PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 69


__ADS_3

“Selamat ya kak.. Kakak cantik banget dengan gaun ini..” Senyum Zahra saat memberikan selamat pada Rosa dan Cio.


Rosa tertawa pelan mendengarnya.


“Terimakasih pujian-nya loh. Terimakasih juga kamu udah mau datang. Dan kamu juga cantik dan imut banget.. Yah.. Meskipun kaya anak SMP.”


Zahra mengerucutkan bibirnya membuat Cio ikut tertawa melihatnya begitu juga dengan Faza.


“Kakak mah gituh..”


“Enggak enggak. Aku hanya bercanda kok. Kamu nggak kaya anak SMP kok. Kamu cantik dan sudah pantas menjadi ibu.” Senyum Rosa kemudian.


Zahra langsung tersenyum. Tubuhnya memang tidak setinggi Rosa, Anita, juga Loly. Tapi Zahra tidak pernah merasa minder dengan tinggi tubuhnya yang memang setinggi anak SMP itu.


“Ya udah kak sekali lagi selamat yah.. Aku mau makan deh. Laper..” Ujar Zahra sambil menepuk pelan perutnya.


Awalnya memang Faza mengajak untuk makan malam dulu saat dalam perjalanan menuju pesta. Tapi Zahra menolaknya karna tidak ingin terlambat datang dan melewatkan pesta dansanya.


“Haha.. Oke oke. Nikmati yang ada aja ya Ra..” Angguk Rosa sambil tertawa.


“Sip kak. Ayo mas.”


Zahra bergelayut di lengan Faza mengajak pria itu untuk mengisi perutnya dengan hidangan yang sudah disediakan.


Zahra dan Faza mendudukan dirinya di kursi yang berada ditengah antara tamu undangan lain-nya. Zahra kemudian mengambil semua hidangan yang ada dan melahapnya dengan sangat antusias.


Faza yang melihat cara istrinya makan hanya bisa tertawa. Faza tidak merasa risih ataupun malu dengan tingkah istrinya itu. Faza juga tidak perduli dengan pandangan orang lain pada istrinya saat ini.


Karena terlalu antusias, Zahra sampai tidak sabar bibirnya sedikit belepotan karna makanan yang dilahapnya. Melihat itu Faza pun meraih tisu bermaksud membersihkan bibir istrinya yang belepotan.


“Hey..”


Zahra berhenti melahap makanan didepan-nya kemudian menatap pada Faza yang terus saja tersenyum.


“Pelan pelan sayang makan-nya..” Ujar Faza lembut sambil mengelap bibir Zahra menggunakan tisu.


Sesaat Zahra terdiam. Tatapan suaminya begitu lembut dan dalam. Zahra tidak bisa bohong, Faza terlihat sangat tampan dengan setelan jas hitamnya. Pria juga tampak cool dengan gaya rambut barunya yang baru sekarang Zahra sadari.


“Aku boleh gabung kan?”


Suara Loly membuat suasana romantis antara Faza dan Zahra buyar seketika. Zahra berdecak dan menghela napas kesal. Sedang Faza, pria itu kembali mengusap lembut bibir Zahra dengan tisu yang dipegangnya.

__ADS_1


“Aku juga.” Timpal Fadly yang membuat senyuman dibibir Zahra mengembang. Zahra yakin Fadly pasti memang sengaja ingin ikut bergabung agar bisa mengatasi Loly.


“Oh silahkan silahkan..” Antusias Zahra. Mood nya yang sempat jelek seketika kembali bagus karena kehadiran Fadly.


Zahra bangkit dari duduknya kemudian berpindah duduk disamping Faza. Loly yang melihat itu langsung mengambil tempat duduk disamping kiri Faza sehingga posisi Faza sekarang berada ditengah antara Loly dan Zahra.


“Loly, bisa tidak kamu jangan deket deket suamiku?”


Faza menarik napas dalam dalam. Entah harus bagaimana dirinya bersikap sekarang. Loly begitu keras kepala tetap mengejarnya meskipun Faza sudah terang terangan menolaknya. Loly bahkan berani menantang Zahra, istrinya.


“Biarin. Mas Faza aja nggak keberatan kok.” Balas Loly yang malah semakin merapatkan tubuhnya pada Faza.


Zahra yang melihat itu merasa semakin kesal. Zahra bangkit dari duduknya kemudian menarik Faza agar ikut berdiri.


“Dasar tidak tau diri. Udah tau mas Faza ada yang punya masih aja dideketin. Perempuan gatel.”


“Bodo amat.” Balas Loly acuh.


Merasa gemas, Zahra pun meraih segelas minuman dan hendak menyiramkan-nya pada Loly namun dengan sigap Faza mencegahnya.


“Sayang sayang udah.. Nggak perlu begini oke? Mending sekarang kita pergi dari sini. Kita dansa, mau kan?”


Zahra berdecak sebal kemudian menaruh kembali segelas minuman yang dipegangnya.


“Sshhtt.. Udah udah.. Ayo kita dansa yuk biarin Loly sama Fadly.”


Seperti sudah tidak punya rasa malu sedikitpun Loly ikut bangkit dari duduknya. Loly meraih lengan Faza membuat Faza menoleh padanya.


“Aku juga mau dansa mas.” Katanya.


Faza menatap tangan Loly yang melingkar dilengan-nya kemudian menatap tajam pada Loly yang tersenyum manis padanya.


“Lepas Loly.” Tekan-nya dengan rahang mengeras.


“Nggak, aku mau dansa juga.”


Zahra yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya melepas rangkulan Faza dipinggangnya. Tangan Zahra merasa sangat gatal ingin sekali mencakar wajah tidak tau malu Loly.


“Kamu...”


Faza mendelik. Tidak mau istrinya membuat kekacauan dipesta pernikahan teman-nya, Faza kembali mencegah tindakan istrinya dengan membopongnya dan mencium langsung bibirnya agar Zahra tidak berteriak.

__ADS_1


“Tolong tenang sayang.. Jangan permalukan diri kamu sendiri didepan banyak orang.” Bisik Faza setelah mencium bibir Zahra.


Zahra terdiam kemudian menganggukan kepalanya. Wanita bergaun toska itu menurut saat Faza membawanya menjauh dari Loly dan Fadly.


Loly yang tidak mau Faza dan Zahra berdansa hendak mengejar namun lagi lagi ditahan oleh Fadly.


“Kamu orang luar Loly. Jangan ganggu mereka.”


“Lepasin aku atau aku akan adukan kamu pada tante.”


Loly mencoba melepaskan cekalan tangan Fadly serta mengancamnya. Namun sepertinya ancaman itu tidak mempan karna Fadly malah tertawa menanggapinya.


“Kamu pikir kamu bisa mengancamku Loly?” Tanyanya santai.


Loly mengepalkan tanganya merasa sangat geram. Satu tangan-nya yang bebas terangkat dan hendak melayangkan tamparan pada wajah tampan Fadly tapi dengan gesit Fadly menangkisnya.


“Jangan macam macam kamu Loly atau aku yang akan membuat kamu malu didepan semua tamu undangan.” Ancam balik Fadly menatap Loly tajam.


Loly menelan ludahnya melihat itu. Fadly benar benar terlihat menyeramkan sekarang. Padahal Loly pikir Fadly akan ciut jika Loly mengancam akan mengadukan pada Sinta.


“Kamu..”


“Duduk dengan tenang sekarang atau segelas minuman itu akan membasahi wajah cantik kamu sekarang juga Loly.” Sela Fadly lagi mengancam.


“Duduk.” Perintah Fadly.


Loly berdecak kesal kemudian menghempaskan tangan-nya yang dicekal Fadly dan duduk kembali dikursinya.


“Brengsek.” Umpat Loly dalam hati.


--------


“Mah.. Ada yang ingin papah bicarakan.” Ujar papah Faza mendekat pada mamah Faza yang sedang santai membaca majalah.


“Bicara aja pah.” Balasnya tanpa menatap papah Faza yang duduk disampingnya.


Papah Faza menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan. Pada awalnya papah Faza berniat menyembunyikan semuanya seperti yang Faza minta. Tapi setelah memikirkan ulang semuanya kembali, papah Faza berpikir akan lebih baik jujur dari pada terus terusan berbohong.


“Papah mau jujur mah..” Lirih papah Faza menundukan kepalanya.


“Tentang hubungan kamu dengan bella? Atau tentang kebohongan kamu yang selalu mengatakan keluar kota?” Tanya mamah Faza santai bahkan seperti tanpa beban saat menanyakan-nya.

__ADS_1


Papah Faza terkejut mendengarnya. Pria itu pikir selama ini kebohongan-nya sudah dengan sempurna dia tutupi.


“Tidak usah dibahas. Dulu bukan-nya mamah juga pernah selingkuh diawal pernikahan kita? Mamah sudah tau semuanya tapi mamah memilih diam. Sekarang semuanya impas pah. Kita sama sama pernah selingkuh. Tolong sudahi semuanya.”


__ADS_2