
“Kamu apa apaan sih Ra? Kenapa kamu malah siapin kamar buat mamah sama Loly? Kamu tau nggak sih dengan kamu begitu mamah akan semakin merendahkan kamu.”
Faza marah saat mereka diluar kamar yang akan ditempati Loly dan mamahnya. Faza merasa kesal karna Zahra malah melakukan apa yang seharusnya tidak dia lakukan untuk mamahnya juga Loly.
“Kamu kan bisa minta tolong sama mbak Lasmi, nggak harus kamu turun tangan sendiri menyiapkan kamar untuk mamah dan Loly.”
Zahra tersenyum menatap suaminya yang terlihat sangat kesal. Zahra memang sengaja menyiapkan kamar untuk mamah mertuanya juga Loly. Tapi Zahra melakukan-nya bukan tanpa alasan. Tentu saja karna Zahra berniat mengerjai Loly karna sudah berani mengganggunya dan Faza malam ini.
“Kamu tuh...”
Cup
Zahra mencium bibir Faza membuat Faza langsung diam dari ocehan kesalnya. Pria itu berdecak kemudian melengos saking kesalnya.
“Bawel banget kamu mas kaya Beo.” Tawa Zahra.
“Tau ah.”
Karna kesal, Faza pun berlalu meninggalkan Zahra didepan pintu kamar yang menjadi tempat Loly dan Mamah Faza tidur.
“Yah.. Dia marah..” Tawa Zahra merasa geli melihat tingkah suaminya saat sedang merajuk.
Zahra kemudian menoleh pada pintu kamar bercat putih itu. Zahra terkikik membayangkan Loly yang sebentar lagi akan kena akibat dari mengganggunya dan Faza. Kalau hanya mamah mertuanya saja Zahra tidak keberatan. Tapi karna ada Loly, Zahra menjadi kesal dan merasa terganggu.
“Selamat tidur mamah, Loly..” Bisik Zahra disertai tawanya membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi.
Zahra kemudian berlari menyusul Faza yang sedang merajuk padanya. Zahra tau suaminya pasti salah mengerti maksudnya.
“Mas tunggu..”
Zahra berlari menaiki satu persatu anak tangga mengejar Faza yang terus saja melangkahkan kakinya enggan mendengarkan istrinya.
“Mas...” Rengek Zahra meraih tangan Faza membuat Faza harus berhenti melangkah.
“Tungguin aku...” Rengek Zahra manja.
Faza menghela napas. Niatnya mengajak Zahra pindah adalah agar mereka tidak terganggu oleh mamahnya maupun Loly. Tapi sekarang Loly dan mamahnya juga ada dirumah itu dan sedang menginap.
“Kamu jangan marah marah begitu dong.. Jelek tau mas.”
Zahra menatap Faza yang enggan menatap padanya. Zahra tidak bermaksud membuat suaminya marah.
“Mas...”
__ADS_1
“Aku ngantuk Zahra. Besok aku harus kerja.”
Faza melepaskan tangan Zahra yang memegangnya. Pria itu kemudian kembali melangkah menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua.
Namun baru menginjakan kakinya dibeberapa anak tangga, Langkah kaki Faza terhenti karna teriakan membahana Loly.
“KYYAAAAAAA..!!!!!!”
Faza terkejut namun tidak dengan Zahra. Ketika Faza berlari untuk turun kembali kelantai satu Zahra mencegahnya.
“Zahra Loly teriak. Aku harus cek kesana. Aku takut mamah kenapa napa.”
“Ssshhtt.. Mamah akan baik baik saja mas. Percaya sama aku..” Senyum Zahra tetap tenang.
“Tapi..”
“Udah, mending sekarang kita tidur. Katanya tadi kamu capek. Besok kan harus berangkat pagi kerjanya. Ya kan?”
Zahra meraih lagi tangan Faza dan mengajaknya untuk kembali naik. Zahra yakin mamah mertuanya akan baik baik saja. Buktinya yang berteriak hanya Loly, tidak dengan Sinta.
“Zahra tapi mamah...”
“Mas.. Percaya sama aku. Mamah akan baik baik saja. Oke?”
“Apa yang kamu lakukan sebenarnya Zahra?”
Faza melepaskan tangan Zahra dari lengan-nya dan menatap serius pada istrinya. Faza benar benar sangat khawatir sekarang.
Ekspresi Zahra langsung berubah. Senyuman yang sedari tadi menghiasi bibirnya seketika luntur melihat tatapan suaminya.
“Aku beri sedikit pelajaran sama Loly. Kenapa? Kamu keberatan?”
Zahra mengangkat dagunya dengan berani pada Faza yang menggeleng tidak menyangka. Faza sebenarnya tau bagaimana jailnya Zahra. Tapi Faza tidak pernah berpikir sedikitpun Zahra akan menjaili Loly saat sedang bersama mamahnya.
“Ya Tuhan.. Zahra kamu ngapain sih lakuin itu segala. Kalau mamah yang kenapa napa gimana?”
Zahra berdecak kemudian menghempaskan tangan Faza membuat cekalan Faza dipergelangan tangan-nya langsung terlepas.
“Kamu sebenarnya khawatir sama siapa mas? Loly atau mamah? Yang teriak tadi kan Loly, bukan mamah.” Zahra mulai emosi sekarang.
Faza menghela napas kasar. Tidak mau berdebat, Faza pun melangkah menuruni tangga melewati Zahra begitu saja. Faza akan mengecek sendiri bahwa mamahnya baik baik saja.
Zahra yang melihat itu menggeleng tidak percaya. Zahra merasa Faza tidak menghargai dan mengabaikan-nya sekarang. Faza tidak percaya padanya.
__ADS_1
“Nyebelin banget sih kamu mas.” Kesal Zahra bergumam.
Tidak mau sampai Loly mendekati suaminya, Zahra pun akhirnya ikut turun lagi kelantai satu untuk mengecek keadaan mamah mertuanya.
--------
“Kyaaa..!! Tante tolong aku tante.. Aku takut.”
Loly menangis dan terus berteriak saking takutnya. Bagaimana tidak, di rambut bergelombang hitam legamnya ada dua kecoa yang sebenarnya hanya kecoa mainan yang sengaja Zahra taruh diatas pintu sehingga saat Loly membuka pintu kecoa mainan itu jatuh keatas kepalanya. Dan Loly baru menyadari kehadiran dua kecoa mainan itu ketika dirinya bercermin didalam kamar mandi guna membersihkan make up nya.
Sinta yang melihat ada dua kecoa dirambut Loly tidak berani mendekat. Sebaliknya, Sinta justru menjauh dan berlari keluar kamar karna Sinta juga takut pada hewan yang memang sangat menjijikan itu.
“Ada apa mah?” Tanya Faza yang saat itu datang mendekat pada Sinta yang baru keluar dari kamar yang ditempatinya dengan Loly.
Dengan wajah panik bercampur takut Sinta berlari kearah Faza.
“Itu Loly.. Loly ada kecoa di rambutnya Faza..” Adu Sinta ketakutan sampai ucapan-nya tidak jelas.
Faza mengeryit. Sesaat pria itu tampak berpikir sebelum akhirnya seulas senyum terukir dibibirnya. Tidak mungkin jika ada kecoa dikamar itu mengingat kondisi ruangan yang sangat bersih bahkan wangi.
“Udah mamah tenang yah.. Yang penting kan mamah enggak papa.”
Faza merasa lega. Mamahnya tidak apa apa meskipun gurat ketakutan terlihat jelas diwajahnya.
“Kyaaaaaa !!! Tante tolong aku tante.. !! Aku takut..!! Huhuhu..”
Loly terus berteriak dari dalam kamar bahkan sekarang diikuti dengan tangisan ketakutan-nya.
Zahra yang muncul dari belakang Faza hanya bisa menghela napas sembari memutar jengah kedua bola matanya. Awalnya Zahra merasa akan sangat terhibur jika mendengar teriakan ketakutan Loly. Tapi nyatanya tidak. Zahra tetap merasa kesal dan itu tentu saja karna sikap Faza tadi padanya.
“Tuan, nyonya, ada apa?”
Lasmi yang juga mendengar teriakan Loly datang dan terlihat khawatir.
“Ada kecoa didalam. Dan kecoa itu ada di rambut Loly..” Sinta menjawab dengan wajah ketakutan membuat Faza tidak tega dan langsung memeluknya untuk menenangkan.
“Mamah tenang ya.. Mamah aman sama Faza.”
Zahra yang melihat itu hanya diam saja. Ekspresi Sinta sedikit berlebihan menurutnya.
“Biar saya coba cek kedalam nyonya, tuan.” Ujar mbak Lasmi.
“Ya mbak, tolong yah..” Angguk Faza tersenyum.
__ADS_1