PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 261


__ADS_3

Acara pernikahan Reyhan dan Tina berlangsung sangat meriah. Para tamu undangan yang hadir bergantian memberi selamat pada Tina dan Reyhan beserta keluarga besar mereka.


Begitu juga dengan Zahra dan Faza. Mereka bahkan menyempatkan diri untuk berphoto dengan Reyhan juga Tina.


“Mereka benar benar sangat cocok ya sayang?” Tanya Faza pada Zahra yang sedang menikmati hidangan didepan-nya. Sedang Faza, pria itu menggendong Fahri yang begitu anteng meski tidak sedang tidur.


“Ya mas.. Tina dan Reyhan sangat serasi. Cantik dan ganteng.” Senyum Zahra setuju.


Faza menghela napas dan melirik pada Renaldi juga mantan istrinya, Tara. Faza merasa salut dengan kekompakan keduanya yang begitu sangat mementingkan kebahagiaan anaknya.


Tiba tiba Faza teringat pada kedua orang tuanya. Mereka selalu bersama tapi mereka tidak pernah sependapat. Faza yakin hal itu sangat tidak mudah untuk dilalui. Apa lagi jika berada di posisi sang papah. Faza sangat yakin posisi itu tidak semua orang bisa menjalaninya.


“Mas.. Kok bengong sih?” Tanya Zahra menyentuh lembut bahu suaminya.


“Oh enggak sayang.. Aku mau dong cake itu.” Senyum Faza tidak ingin istrinya tau tentang apa yang sedang dipikirkan-nya sekarang.


“Tapi ini bekas aku mas.. Aku ambilin yang baru yah..”


“Aku justru mau yang dikamu sayang.. Aa dong..”


Faza membuka mulutnya meminta untuk disuapi oleh Zahra. Dan dengan sepenuh hati Zahra menyuapi suaminya.


“Eemm.. Enak banget memang kalau disuapin istri tercinta.” Gombal Faza membuat Zahra tertawa geli.


“Apasih kamu mas. Garing banget tau nggak.”


Faza tertawa. Setidaknya Zahra tetap mau bersamanya, mendampinginya dengan tulus meskipun memang sampai sekarang Sinta masih belum mau menerimanya.


Ketika Faza dan Zahra sedang mengobrol ringan, tiba tiba ada seorang pria yang menyapa Faza. Pria itu tidak lain adalah rekan bisnis Faza yang juga menjalin kerja sama dengan Renaldi. Mereka pun mengobrol. Faza juga tidak lupa mengenalkan Zahra pada rekan bisnisnya itu.


--------


“Hay sayang..”


Loly tersentak bahkan hampir saja menjatuhkan gelas yang sedang dipegangnya saat tiba tiba Fadly berbisik dan memanggilnya sayang tepat ditelinganya.

__ADS_1


Loly berbalik dengan cepat. Pria itu benar benar tidak kapok meskipun semalam tenaganya sudah habis terkuras karena dikerjai Loly.


“Ngapain kamu disini hah?!” Tanya Loly dengan gigi mengatup saking kesalnya pada Fadly.


“Aku? Tentu saja aku menghadiri undangan dari Reyhan. Dia temanku juga.”


Loly menyipitkan kedua matanya. Jika dirinya tau Fadly juga akan datang, Loly tidak akan mau menghadiri pesta itu.


“Bagaimana kalau kita ikut berphoto dengan pengantin-nya? Siapa tau kita juga akan cepat menikah seperti mereka. Atau kita juga bisa ikut acara rebutan bunga pengantin-nya nanti. Aku yakin kita yang akan mendapatkan-nya. Orang bilang itu juga bisa membuat kita bisa cepat menyusul menikah.” Ujar Fadly dengan senyuman dibibirnya.


Loly menggelengkan kepalanya. Loly benar benar tidak habis pikir dengan isi kepala Fadly.


“Dasar gila. Nggak jelas.” Umpat Loly kemudian memutar tubuhnya.


Fadly tertawa. Semakin Loly ketus padanya Fadly merasa semakin tertantang. Dan semakin Loly menjauh darinya semakin yakin pula Fadly bahwa Loly memang wanita yang Tuhan kirimkan untuknya.


Fadly melangkah mengikuti Loly yang terus saja menghindar darinya. Loly bahkan sempat mengajak seorang pria mengobrol untuk menghindar dari Fadly.


“Maaf nona, bukankah ini arsitek yang terkenal itu?” Tanya seorang pria yang sedang mengobrol dengan Loly.


Kedua mata Loly membulat. Fadly memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Loly dengan sangat tidak tau malunya.


“Oh ya.. Saya sudah menebaknya. Kalian sangat serasi. Anda pintar juga gagah. Dan Nona Loly.. Dia sangat cantik juga pintar dalam berbisnis.” Puji pria yang juga adalah rekan bisnis Loly.


“Anda terlalu memuji pak. Tapi tolong do'akan yang terbaik saja untuk saya juga calon istri saya yang cantik ini.” Senyum Fadly lebar.


Rahang Loly mengeras. Fadly benar benar tidak tau malu. Pria itu bahkan mengaku ngaku sebagai calon suaminya seperti memang sangat sengaja agar semua orang tau bahwa mereka berdua mempunyai hubungan.


Merasa kesal, Loly pun meraih pergelangan tangan Fadly dan menariknya menjauh dari kerumunan para tamu undangan.


Loly membawa Fadly ke kamar mandi yang ada didapur dikediaman Renaldi.


Dengan kasar Loly menghempaskan tangan Fadly dan menatap penuh rasa jengkel pada pria yang sudah menorehkan luka dihatinya.


“Mau kamu apa sih sebenarnya Fadly? Kamu belum nyakitin aku hah?!”

__ADS_1


Fadly terdiam. Ekspresinya mendadak berubah datar menatap Loly yang terlihat sangat muak dengan apa yang baru saja Fadly lakukan.


“Kamu tau Fadly? kedua orang tuaku sudah sangat membenci kamu. Mereka bahkan juga melarangku untuk berhubungan lagi dengan keluarga kamu. Dan perlu kamu tau, Mommy ku sudah memutuskan pertemanan-nya secara sepihak dengan mamah kamu.”


Dengan penuh emosi Loly mengatakan yang sebenarnya pada Fadly. Loly tidak lagi perduli dengan apapun. Loly hanya ingin Fadly tau semuanya. Loly ingin Fadly sadar bahwa perbuatan-nya dulu berdampak pada orang orang disekitarnya juga.


“Aku tau itu. Aku salah. Dan aku sudah menyadari semuanya Loly.. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semuanya.” Ujar Fadly pelan.


Ekspresi datar Fadly berubah menjadi begitu sendu. Pria itu terlihat menyedihkan sekarang.


Loly melengos. Loly tidak ingin hatinya melemah. Niatnya untuk menjauh dari Fadly sudah benar benar bulat. Apapun yang akan Fadly lakukan Loly tidak akan perduli sekarang.


“Loly lihat aku..”


Fadly mendekat pada Loly dan menutup pintu kamar mandi. Dengan lembut Fadly meraih dagu Loly mengarahkan wajah Loly akan menatapnya.


“Aku cinta sama kamu.. Aku sangat mencintai kamu.. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku janji aku akan berusaha mendapat restu dari kedua orang tua kamu.. Aku akan berusaha semampu dan sebisa aku agar kita bisa bersama..”


Loly menatap tepat pada kedua mata Fadly. Loly dapat melihat keseriusan dan ketulusan Fadly dari tatapan pria itu.


“Aku selalu yakin bahwa kamu masih mencintai aku Loly.. Aku yakin kamu masih perduli sama aku..”


Loly melengos lagi menghindari tatapan Fadly. Namun Fadly justru menangkup kedua pipi Loly membuat Loly kembali menatapnya.


Perlahan Fadly mendekatkan wajahnya pada Loly. Dan sekali lagi Fadly meraih bibir Loly menciumnya dengan penuh kelembutan.


Merasakan lembutnya ciuman Fadly, perlahan Loly pun memejamkan kedua matanya. Loly bahkan juga mulai membalas dan mengimbangi ciuman Fadly membuat Fadly tersenyum disela ciuman mereka.


Fadly menyudahi ciuman-nya dibibir Loly kemudian mencium singkat kening Loly.


Fadly semakin yakin bahwa sebenarnya Loly juga masih mencintainya.


“Aku tidak akan menyerah apapun rintangan-nya Loly. Aku akan terus berusaha sampai kamu benar benar menjadi milikku seutuhnya.” Bisik Fadly.


Loly hanya diam saja dengan tatapan tepat mengarah pada kedua bola mata kecoklatan milik Fadly. Keteguhan hatinya untuk menjauh dan melupakan Fadly mulai goyah. Terlebih ciuman penuh cinta yang Fadly berikan tadi membuatnya hatinya terasa sangat berbunga bunga kembali.

__ADS_1


__ADS_2