PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 180


__ADS_3

Tidak kuasa menahan perasaan curiganya, Loly pun memutuskan untuk mendatangi Fadly. Loly menginginkan kepastian dari kedekatan-nya dengan Fadly. Kedekatan yang terjalin cukup lama namun belum juga kunjung mendapat kepastian dari Fadly.


Suara ketukan pintu membuat fokus Fadly seketika buyar. Fadly berdecak pelan. Dirinya sedang menggarap gambar yang hari harus selesai. Namun suara ketukan pintu itu membuat konsentrasinya hilang seketika.


“Sial !” Umpatnya kesal.


Fadly menatap kearah pintu dengan rahang mengeras. Padahal Fadly sudah mengatakan pada bawahan-nya bahwa dirinya sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Kesal dengan sipengetuk pintu, Fadly pun bangkit dari duduknya. Fadly melangkah lebar menuju pintu. Rasanya Fadly ingin sekali meneriaki siapapun yang ada dibalik pintu ruangan-nya saat ini.


Begitu pintu Fadly buka, Fadly terkejut mendapati Loly yang sudah berdiri didepan-nya dengan ekspresi datar. Fadly mengepalkan kedua tangan masing masing berada disisi tubuhnya.


“Kamu..” Gumam Fadly dengan rahang mengatup keras.


“Aku perlu bicara sama kamu Fadly.. Ini penting.” Ujar Loly kemudian masuk begitu saja melewati Fadly masuk kedalam ruangan pria itu.


Fadly menghela napas kemudian kembali menutup pintu ruangan-nya. Tidak biasanya Loly datang tanpa memberitahunya lebih dulu.


“Aku sibuk sekarang Loly. Lebih baik kamu kembali dengan pekerjaan kamu.”


Loly mengernyit kemudian membalikan tubuhnya menatap Fadly dengan tatapan penuh curiga.


“Ini tentang hubungan kita.”


“Tidak ada yang perlu dibahas tentang hubungan kita. Tolong kamu keluar dari ruangan aku sekarang. Aku sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk meladeni kamu.” Balas Fadly cepat.


Loly menggelengkan kepalanya mendengar apa yang Fadly katakan. Loly tidak menyangka Fadly bisa dengan begitu gampang mengatakan hal yang sangat sensitif itu.


“Apa maksud kamu Fadly?” Tanya Loly lirih.


Fadly menarik napas panjang kemudian menghembuskan-nya dengan kasar.


“Aku sibuk sekarang. Tolong kamu pergi dulu dan jangan ganggu aku. Kita bisa bicara lain waktu.” Ujar Fadly.

__ADS_1


Loly melengos. Loly tidak pernah berhasil dalam mengutarakan perasaan-nya tentang pertanyaan pertanyaan yang selalu bersarang di otaknya tentang perasaan Fadly yang sebenarnya atas dirinya.


“Sebenarnya kamu itu anggap aku apa sih Fadly? Kamu nggak pernah kasih aku kepastian. Dan kemarin tiba tiba kamu minta nomor Mona. Mau kamu itu sebenarnya apa sih?”


Fadly mengeryit. Loly sedang cemburu. Seulas senyum kemudian terukir di bibirnya. Kecemburuan Loly bisa menjadi alasan untuk Fadly mulai melakukan niatnya.


“Nomor Mona? Jadi kamu kesini hanya karna itu? Kamu mengganggu bahkan membuat konsentrasi aku buyar hanya karna kecurigaan tidak mendasar kamu itu? Bukankah kemarin aku sudah bilang sama kamu alasan aku meminta nomor Mona sama kamu? Kamu nggak percaya sama aku?”


Loly mengerjapkan kedua matanya. Kepalanya menggeleng pelan menatap Fadly yang terlihat kecewa karna kecurigaan-nya.


“Fadly aku...”


“Sudahlah. Lebih baik sekarang kamu pergi Loly. Aku lagi nggak mau debat sama kamu. Aku sibuk sekarang.”


Loly menghela napas.


“Oke...” Angguknya pelan.


Fadly menghela napas kasar setelah Loly keluar dari ruangan-nya. Pria itu kemudian kembali melangkah menuju mejanya dan mendudukan dirinya dikursi. Fadly kembali mencoba memusatkan pikiran-nya pada gambar yang sedang digarapnya. Fadly benar benar harus menyelesaikan-nya sore ini juga karna besok dirinya sudah harus pergi lagi keluar kota untuk masalah pekerjaan.


 ------------


Faza dibuat terkejut dengan beberapa rangkaian berita di televisi tentang meruginya perusahaan Loly dan juga batalnya rencana pernikahan Rasya dan Anita. Memang nama keduanya sudah tidak asing lagi sebagai pengusaha muda dengan segala prestasi.


“Apa ini yang membuat Anita juga memutuskan untuk berhenti bekerja?”


Zahra yang ada disamping Faza menoleh dengan cepat mendengar gumaman pelan suaminya.


“Anita memutuskan untuk berhenti bekerja diperusahaan yang sama dengan perusahaan tempat kamu bekerja mas?” Tanya Zahra penasaran.


“Ya sayang.. Anita sudah berhenti dari pekerjaan.” Jawab Faza.


Zahra terdiam. Itu artinya Faza benar benar baru tau tentang batalnya rencana pernikahan Rasya dan Anita.

__ADS_1


“Tina sudah cerita sama aku semuanya mas. Bahkan tentang penyebab Rasya membatalkan pernikahan-nya dengan Anita.”


Faza mengalihkan perhatian-nya dan memusatkan-nya dengan penuh dari layar TV ke Zahra yang berada disampingnya.


“Oh ya? Memangnya kenapa?” Tanya Faza penasaran.


“Karena kamu.”


Faza mengerjapkan kedua matanya beberapa kali mendengar apa yang Zahra katakan.


“Loh kok aku? Memangnya salahku dimana?” Tanya bingung Faza tidak mengerti dengan apa yang Zahra katakan.


Zahra menghela napas. Dari dulu juga sebenarnya sudah tau bahwa Anita memiliki perasaan tidak biasa pada suaminya.


“Ya karena sampai saat ini Anita masih mencintai kamu mas. Anita mengatakan itu dengan jujur pada Rasya dan Rasya tidak bisa menerimanya. Rasya merasa dipermainkan hingga akhirnya marah dan membatalkan rencana pernikahan yang sudah hampir 100% persiapan-nya. Itu yang aku tau dari Tina.”


Faza menelan ludah. Faza masih sangat mengingat saat Anita mengungkapkan perasaan padanya dan Faza dengan tenang menolak karna memang yang Faza cintai hanya Zahra.


“Dari dulu aku sudah menduganya mas. Makanya aku juga dulu pernah memblokir semua kontak teman teman perempuan kamu. Karna pada kenyataan-nya tidak akan ada perasaan sebatas teman jika laki laki dan perempuan sudah dekat.” Ujar Zahra pelan.


Faza tersenyum. Faza juga tau itu. Tapi Faza memilih diam dan tidak menegur Zahra yang hampir saja membuat pekerjaan-nya berantakan dulu.


“Iya deh yang takut kehilangan aku...” Goda Faza menoel ujung hidung Zahra.


Zahra berdecak kesal.


“Memangnya kamu nggak punya perasaan seperti apa yang aku rasakan apa? Kamu nggak tau aja di luar sana banyak yang ngejar ngejar aku. Banyak yang mau sama aku. Tapi karena aku ini perempuan yang setia makan-nya dari dulu aku tetap bertahan dengan kamu. Aku berusaha menjaga cinta kita dan tidak pernah mau dekat dengan teman laki laki.”


Fadly mengangguk anggukan kepalanya mengerti. Faza juga mengakui bahwa dulu banyak yang diam diam menyukai Zahra saat masih sekolah. Tapi karna saat itu hampir seluruh angkatan-nya tau bahwa Faza sedang mengincar Zahra membuat mereka mereka yang memiliki rasa pada Zahra memilih untuk mundur. Tentu saja karna mereka merasa tidak sepadan jika harus bersaing dengan Faza yang terkenal sebagai siswa terpintar seangkatan-nya.


“Iya deh iya aku percaya sayangku.. Kamu memang perempuan terbaik. Kamu segalanya buat aku. Meskipun kadang aku khilaf membuat kamu kesal tapi satu satunya perempuan yang ingin aku lihat saat aku hendak menutup mata dan juga saat aku mulai membuka mata hanya kamu sayang..”


Zahra tersenyum mendengarnya. Zahra kemudian berhambur memeluk Faza yang langsung membalasnya dengan sangat lembut. Faza juga mendaratkan ciuman-nya lama dirambut Zahra dengan kedua mata terpejam.

__ADS_1


__ADS_2