudian membopong tubuh tidak berdaya Loly yang dia tutupi menggunakan seragam supir taksi.


Loly tertegun. Loly tidak menyangka Fadly akan mengurungkan niatnya. Fadly bahkan sekarang menggendongnya dan membawanya keluar dari gubug kumuh itu.


Cukup lama Fadly berjalan kaki menyusuri hutan dengan Loly yang berada digendongan-nya untuk kembali pada mobil taksi yang dia parkir ditengah jalan. Fadly bahkan tidak perduli meskipun dirinya bertelanjang dada karna bajunya dia gunakan untuk menutupi tubuh bagian atas Loly. Tentu saja karna dress Loly yang sobek dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya.


Sedangkan Loly, dia hanya diam. Loly tidak berani mengatakan apapun lagi. Loly takut amarah Fadly kembali berkobar sehingga kembali melanjutkan niat awalnya.


Loly melirik sekilas pada bahu Fadly. Disana ada luka bekas gigitan. Tidak berdarah namun memerah begitu jelas. Loly yakin itu adalah bekas gigitan saat dirinya mencoba melepaskan diri dari cengkraman Fadly tadi.


Mereka sampai kembali dijalanan yang sangat sepi dimana taksi yang disewa Fadly berada. Fadly mempercepat langkahnya menuju taksi. Fadly membuka pintu dan memasukan Loly dengan lembut ke kursi bagian belakang mobil biru muda itu. Setelah itu Fadly menutup kembali pintunya dan bergegas masuk kedalam mobil. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Fadly maupun Loly. Keduanya sama sama diam hingga Fadly kembali melajukan mobilnya berlalu dari jalanan sepi tersebut untuk membawa Loly pulang.

__ADS_1


__ADS_2