PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 119


__ADS_3

Loly tidak ambil pusing meskipun Faza dan Zahra tidak kunjung keluar dari kamarnya. Loly justru sibuk membantu mbak Lasmi menyiapkan makan malam.


Hal itu membuat mbak Lasmi merasa bingung mengingat bagaimana sikap Loly sebelum ini.


Tidak jauh berbeda dengan mbak Lasmi, Fadly pun merasakan hal yang sama. Loly benar benar sangat aneh menurutnya.


“Aku yakin Loly pasti sedang merencanakan sesuatu sekarang.” Gumam Fadly terus menatap Loly yang begitu aktif membantu mbak Lasmi didapur.


“Kenapa Ly?”


Fadly terkejut ketika tiba tiba papahnya muncul. Pria itu menghela napas meredakan keterkejutan-nya.


“Papah lihat Loly...”


Akbar menurut saja. Namun pria itu mengeryit melihat Loly yang begitu ceria didapur.


“Memangnya kenapa dengan Loly?” Tanya Akbar seperti orang bodoh.


Fadly memutar jengah kedua bola matanya. Pria itu menghela napas sekali lagi.


“Loly sangat aneh akhir akhir ini pah.. Aku yakin Loly pasti sedang merencanakan sesuatu. Papah tau sendiri bagaimana gencarnya Loly mengejar kak Faza. Aku nggak akan biarin Loly berhasil merusak hubungan kak Faza dan Zahra.”


Akbar mengangguk anggukan kepalanya mengerti. Namun pria itu kemudian menoleh dan tersenyum menatap putra bungsunya yang terus menatap Loly.


“Niat melindungi kakak kamu jangan sampai berubah ya Ly...”


Fadly mengeryit kemudian menoleh pada sang papah yang masih menatapnya.


“Apa maksud papah?” Tanya Fadly tidak mengerti.


“Ya.. Biasanya terlalu benci itu bisa jadi benar benar serius.” Jawab Akbar.


“Tentu saja aku serius pah.. Aku nggak pernah main main dengan keniatan aku..”


“Eemm.. Maksud papah benar benar serius jatuh cinta.” Goda Akbar menaik turunkan kedua alisnya menatap Fadly.


Fadly berdecak. Godaan papahnya sangat garing dan tidak masuk akal menurutnya. Fadly merasa dirinya tidak mungkin jatuh hati pada wanita bermuka dua seperti Loly. Wanita yang selalu menghalalkan segala cara demi bisa mencapai tujuan-nya. Tidak perduli apa yang dilakukan-nya baik atau benar.


“Apaan sih papah. Nggak lucu banget.” Decak Fadly.

__ADS_1


“Ya kan papah cuma ngingetin. Hati itu kadang tidak sejalan dengan pikiran kita loh... Papah juga pernah muda. Papah pernah merasakan-nya.”


“Terserah papah.. Yang jelas aku nggak mungkin jatuh cinta pada perempuan kaya Loly.” Tegas Fadly.


“Memangnya ada papah bilang begitu ya?”


Akbar semakin menggoda putranya. Baru kali ini Akbar melihat putra bungsunya seserius itu. Dan Akbar merasa sangat terhibur karna berhasil menggoda Fadly.


Fadly mendelik kesal. Tanpa berkata apapun, Fadly berlalu meninggalkan sang papah yang terus saja menggodanya.


Melihat itu Akbar tertawa. Rasanya seperti Akbar sedang menggoda Fadly yang masih SMP. Mengingat semua itu mendadak Akbar merasa sagat merindukan moment dimana dirinya masih sering bolak balik mengantar jemput Faza dan Fadly berangkat kesekolah.


--------


Dikamarnya Faza dan Zahra baru saja selesai membersihkan dirinya. Mereka berdua tampak sangat mesra setelah saling melepas rindu diatas tempat tidur.


“Mas..” Panggil Zahra sambil membantu mengeringkan rambut Faza dengan handuk.


“Hem...” Saut Faza yang duduk disofa didepan Zahra yang berdiri dibelakangnya.


“Menurut mas tadi yang ngetuk pintu siapa?” Tanya Zahra.


“Mungkin itu mamah.” Jawabnya.


Zahra mengeryit.


“Kok mamah?” Tanyanya tidak mengerti.


“Ya.. Soalnya tadi sore mamah bilang mau dateng kesini sama aku..” Jawab Faza lagi.


Zahra menghela napas. Wanita itu berhenti mengusap usap kepala suaminya dengan handuk putih. Zahra kemudian meraih sisir dan menyisir rambut Faza dengan sangat pelan.


“Pasti mamah datang kesini sama Loly..” Zahra mengerucutkan bibirnya sambil berkata.


Faza tertawa mendengarnya kemudian membalikan tubuhnya. Faza memeluk perut Zahra. Pria itu menempelkan dagunya didada Zahra sambil menatap Zahra.


“Sayang.. Aku nggak akan tergoda pada perempuan lain. Yang aku mau cuma kamu sayang..”


Zahra tersenyum. Meskipun memang dulu Faza sering membuatnya kesal karna terlalu dekat dengan teman wanitanya, tapi Faza tidak pernah berbohong tentang fakta bahwa dirinya memiliki banyak teman wanita diluaran sana.

__ADS_1


“Kamu tau seberapa kerasnya aku menentang perjodohan aku dengan Loly? Itu semua tentu saja karna yang aku mau hanya kamu sayang.. Walaupun memang aku sering membuat kamu jengkel tapi aku benar benar nggak bisa mencintai perempuan lain selain kamu. Yang lebih cantik memang banyak. Tapi yang mampu membuat hati aku bergetar hanya kamu.” Ungkap Faza panjang lebar.


“Jadi maksudnya aku nggak cantik begitu?” Tanya Zahra sedikit melebarkan matanya menatap Faza.


“Bukan begitu sayang.. Kan cantik itu banyak versinya. Ada yang cantik putih, tinggi. Ada yang cantik imut, bahkan ada yang kulitnya hitam tapi cantik.” Jawab Faza.


Zahra menghela napas. Suaminya memang paling pandai merangkai kata.


“Oke oke.. Terserah apa kata kamu mas. Lebih baik sekarang kita makan. Aku udah laper banget.”


“Cium dulu boleh?” Tanya Faza mengedipkan sebelah matanya.


Cup


Zahra mengecup kening Faza yang mudah dijangkaunya. Hal itu membuat Faza mengerucutkan bibirnya karna Zahra mencium keningnya, bukan bibirnya.


“Udah mas ayo.. Aku laper banget.” Zahra melepaskan tautan tangan Faza di pinggang belakangnya kemudian melangkah menjauh dari Faza.


“Ck.. Iya iyaa...” Angguk Faza bangkit dari duduknya disofa kemudian melangkah menyusul Zahra yang sudah berada didepan pintu kamar mereka.


Mereka melangkah bersama menuruni anak tangga dengan Faza yang menggandeng tangan Zahra lembut. Begitu sampai dimeja makan mereka menghela napas melihat Loly dan Sinta yang sedang menata hidangan diatas meja makan.


“Kalian udah bangun?” Senyum Loly menatap keduanya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


Faza memutar jengah kedua bola matanya. Loly mulai mencari muka didepan mamahnya lagi.


Sedang Zahra, dia mengeryit bingung melihat Loly yang mengenakan celemek serta rambut ikalnya yang dikuncir tinggi. Tidak biasanya Loly berpenampilan seperti itu. Padahal dulu saat Zahra masih tinggal dirumah kedua mertuanya Loly selalu berpenampilan modis bahkan saat sedang menata hidangan dimeja makan.


“Mending sekarang kalian duduk. Loly sudah masakin makanan enak untuk kita semua.” Ujar Sinta dengan wajah kesal. Sinta masih tidak terima karna Faza dan Zahra tidak mau membuka pintu saat dirinya mengetuknya tadi sore.


Faza dan Zahra saling menatap sesaat kemudian mengangguk. Mereka berdua duduk berdampingan dalam diam.


“Sebentar, aku panggil Fadly sama om dulu.” Ujar Loly begitu sumringah.


“Papah sama Fadly juga kesini?” Tanya Faza menatap Sinta yang sedang menuang air ke beberapa gelas yang ada diatas meja.


“Ya.. Mamah kesini bertiga sama Loly sama Fadly. Papah nyusul dan baru sampe tadi.” Jawab Sinta jutek.


Faza tersenyum. Faza senang jika sang papah juga ada disana. Paling tidak mamahnya tidak akan berbicara terlalu pedas pada Zahra karna ada papahnya.

__ADS_1


Zahra hanya diam disamping Faza. Zahra yakin sebentar lagi dirinya akan menjadi bahan olokan oleh Sinta. Apa lagi malam ini pertama kalinya Loly datang lagi setelah dua bulan tidak ada kabar.


__ADS_2