PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 88


__ADS_3

Selesai membersihkan dirinya Zahra mendekat pada Faza yang sudah menunggunya di sofa dengan berbagai hidangan lezat diatas meja didepan-nya.


Zahra mengeryit melihat beberapa makanan yang ada diatas meja. Zahra tidak tau menu makanan apa yang dipesan suaminya.


“Udah?” Senyum Faza kemudian menggeser tubuhnya memberi tempat pada Zahra untuk duduk disampingnya.


“Sini sayang.. Kita makan dulu. Kamu juga pasti udah laper kan?”


Zahra mendudukan dirinya disamping Faza dalam diam. Zahra merasa asing dengan hidangan yang ada didepan-nya.


“Eemm.. Mas.. Aku nggak biasa makan makanan disini. Ayam goreng saja ada nggak?”


Faza mengangkat alisnya mendengar apa yang dikatakan istrinya. Sudah Faza duga Zahra pasti tidak akan terbiasa dengan makanan disana.


“Eemm.. Ayam yah.. Ah ini sayang.. Ini namanya Cow Au Vin. Ini kaki ayam sayang.. Kamu cobain deh.”


Faza meraih sepiring makanan yang terbuat dari kaki ayam dicampur dengan anggur merah.


Zahra menatap aneh makanan tersebut. Zahra juga bisa melihat itu adalah kaki ayam. Tapi Zahra ragu makanan itu akan cocok dilidahnya.


“Mas...”


“Cobain dulu sayang.. Kalau kamu takut nyoba kamu nggak akan tau bagaimana rasanya. Aku suapin yah..”


Faza menyendoknya sedikit dan menyuapkan-nya pada Zahra. Sesaat Zahra terdiam setelah makanan tersebut berada dalam mulutnya.


“Gimana rasanya? Enak kan?”


Zahra menatap Faza dengan ekspresi yang Faza tidak bisa mengartikan-nya. Rasanya sebenarnya enak tapi lidah Zahra sedikit tidak nyaman dengan rasa Wine-nya.


“Mas.. Rasanya enak tapi sedikit aneh.” Ujar Zahra pelan.


Faza tertawa mendengarnya. Dulu juga Faza merasakan hal yang sama ketika pertama kali mencobanya. Faza bahkan sempat muntah ketika memakan-nya pertama kali.


“Ada makanan yang lain nggak mas? Aku nggak mau makan ini..” Zahra memelas menatap Faza yang masih memegang piring berisi makanan yang terbuat dari kaki ayam dicampur Wine tersebut.


Faza menghela napas kemudian meletakan sepiring Coq Au Vin itu dan meraih makanan lain yang terbuat dari daging sapi. Beef burguignon namanya.


“Ini apa?” Tanya Zahra ketika Faza menyodorkan sedikit makanan itu didepan bibir Zahra.

__ADS_1


“Ini daging sapi sayang.. Cobain yah..”


Meskipun ragu, Zahra tetap membuka mulutnya menerima suapan dari Faza. Zahra merasa rasa makanan itu dari mulutnya kemudian tersenyum. Rasa dari makanan yang terbuat dari daging itu terasa pas dilidahnya.


“Gimana? Enak?” Tanya Faza.


Zahra tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.


“Iya.. Rasanya enak. Biarkan aku makan sendiri.”


Faza menganggukan kepalanya kemudian memberikan makanan itu pada Zahra membiarkan Zahra memakan-nya sendiri.


“Mas mau coba juga? Aku suapin yah..” Tawar Zahra.


“Boleh..” Angguk Faza kemudian membuka mulutnya menunggu suapan dari Zahra.


Mereka berdua menyantap makanan itu dengan sangat romantis. Saling bercanda dan sesekali saling menyuap satu sama lain.


Selesai menghabiskan makanan itu, Faza dan Zahra menikmati pemandangan indah kota paris dengan berdiri dibalkon kamar tempat mereka menginap. Mereka berdua juga menikmati indahnya menara eiffel saat hari gelap dengan Faza yang memeluk Zahra dari belakang.


“Apa kamu suka?” Tanya Faza dengan sangat pelan bahkan hampir seperti bisikan.


“Eem.. Aku sangat suka.” Angguk Zahra tersenyum manis.


Zahra menghela napas. Dulu saat dirinya masih duduk dibangku sekolah Zahra ingin sekali bisa pergi ke paris tapi tidak pernah bisa karna tidak ada biaya untuk membeli tiket juga uang untuk nya selama di kota itu. Tapi sekarang Zahra berada dikota impian-nya bersama Faza, pria yang sangat dicintainya.


“Mas..” Panggil Zahra melepaskan pelan tautan kedua tangan Faza dipinggangnya.


Zahra kemudian berbalik menghadap Faza dan mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.


“Tau tidak, dulu aku ingin sekali pergi kesini. Tapi nggak pernah bisa. Kak Aris pernah mengajakku dulu tapi aku menolak. Aku tidak mau menghabiskan uang kak Aris. Tapi sekarang aku ada disini. Dikota serba mewah yang sejak dulu sangat ingin aku impikan. Bersama orang yang sangat aku cintai..” Lirih Zahra menatap tepat pada kedua bola mata suaminya.


Faza tersenyum mendengar penuturan lirih istrinya. Faza tidak pernah tau jika Zahra ingin sekali mendatangi kota indah itu karna Zahra tidak pernah menceritakan-nya. Tapi Tuhan sudah menetapkan skenario indah itu. Menjadikan Faza sebagai pria yang mewujudkan keinginan istrinya sejak dulu bahkan mungkin sebelum mereka saling mengenal.


“Aku senang karna orang yang membantu mewujudkan keinginan kamu itu adalah aku, bukan kak Aris atau laki laki lain..” Balas Faza kembali meraih pinggang Zahra merapatkan tubuh mereka.


Zahra tertawa pelan.


“Aku juga tidak menyangka kamu yang mewujudkan keinginan aku mas.. Terimakasih untuk semua ini..”

__ADS_1


Faza menggelengkan kepalanya. Mimpi Zahra terwujud bukan hanya karna dirinya. Tapi karna campur tangan pemilik perusahaan tempatnya bekerja yaitu Alex Mahendra.


“Harusnya kamu berterimakasih pada pak Mahendra sayang.. Dia yang menghadiahi aku tiket kesini. Ini..”


“Tapi pak Mahendra tidak akan memberikan-nya jika kamu tidak menjadi kebanggaan-nya mas. Kamu berhasil meraih jabatan tinggi diperusahaan. Dan itu adalah bukti kerja keras kamu selama ini. Jadi semua ini tentu saja karna kamu.” Sela Zahra memainkan jari jarinya didada bidang Faza.


Faza tersenyum lagi kemudian mengangguk.


“Baiklah kalau memang menurut kamu begitu. Jadi sekarang aku boleh dong minta imbalan sama kamu atas apa yang aku lakukan?”


Zahra mengangkat satu alisnya mengeryit menatap Faza yang tersenyum penuh arti padanya.


“Imbalan? Jadi nggak ikhlas mas ajak aku kesini?” Bibir Zahra sedikit mengerucut mendengar Faza meminta imbalan darinya.


“Well.. Didunia ini bukan-nya tidak ada yang gratis hem?” Faza sedikit menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Zahra. Satu tangan-nya yang sedari tadi bertengger di pinggang Zahra naik dan meraih lembut dagu istrinya itu.


Zahra berdecak merasa kesal. Zahra juga menganggap suaminya begitu pamrih padanya.


“Dasar suami nyebelin.” Umpatnya pelan.


“Hey...”


Faza sedikit mengangkat dagu Zahra. Dengan lembut Faza menempelkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Zahra menggeseknya pelan.


“Aku hanya minta kamu untuk menciumku. Sekarang.” Bisiknya.


Zahra perlahan tersenyum mendengarnya. Zahra pikir suaminya akan meminta imbalan yang sepadan dengan apa yang diberikan padanya.


“Mas..”


“Cium aku sayang..” Pinta Faza dengan nada memohon padanya.


Zahra perlahan mengalungkan kedua tangan-nya dileher Faza. Dengan pelan Zahra meraih bibir Faza, menciumnya perlahan tanpa balasan dari suaminya. Sepertinya Faza memang sengaja membiarkan Zahra menguasai bibirnya.


Merasa tidak mendapat balasan atas ciuman-nya, Zahra pun segera melepasnya. Zahra menatap kesal pada Faza yang malah tersenyum menatapnya.


“Kok nggak ada respon sih?” Tanyanya kesal.


Faza tertawa pelan. Ini kali pertama Zahra memagut bibirnya lebih dulu.

__ADS_1


“Baiklah.. Sekarang aku yang akan menguasai kamu sayang..”


Faza mencium bibir Zahra dengan begitu lembut, mesra, juga begitu dalam. Tangan besarnya mengusap lembut pinggang Zahra menekan tubuh Zahra agar semakin menempel padanya. Sedang tangan Faza yang satunya menekan tengkuk Zahra mencegah Zahra melepaskan ciuman-nya.


__ADS_2