
Loly berkali kali menghela napas begitu berhadapan dengan Faza. Perasaan-nya benar benar sudah sangat berbeda sekarang. Jika dulu berdua dengan Faza adalah sesuatu yang sangat Loly nantikan, tapi tidak untuk sekarang. Sekarang Loly merasa tidak nyaman hanya berdua dengan pria itu di ruangan-nya.
Sedangkan Faza, pria itu menatap Loly dengan wajah datarnya. Setelah mendengar apa yang Fadly katakan, Faza bertekad dirinya harus bisa melindungi hubungan-nya dengan Zahra bagaimanapun caranya.
“Apa tujuan kamu sekarang sebenarnya Loly?” Tanya Faza dengan tatapan-nya yang berubah tajam.
Loly mengeryit merasa bingung. Loly tidak mengerti dengan apa yang Faza tanyakan.
“Kamu mengejar Fadly, tapi kamu masih menyusun rencana untuk memisahkan aku dan Zahra. Apa sebenarnya yang kamu lakukan pada Fadly juga adalah bagian dari rencana kamu dan mamahku?”
Loly diam. Pikiran-nya benar benar sedang tidak bisa bekerja dengan baik sekarang. Faza tiba tiba datang dan bertanya tentang rencana yang Loly sendiri tidak tau rencana apa. Karna sebenarnya banyak sekali rencana yang pernah Loly rancang untuk Zahra dan Faza sebelum perasaan-nya berubah.
Loly menghela napas lagi. Loly menelan ludahnya menghadap kearah lain menghindari tatapan tajam Faza agar dirinya bisa dengan baik berpikir.
“Jadi kamu datang kesini untuk menanyakan ini mas?” Tanya Loly pelan.
“Tentu saja.” Jawab Faza tenang.
Loly mengangguk anggukan kepalanya. Tidak ada lagi yang harus Loly tutup tutupi. Baik tentang rencananya yang berubah juga perasaan-nya pada Fadly sekarang.
“Oke, jadi sebenarnya aku dan tante memang menyusun rencana untuk memisahkan kalian. Bahkan aku yang memberi ide pada tante. Tapi untuk sekarang aku punya rencana lain lagi. Aku tidak akan melakukan apa yang sudah sejak lama aku dan tante susun. Dan semua itu karna Fadly.”
“Apa maksud kamu Loly?” Tanya Faza tidak paham dengan apa yang Loly katakan.
Loly tersenyum.
“Ada satu kejadian yang membuat perasaan aku hilang sama kamu mas. Dan entah kenapa aku merasa Fadly adalah orang yang tepat untuk aku..”
Faza menatap aneh pada Loly. Pria itu masih tidak paham.
“Begini saja. Bagaimana kalau kamu bantu aku menyusun rencana supaya tante juga berubah pikiran dan tidak lagi meneruskan perjodohan kita?”
“Apa?”
“Bantu aku dekat dengan Fadly. Bagaimana?”
Faza tertawa mendengar apa yang Loly tawarkan padanya. Faza memang tidak keberatan jika Fadly dan Loly bersama. Tapi jika untuk menekan atau memaksa Fadly supaya mau dekat Loly Faza merasa enggan. Faza tidak mau memaksakan kehendaknya pada Fadly.
__ADS_1
“Kamu salah kalau berpikir aku akan membantu kamu Loly. Karna aku tidak akan memaksakan apapun pada Fadly.”
Ucapan Faza membuat ekspresi Loly berubah. Loly mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan apa yang Faza katakan.
“Dengar Loly, aku tidak keberatan kamu menyukai Fadly. Tapi aku tidak bisa membenarkan jika ada paksaan didalamnya.”
“Aku tidak memaksa. Aku hanya sedang berusaha.” Balas Loly cepat.
“Terserah. Yang jelas aku tidak mau kalau sampai kamu tetap menyusun rencana tidak baik untuk hubunganku dan Zahra. Apapun alasan-nya aku tidak perduli Loly. Karna kalau sampai ada sesuatu yang menimpa kehidupan rumah tanggaku dengan Zahra, kamu orang pertama yang akan aku cari.”
“Apa apaan ini? Kenapa kamu mengancamku?”
“Ini bukan ancaman Loly. Tapi ini peringatan buat kamu.”
Faza bangkit dari duduknya setelah berkata. Tanpa mengatakan apapun lagi Faza pun melangkah keluar meninggalkan Loly yang menggeleng tidak menyangka dengan apa yang Faza katakan. Loly tidak menyangka ternyata Faza adalah pria yang seperti itu. Sangat jauh dari penilaian-nya selama ini.
“Hhh.. Kenapa semuanya jadi serumit ini..” Gumam Loly frustasi.
-----------
Yang membuat Fadly heran adalah mamahnya datang tanpa memberitahunya lebih dulu. Dan itu benar benar sangat tidak biasa mengingat mereka masih tinggal satu atap.
“Sekarang hanya ada kamu dan mamah disini Fadly. Kamu nggak perlu menutupi apapun dari mamah.”
Fadly mengeryit bingung. Fadly tidak mengerti apa yang dimaksud mamahnya. Dan lagi, Fadly juga tidak menutupi apapun dari Sinta selama ini. Kecuali perbuatan tidak terpujinya yang hampir saja merenggut kehormatan Loly.
“Maksud mamah apa?”
“Disini tidak ada papah kamu yang bisa melerai kalaupun kamu mau mendebat mamah. Sekarang jujur dan katakan semuanya sama mamah. Tentang kamu dan Loly.”
“Loly?”
Fadly semakin bingung dan tidak tau harus mengatakan apa tentang Loly. Karna pada kenyataan-nya Fadly dan Loly tidak mempunyai apapun yang ditutup tutupi.
“Mamah bukan perempuan bodoh Fadly. Kamu dan Loly terlihat tidak biasa.”
Fadly tertawa pelan. Mamahnya benar benar lucu.
__ADS_1
“Kenapa mamah nanya begitu? Aku dan Loly. Itu benar benar nggak masuk akal mah..”
“Ya memang. Apa lagi kalau sampai kalian bersama. Itu sangat tidak masuk akal dan tidak bisa mamah terima.”
Fadly menghela napas. Fadly juga tidak sedikitpun mempunyai bayangan seperti itu dalam pandangan-nya.
“Bukan-nya mamah menjodohkan Loly dengan kakak dan terus memaksa sampai sekarang? Lalu apa hubungan-nya denganku?”
Sinta menggelengkan kepalanya pelan karna menganggap Fadly masih tidak mau jujur padanya.
“Mamah tau kamu datang bersama Loly kemarin kerumah kakak kamu Fadly. Sekarang kamu mengelak apa lagi?”
Fadly diam. Tangan-nya mengepal dengan sangat erat. Ingatan-nya kembali pada saat Loly mengancamnya yang berakhir dengan dirinya menyerah dengan menuruti ajakan Loly untuk bersama sama menjenguk Faza yang sedang sakit.
“Itu cuma kebetulan aja mah kita ketemu dijalan.” Bohong Fadly.
Sinta tertawa mendengarnya.
“Mamah tau bagaimana kamu Fadly. Sekarang mulut kamu sedang berbohong. Tapi tatapan mata kamu tidak. Ada sesuatu kan yang kamu sembunyikan dari mamah?”
Fadly melengos. Bahkan sekarang Sinta menganggapnya seperti pembohong besar. Dan lagi lagi itu semua gara gara Loly.
“Kalau mamah nggak percaya lagi sama aku, mamah bisa tanyakan sama Loly. Mamah kan percaya banget sama dia.”
Sinta menghela napas. Sinta kali ini merasa Loly dan Fadly kompak menyembunyikan semua darinya.
“Ya sudah kalau kamu tidak mau jujur sama mamah. Tapi ingat Fadly.. Apapun alasan kamu mamah tidak akan pernah menyetujui kamu bersama Loly. Loly itu harus dengan Faza.”
Fadly diam. Entah kenapa Fadly merasa mamahnya mempunyai kasih yang berbeda untuknya dan Faza, kakaknya.
“Memangnya kenapa Loly sama aku mah. Aku kan sama sama anak mamah.. Loly sama aku itu artinya kan juga Loly jadi bagian dari keluarga kita mah..”
Fadly benar benar penasaran sekarang kenapa mamahnya begitu kukuh ingin Loly bersama Faza. Sedang sekarang Loly malah mengejar Fadly.
“Mamah pulang dulu.” Ujar Sinta enggan membalas ucapan Fadly.
Sinta bangkit dari duduknya kemudian melangkah berlalu keluar dari ruangan Fadly tanpa menoleh lagi.
__ADS_1