PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 279


__ADS_3

Erika menatap malas pada Sinta yang dengan antusias menghampirinya. Sinta bahkan dengan tidak tau malunya langsung memeluk Erika tanpa sedikitpun menyadari ekspresi malas sahabatnya itu.


“Kenapa nggak bilang mau pulang sekarang sih Er? Padahal aku bisa jemput kamu sama suami kamu loh..”


Sinta kemudian melepaskan pelukan-nya pada Erika. Senyuman terus menghiasi bibirnya tanpa sedikitpun Sinta memahami ekspresi Erika.


“Kamu apa kabar Er?” Tanya Sinta dengan sangat semangat.


Mommy Loly menghela napas kasar kemudian menyuruh suaminya untuk lebih dulu masuk. Erika juga menyuruh si mbok dan asisten rumah tangga yang lain-nya membawa masuk barang barang bawaan-nya.


“Setelah apa yang putra kamu lakukan pada putri saya masih berani kamu bersikap sok manis seperti ini pada saya Sinta?”


Senyuman dibibir Sinta seketika sirna. Sinta menatap tidak mengerti dengan apa yang Erika katakan.


“Kamu ngomong apa si Er? Memangnya kenapa dengan putraku? Oh iya.. Aku paham sekarang.”


Sinta kembali tersenyum kemudian meraih tangan Erika dan menggenggam kedua tangan sahabatnya itu lembut.


“Aku bener bener minta maaf. Aku juga sangat marah bahkan nggak bisa menerima perempuan itu Er. Faza memang keterlaluan karena menolak perjodohan-nya dengan Loly dan lebih memilih perempuan yang jelas jelas tidak sepadan itu. Aku sudah berusaha memisahkan mereka dengan berbagai cara Er.. Tapi yah.. Faza sangat keras kepala dan tetap mempertahankan perempuan itu.”


Erika menggelengkan kepalanya mendengar apa yang Sinta katakan. Wanita itu tersenyum miring menatap Sinta yang mengatakan-nya dengan begitu tenang tanpa merasa sedikitpun apa yang dikatakan-nya adalah sebuah kesalahan.


Erika melepaskan genggaman tangan Sinta dan menghela napas sekali lagi.

__ADS_1


“Er.. Faza memang salah karena menolak perjodohan-nya dengan Loly. Tapi kita tetap bisa mempersatukan anak anak kita. Dan kabar baiknya adalah Loly sedang dekat dengan Fadly. Mereka sangat cocok dan aku yakin kita akan semakin dekat jika mereka berdua menikah Er..”


“Sinta sinta... Kamu pikir saya sudi berbesanan dengan kamu? Loly itu cantik, dia pintar, dan bisa melakukan semuanya sendiri. Sedangkan Fadly? Memangnya dia bisa apa? Dia punya apa? Kamu pikir Fadly pantas dengan Loly?”


Kedua mata Sinta sedikit melebar mendengarnya. Sinta menggeleng tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Erika begitu sangat sinis padanya. Tidak hangat seperti biasanya.


“Maksud kamu apa Er? kenapa kamu bersikap seperti ini sama aku?”


Erika berdecak pelan. Malas sebenarnya jika harus membahas kembali masalah yang pernah menimpa putrinya karena ulah Fadly. Sebenarnya Erika juga bukan wanita yang memandang segalanya dengan harta. Jangankan Fadly yang sudah jelas karirnya. Pria biasa saja asal dia baik dan bisa menjaga Loly dengan benar Erika pasti akan merestui. Erika tau harta bisa dicari.


“Saya malas membahasnya Sinta. Mendingan sekarang kamu pergi dari rumah saya..”


“Erika tunggu. Aku benar benar tidak tau maksud kamu. Tolong jelaskan apa maksud kamu Erika...”


Dengan kasar Erika menghempaskan tangan-nya sehingga cekalan Sinta terlepas.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Sinta. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah saya. Tanyakan sendiri sama putra kamu yang arsitek itu.” Tegas Erika kemudian masuk kedalam rumah mengabaikan Sinta yang sangat terkejut dengan perlakuan kasar sahabatnya sendiri.


“Ya Tuhan Erika....” Lirih Sinta tidak percaya.


Dari depan gerbang yang terbuka lebar Loly melihat semuanya. Meskipun Loly tidak mendengar dengan jelas apa yang mommy nya dan Sinta perdebatkan, tapi Loly bisa memahami dari cara mereka berbicara. Apa lagi ekspresi keterkejutan juga terlihat jelas dari wajah Sinta.


Loly menghela napas pelan. Itu yang sebenarnya Loly khawatirkan. Loly takut mommy nya marah pada Sinta karena mommy nya tau apa yang sudah Fadly lakukan padanya beberapa bulan lalu.

__ADS_1


Loly melajukan pelan mobilnya masuk kedalam pekarangan luas kediaman-nya. Loly tidak tau harus berkata apa pada Sinta jika sampai Sinta bertanya tentang apa yang terjadi padanya karena Loly sendiri yakin Sinta pasti tidak tau apa yang sudah Fadly lakukan padanya beberapa bulan lalu.


Suara deru mesin mobil Loly membuat Sinta mengalihkan perhatian-nya. Sinta langsung melangkah mendekat pada mobil Loly yang berhenti tepat disamping mobilnya.


Sinta menunggu Loly turun dari mobilnya karena ingin bertanya dengan perubahan sikap mommy Loly yang membuat Sinta sangat terkejut dan tidak percaya. Padahal Sinta merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Bahkan terakhir mereka berkomunikasi lewat sambungan telepon juga Erika tidak marah meskipun tau Faza sudah menikah secara diam diam dan menolak perjodohan-nya dengan Loly.


“Sayang.. Tante yakin kamu pasti tau apa yang terjadi kan? Tante benar benar bingung nak.. Tolong kasih tau tante, kenapa tiba tiba mommy kamu berubah begitu sinis pada tante?” Tanya Sinta begitu Loly turun dari mobilnya.


Loly menghela napas pelan. Loly tidak tau harus bagaimana menjelaskan-nya. Karena Loly sendiri sedikitpun tidak menginginkan hubungan mommy nya dan Sinta sampai berakhir tidak baik. Tapi Loly juga tidak mungkin melawan mommy nya yang sudah terlanjur kecewa dan marah dengan apa yang Fadly lakukan padanya.


“Aku juga nggak tau harus ngomong sama tante. Mungkin akan lebih baik jika tante tanyakan secara langsung pada Fadly saja apa yang terjadi.” Ujar Loly pelan.


Sinta menggelengkan kepalanya. Air matanya menetes merasa sangat sedih dan tidak rela jika hubungan baiknya dengan Erika harus berakhir karena sesuatu yang bahkan tidak sedikitpun dia tau.


“Enggak, tolong jangan seperti ini Loly.. Tante benar benar tidak tau apa yang terjadi.. Tante nggak tau apa yang Fadly lakukan. Tolong kasih tau tante.. supaya tante bisa meminta maaf sama mommy kamu..” Tangis Sinta meraih lengan Loly.


Air mata Sinta mengucur deras didepan Loly yang hanya bisa diam saja. Loly tidak tega melihat Sinta yang menangis dan berkata dengan suara tersendat sendat. Kali ini kesalahan Fadly berimbas pada hubungan baik Sinta dan mommy nya.


“Maaf ya tante aku nggak bisa kasih tau ke tante. Lebih baik tante tanyakan sendiri saja pada Fadly. Fadly pasti akan jujur pada tante. Fadly akan mengatakan dan menjelaskan semuanya sama tante. Dengan begitu tante akan mengerti. Tante akan paham kenapa mommy bersikap demikian sama tante. Aku masuk ya tante.”


Loly melepaskan pegangan tangan Sinta dengan sangat pelan. Setelah itu Loly melangkah meninggalkan Sinta masuk kedalam rumah untuk menemui kedua orang tuanya.


Loly tidak tega sebenarnya tapi Loly juga tidak bisa berbuat apa apa. Loly tidak mungkin membela dan membenarkan apa yang Fadly lakukan padanya didepan kedua orang tuanya sendiri. Loly tau keduanya marah karena keduanya sangat mencintainya dan tidak ingin ada orang lain yang menyakitinya.

__ADS_1


__ADS_2