
Siang ini Fadly tetap duduk tenang didalam mobilnya. Jika biasanya Fadly masuk kedalam gedung perusahaan Loly dan memilih menunggu Loly di lobi namun tidak untuk kali ini. Fadly sengaja datang secara diam diam tanpa Mona atau siapapun tau.
Beberapa menit menunggu akhirnya yang dinanti pun keluar. Fadly tersenyum penuh arti melihat Loly yang keluar dari gedung perusahaan-nya.
Fadly segera turun dari mobilnya kemudian melangkah mendekat pada Loly yang tidak menyadari kehadiran-nya.
“Hay...” Sapa Fadly tersenyum manis.
Loly terkejut dan langsung menoleh dengan cepat. Kedua mata Loly sedikit melebar mendapati Fadly yang sudah berada disampingnya.
“Kamu...” Lirih Loly.
Fadly meraih tangan Loly dengan lembut. Hal itu membuat Loly dengan sigap menarik tangan-nya menolak genggaman tangan Fadly.
“Mau apa kamu?” Tanya Loly dengan ekspresi datar.
Fadly tersenyum lagi. Pria itu menghela napas kemudian mengulurkan tangan-nya didepan Loly.
“Hay.. Namaku Fadly Akbar..”
Loly mengeryit tidak mengerti dengan maksud Fadly yang tiba tiba kembali memperkenalkan diri padanya.
“Sejak pertama kali kita ketemu sepertinya kita tidak pernah berkenalan secara resmi.” Ujar Fadly pelan.
Loly hanya diam. Mereka memang tidak pernah saling mengenalkan diri. Loly langsung mengenal Fadly sebagai adik Faza, begitu juga dengan Fadly. Fadly mengenal Loly sebagai wanita yang akan dijodohkan dengan Faza oleh mamahnya.
Karena Loly yang tidak kunjung membalas jabatan tangan-nya, Fadly meraih kembali tangan Loly dan menjabatnya dengan mantap.
Setelah saling berjabat tangan, Fadly melepaskan-nya. Senyuman terus menghiasi bibir Fadly menatap Loly yang masih tidak mengerti dengan maksud Fadly.
“Ya sudah kalau begitu aku pergi yah..”
Loly tetap diam saat Fadly berlalu dari hadapan-nya. Loly merasa aneh dengan sikap tenang Fadly yang tiba tiba mengenalkan dirinya.
Apa yang Fadly katakan memang benar. Mereka berdua tidak pernah saling mengenalkan diri.
Loly terus menatap Fadly yang melangkah menuju mobilnya. Pria itu kembali menoleh padanya setelah membuka pintu mobilnya dan hendak masuk kedalamnya. Fadly tersenyum dan mengangguk pelan menatap Loly sebelum akhirnya masuk kedalam mobilnya dan berlalu dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
“Apa itu tadi? Dia mengenalkan dirinya sendiri sama aku?”
Loly bertanya tanya sendiri. Loly benar benar tidak paham dengan sikap tenang Fadly sekarang.
Tidak ingin terlalu memusingkan sikap Fadly, Loly pun menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.
Dengan kecepatan sedang Loly mengendarai mobilnya berniat menemui client-nya untuk membahas tentang kerja sama mereka yang sedang berlangsung.
Namun sekeras apapun Loly mencoba mengabaikan sikap Fadly, senyuman manis pria itu saat akan masuk kedalam mobilnya terus membayangi Loly. Dan itu sukses membuat Loly tidak bisa berkonsentrasi dengan pembahasan kerja samanya.
“Maaf pak, saya benar benar sedang sedikit tidak konsentrasi hari ini.” Ujar Fadly merasa tidak enak hati pada client-nya itu.
“Tidak apa apa nona. Kalau begitu saya rasa pembahasan tentang kerja sama kita cukup sampai disini nona. Semoga kerja sama kita semakin lancar dan membuahkan hasil yang maksimal.”
Pria paruh baya itu bangkit dari duduknya dengan senyuman tipis yang terukir dibibirnya. Tangan besarnya terulur yang dengan mantap langsung dijabat oleh Loly.
“Ya pak.. Sekali lagi saya minta maaf atas kekacauan tadi.”
“Itu bukan masalah nona. Saya permisi.”
“Ya pak. Hati hati.”
Loly kembali mendudukan dirinya dikursi. Decakan kecil disertai ******* frustasi keluar dari bibir Loly. Fadly benar benar membuat Loly kacau hari ini.
“Ck, dia kenapa sih? Aneh banget. Pake ngajak kenalan secara resmi segala. Dasar laki laki brengsek.” Dumel Loly merasa sangat kesal karena Fadly membuat pembicaraan-nya dengan client tadi kacau.
Deringan ponsel dalam tas kecil Loly membuat Loly menghela napas lagi. Loly segera merogoh tasnya mengeluarkan benda pipih yang terus bergetar itu.
“Mommy...” Gumam Loly tersenyum menatap layar ponselnya.
Loly segera mengangkat telepon dari sang mommy. Apa lagi mommy nya menelepon saat jam kerja sedang berlangsung itu sangat jarang.
“Halo mom..”
“Ya sayang.. Kamu dimana?”
“Loly lagi ditempat biasa mom. Abis ketemu sama client. Mommy lagi apa?”
__ADS_1
Wajah Loly begitu sumringah menerima telepon dari sang mommy. Bahkan pikiran-nya yang sempat kacau karena tingkah tidak biasa Fadly langsung sirna saat itu juga.
“Mungkin ini akan sedikit membuat kamu terkejut sayang..”
Loly mengeryit merasa sangat penasaran dengan apa yang mommy nya katakan.
“Oh ya? Memangnya kenapa mom?” Tanya Loly.
“Mommy sama daddy sudah dalam perjalanan kerumah sayang. Cepatlah pulang. Mommy dan Daddy sangat merindukan kamu..”
Ekspresi Loly langsung berubah. Loly kaget karena mommy nya tiba tiba mengatakan sudah berada dijalan menuju pulang. Padahal tempo hari mommy nya mengatakan akan memberi kabar jika hendak pulang. Tentu saja karena Loly yang akan menjemput sendiri di bandara.
“Halo.. Loly.. Kenapa diam sayang?”
Loly langsung mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Bukan tidak senang dengan kepulangan kedua orang tuanya. Namun itu benar benar sangat mendadak.
“Ah iya mom.. Loly akan pulang sekarang.”
“Oke, mommy tunggu.”
Telepon di sudahi oleh mommy Loly. Loly memejamkan kedua matanya sesaat sebelum akhirnya menghela napas dan bangkit dari duduknya. Loly melangkah keluar dari restoran dengan langkah lebar.
-----------
Sinta sedang melajukan pelan mobilnya kemudian berhenti ketika tidak sengaja melihat Daddy dan mommy Loly yang keluar dari taksi. Keduanya masuk kedalam super market sebentar kemudian kembali keluar dan masuk lagi kedalam taksi yang mereka tumpangi.
“Itu kan Erika dan suaminya. Aku nggak salah liat kan?” Gumam Sinta menatap taksi yang mulai melaju kembali berlalu dari depan super market.
Sinta tersenyum penuh arti. Yakin dirinya tidak salah melihat, Sinta pun mengikuti taksi yang membawa kedua orang tua Loly hingga akhirnya mereka sampai dan masuk kedalam pekarangan luas kediaman mewahnya.
“Ternyata itu memang mereka. Aku harus menemuinya untuk membicarakan tentang hubungan Fadly dan Loly.”
Sinta merasa sangat senang. Wanita itu kembali melajukan mobilnya dan ikut masuk kedalam kediaman kedua orang tua Loly dengan hati berbunga bunga. Wanita itu berpikir Erika dan suaminya akan menyambut kedatangan-nya dengan senang hati seperti pertemuan mereka yang sudah sudah.
Sinta menghentikan mobilnya dihalaman rumah teman dekatnya itu. Hal itu membuat kedua orang tua Loly mengeryit. Keduanya saling menatap sesaat sebelum kembali menatap mobil Sinta.
Sedang Sinta, dengan semangat dia turun dari mobilnya.
__ADS_1
“Erika..” Senyumnya lebar menatap mommy Loly.
Mommy Loly hanya diam saja dengan ekspresi datarnya. Wanita itu merasa sudah tidak perlu lagi mempunyai hubungan apapun dengan Sinta setelah apa yang terjadi pada putri tunggal kesayangan-nya.