PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 53


__ADS_3

Sepanjang makan malam berlangsung Loly tetap saja bersikap begitu perhatian pada Faza. Hal itu membuat Zahra merasa sangat tidak nyaman. Terlebih dengan sikap mamah Faza yang terus saja menyanjung Loly dan kentara sekali berusaha mendekatkan suaminya dengan Loly.


Setelah selesai makan malam Zahra berinisiatif sendiri untuk membersihkan meja makan membantu bibi.


“Non biar saya saja..”


Zahra tersenyum sambil menumpuk piring bekas makan malam bersama mereka.


“Enggak papa bi.. Saya sudah biasa kok begini dirumah. Saya malah senang bisa membantu meringankan pekerjaan bibi.”


“Tapi non...”


“Kamu baik banget Zahra..”


Ucapan bibi tersela oleh suara Loly yang entah muncul darimana. Wanita sexy itu tersenyum menatap Zahra seperti sedang meledeknya.


Zahra menghela napas. Sedangkan bibi, wanita itu hanya diam dan fokus dengan pekerjaan-nya.


“Kalau aku sih nggak mau ya melakukan pekerjaan seperti ini. Aku takut tanganku jadi kasar apa lagi kalau sampai alergi karna sabun yang harganya nggak seberapa itu.”


Bibi yang mendengar itu hanya bisa menggeleng tidak menyangka. Padahal biasanya Loly adalah sosok yang sangat manis dan santun. Tapi sekarang didepan Zahra, Loly berkata begitu sangat angkuh dan sombong.


“Mungkin kamu tidak tau bagaimana senangnya melakukan pekerjaan ini Loly. Ya mungkin karna status kita yang juga berbeda.”


Zahra membalas dengan santai ucapan Loly. Zahra ingin sekali melemparkan sisa makanan yang dia kumpulkan pada wajah cantik Loly sebenarnya. Tapi Zahra sadar jika sampai dia melakukan itu akan muncul masalah baru yang pasti membuat Sinta semakin tidak menyukainya.


“Bagus deh kalau kamu menyadari itu Zahra. Paling tidak kamu jadi tau batasan.”


Zahra tertawa dengan kepala menggeleng pelan.


“Tentu saja aku sadar Loly. Aku itu sudah bukan lagi perempuan single. Aku sudah menikah dan punya suami yang begitu tampan juga cerdas. Aku pasti tau batasan aku sebagai perempuan yang bersuami. Sementara kamu, sebagai perempuan single yang baik kamu pasti juga tau kan batasan-nya?”


Senyuman bangga dibibir Loly seketika sirna. Zahra bisa dengan begitu enteng membalas ucapan-nya.


“Apa maksud kamu Zahra?”


Loly menatap Zahra tajam menanyakan apa maksud dari ucapan-nya.


“Aku nggak ada maksud apa apa. Bukankah kita sedang membicarakan tentang batasan? Batasan aku sebagai seorang istri ya dengan tidak bergaul dengan laki laki lain terlalu dekat. Dan kamu yang masih single jangan mendekati laki laki yang sudah beristri. Apa yang aku katakan salah?”


Zahra membalas tatapan tajam penuh amarah Loly dengan santai. Zahra merasa menang sekarang karna berhasil membuat Loly marah dengan ucapan-nya yang menjurus kearah sindiran tegas agar Loly tidak mendekati suaminya.


“Kamu...”

__ADS_1


PROKK PROKK PROKK


Suara tepukan tangan membuat Loly urung melanjutkan ucapan-nya pada Zahra. Loly menoleh dan mendapati Sinta yang muncul dari arah ruang keluarga.


Sinta melangkah mendekat pada Loly dan Zahra yang langsung menundukan kepalanya tidak berani bertatap mata secara langsung dengan Sinta dengan waktu yang lama.


“Bagus bagus.. Kayanya kamu memang pantas melakukan ini Zahra.” Ujar Sinta dengan nada menghina.


Loly yang tidak ingin image baiknya berkurang dimata Sinta berpura pura membereskan meja makan. Hal itu membuat bibi juga Zahra mengeryit bingung.


“Loly berhenti.”


Sinta berkata dengan tegas sambil menahan Loly agar tidak melakukan pekerjaan tersebut.


“Tante sebentar aku bantuin Zahra sama bibi dulu..”


“No... Ini bukan pekerjaan kamu. Biarkan Zahra dan bibi yang melakukan-nya. Lebih baik sekarang kita nonton sama sama. Faza juga ada disana.”


“Tapi tante...”


“Loly.. Kamu nggak pantes melakukan pekerjaan seperti ini. Kamu bukan pembantu disini.” Sela Sinta.


Loly menghela napas kemudian menganggukan kepalanya berpura pura sedih karna Sinta melarangnya membersihkan meja makan yang sebenarnya hanya akting saja agar terlihat baik dimata Sinta dan keluarganya.


Zahra hanya bisa menganggukan kepalanya. Akting Loly benar benar sangat bagus sampai membuat Sinta begitu percaya dan sangat menyayanginya.


“Iya mah.” Jawab Zahra pelan.


“Bagus. Bibi kamu awasi dia dengan baik. Kalau sampai ada piring atau gelas yang pecah kasih tau saya.”


“Baik bu...” Bibi tidak berdaya dan hanya bisa mengiyakan apa yang Sinta katakan. Bibi tidak berani melawan karna tidak ingin kehilangan pekerjaan yang sudah bertahun tahun dia geluti.


“Ayo sayang.” Ajak Sinta pada Loly.


“Iya tante. Zahra, bibi aku ikut tante ya.. Maaf cuma bisa bantuin dikit.”


Lagi, Loly bersikap sok baik didepan Sinta sebelum mengikuti Sinta yang mengajaknya menuju ruang keluarga.


Zahra menghela napas dengan kepala menggeleng melihat sikap Loly.


“Sabar ya non...” Ujar bibi pelan.


Zahra hanya tersenyum menanggapinya kemudian meraih tumpukan piring dan membawanya menuju dapur untuk segera dia cuci.

__ADS_1


-------


Sementara itu diruang keluarga Faza tampak tidak tenang karna istrinya tidak juga kunjung muncul. Padahal Zahra mengatakan akan menyusulnya nanti.


“Mau kemana Za?” Tanya papah Faza ketika Faza bangkit dari duduknya.


“Eemm.. Aku mau cari Zahra pah.”


Papah Faza hanya mengangguk pelan kemudian fokus kembali dengan siaran TV yang sedang ditonton-nya. Papah Faza tampak tidak terlalu perduli dengan siapapun malam itu. Baik pada istrinya, Zahra, bahkan Loly.


Faza berlalu dari ruang keluarga namun saat sampai didepan pintu Faza berpapasan dengan Loly juga mamahnya.


“Mas Faza.. Mau ngapain?”


Faza berdecak dan enggan menjawab pertanyaan Loly. Faza malah mengfokuskan pandangan-nya pada Sinta yang menuntun Loly.


“Mah.. Zahra mana?”


Merasa diabaikan Loly pun mengerucutkan bibirnya. Faza selalu saja bersikap dingin padanya.


“Mana mamah tau Za.. Kok kamu malah nanyain dia ke mamah sih.” Sinta menjawab dengan nada kesal.


Faza berdecak pelan. Ketika hendak berlalu, Sinta meraih lengan-nya menahan Faza agar tidak melangkah.


“Kamu mau kemana?” Tanya Sinta dengan nada menuntut.


“Aku mau cari Zahra mah..”


“Zahra itu bukan anak kecil Faza. Lagian Zahra juga tidak akan hilang kok. Ayo masuk lagi.. Kita nonton sama sama. Ada Loly loh disini. Jangan cuek begitu dong Za..”


Faza menarik napas dalam kemudian menghembuskan-nya dengan kasar.


“Maaf mah.. Aku mau cari Zahra.”


Faza melepas cekalan tangan mamahnya kemudian berlalu begitu saja untuk mencari Zahra. Faza khawatir dengan keadaan istrinya sekarang.


Sinta berdecak sebal menatap punggung Faza yang berlalu menjauh darinya dan Loly.


”Dasar anak itu..”


“Sudah tante, enggak papa kok. Yuk kita nonton aja. Biarin mas Faza cari Zahra. Kan dia istrinya.” Senyum Loly.


Sinta menganggukan kepala mencoba untuk menahan kekesalan-nya didepan Loly. Keduanya kemudian masuk dan bergabung dengan Fadly juga papah Faza yang sedang asik dengan tontonan-nya.

__ADS_1


__ADS_2