PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 270


__ADS_3

“Bagaimana Mona? Sudah nemu orangnya?” Tanya Loly pada Mona yang baru saja masuk kedalam ruangan-nya.


“Sudah nona.. Orang itu sedang didandani dan sudah mengenakan baju anda.” Jawab Mona setelah berdiri didepan meja kerja Loly.


Loly tersenyum penuh arti. Sore ini Loly memang berniat memberi pelajaran pada Fadly.


Loly sengaja menyuruh Mona mencari seseorang yang mau didandani seperti dirinya. Namun Loly tidak mau jika orang tersebut wanita. Loly ingin orang yang berdandan dan menyamar sebagai dirinya adalah seorang pria. Tentu saja itu semua Loly lakukan untuk mengerjai Fadly. Loly bahkan juga rela mengganti bajunya dengan baju lain yang dia kemudian memberikan baju yang sudah dipakainya pada Mona agar di pakai oleh orang yang akan menyamar sebagai dirinya.


“Dia bukan perempuankan?” Tanya Loly menatap Mona serius.


“Tentu saja bukan nona. Dia laki laki. Bahkan dia juga bekerja disini. Dia sedang sangat membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya makanya dia mau menerima tawaran ini. Ya.. Mungkin kita harus memberikan upah sedikit lebih padanya nanti nona.” Senyum Mona tipis.


“Untuk upahnya kamu nggak perlu khawatir. Aku bahkan akan memberikan bonus padanya nanti. Tapi ngomong ngomong dia siapa?”


Mona meringis.


“Namanya Anton nona. Dia satpam disini.” Jawab Mona.


Loly menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut. Loly tau satpam bernama Anton itu. Dia adalah orang yang gigih dan giat bekerja. Dia juga adalah satpam yang menaiki punggung Fadly tadi pagi.


“Oke oke.. Enggak masalah dia siapa. Yang penting dia mau membantuku sekarang.” Ujar Loly mengangguk anggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian ponsel Loly berdering. Ya, Loly sudah membuka blokiran nomor Fadly sehingga Fadly bisa kembali menghubunginya.


“Dia pasti sudah dibawah.” Kata Loly pelan.


“Kalau begitu saya akan cek apakah Anton sudah siap atau belum nona..”


“Ya..”


Mona buru buru keluar dari ruangan Loly. Mona berniat mengecek Anton yang saat dia tinggalkan masih didandani oleh staf lain.


Loly menghela napas kemudian tertawa. Loly benar benar merasa lucu sendiri membayangkan Fadly yang akan sangat terkejut nantinya. Fadly bahkan bisa saja terkena asma mendadak atau bahkan jantungan saking kagetnya begitu menyadari siapa yang bersamanya nanti.


Loly menarik napas dalam dalam sebelum akhirnya mengangkat telepon dari Fadly.

__ADS_1


“Ada apa?” Loly bertanya dengan nada ketus pada Fadly.


“Hey.. Kenapa ketus sekali. Aku sudah didepan.. Turunlah.”


Loly memejamkan kedua matanya menahan tawanya yang benar benar akan meledak. Fadly pasti akan menggoda Anton yang menyamar sebagai dirinya nanti. Bahkan Loly merasakan sakit diperutnya karena menahan tawa itu.


“Ya.. Ya.. Tunggu aku beberapa menit lagi.”


Loly langsung memutuskan sambungan telepon-nya. Loly kemudian tertawa terpingkal pingkal. Loly bahkan sampai memukul mukul meja kerjanya.


Setelah tawanya mereda, Loly langsung mengirim pesan pada Loly agar tidak lupa memakaikan masker pada Anton nanti.


“Maaf Anton.. Aku mengorbankan kamu demi bisa mengerjai Fadly..” Gumam Loly tertawa lagi.


----------


Didepan gedung perusahaan Loly, Fadly terus menunggu dengan sabar. Fadly memang sengaja menjemput Loly dan berniat mengajak Loly makan malam bersama nanti.


Senyum Fadly mengembang ketika melihat Loly keluar bersama Mona yang menuntun-nya. Namun Fadly mengeryit begitu melihat Loly yang mengenakan masker. Fadly juga merasa ada sesuatu yang berbeda dari Loly. Apa lagi Loly juga mengenakan stoking warna hitam. Sedang tadi siang tidak. Dan lagi, Loly terlihat kesusahan berjalan bahkan beberapa kali hampir ambruk jika saja Mona tidak menuntun-nya.


“Kamu kenapa? Mona, kenapa dengan Loly?” Tanya Fadly menatap Loly khawatir kemudian beralih menatap Mona yang gelagapan tidak biasanya.


“Kenapa kamu pakai masker?” Tanya Fadly lagi. Fadly menatap penuh perhatian pada Loly.


Sedang Anton yang sedang berperan sebagai Loly gemetaran ditempatnya berdiri. Demi melunasi administrasi rumah sakit tempat ibunya dirawat, Anton rela didandani seperti Loly. Anton bahkan tidak keberatan mengenakan baju yang baru saja dipakai Loly yang mungkin setelah ini tidak akan lagi dikenakan oleh si empunya.


“Hem nona tiba tiba terkena flu pak. Makan-nya nona memakai masker. Nona takut orang orang disekitarnya tertular.”


Fadly menyipitkan kedua matanya menatap Mona yang gagap saat berbicara padanya. Dan ketika Fadly kembali menatapnya Mona langsung menundukan kepalanya.


“Ya sudah kalau begitu, biarkan Loly bersama saya.”


Fadly mengambil alih Loly palsu dari Mona. Pria itu bahkan menggendong Anton yang mati matian menahan rasa takutnya dan membawanya masuk kedalam mobil.


Sepertinya Fadly memang tidak memusingkan keanehan yang dia lihat dengan sadar dari Loly palsu. Fadly bahkan memperlakukan Loly palsu dengan sangat lembut.

__ADS_1


“Kita ke dokter yah..” Senyum Fadly yang membuat Anton seperti mendapat ancaman kematian detik itu juga.


Anton gemetaran dikursi samping kemudi. Anton yakin Fadly pasti akan sangat marah jika tau bahwa yang diperlakukan begitu lembut bahkan sampai digendong kedalam mobil bukanlah wanita yang dicintainya. Tapi satpam yang pagi tadi memanjat punggungnya agar Fadly tidak masuk kedalam ruangan Loly.


Setelah membantu Loly mengenakan seatbelt, Fadly menutup pintu mobil kemudian berlari kecil mengitari bagian depan mobilnya dan masuk memposisikan dirinya di kursi kemudi.


Ketika hendak menghidupkan mesin mobilnya Fadly mendapati satu lagi keanehan pada Loly. Yaitu lengan Loly yang terlihat berotot juga jari jari yang tidak lentik seperti biasanya.


Namun Fadly langsung mengenyahkan pikiran aneh itu. Fadly berpikir mungkin memang dirinya yang kurang memperhatikan tubuh Loly selama ini. Mungkin juga Loly memang sedang rajin berolah raga sehingga lengan-nya tampak berotot.


Loly yang melihat perlakuan lembut Fadly pada Anton dari tembok kaca ruangan-nya tertawa sambil memegangi perutnya.


“Dasar Fadly bodoh. Hahahah..”


Loly tidak menyangka Fadly bisa begitu gampang dikelabuhi. Padahal jika Fadly orang yang jeli, Fadly bisa saja memperhatikan keanehan dari bentuk tubuh Loly palsu yang saat ini sedang dibawanya pulang.


Padahal jelas jelas tubuh Anton lebih tinggi dari Loly bahkan hampir sama tingginya dengan Fadly sendiri. Apa lagi bentuk kaki dan tangan Anton jelas sangat berbeda dengan Loly.


“Ternyata kamu tidak sepintar yang aku kira Fadly..” Geleng Loly sambil berusaha menghentikan tawanya.


Setelah mobil Fadly berlalu, Loly pun segera beranjak. Loly buru buru keluar dari ruangan-nya. Loly tidak ingin Fadly kembali lagi dan mendapatinya masih di perusahaan saat Fadly menyadari bahwa yang sedang bersamanya bukan lah Loly yang asli melainkan satpam yang pagi tadi sempat menahan-nya agar tidak masuk kedalam ruangan Loly.


Saat Loly keluar dari lift, banyak karyawan yang kebingungan. Pasalnya mereka juga mengira bahwa yang pergi bersama Fadly adalah Loly.


“Mona..” Panggil Loly pada Mona yang masih berdiri didepan.


“Ah, ya nona..” Mona langsung membalikan tubuhnya menghadap Loly.


“Sebaiknya kita pulang sekarang. Aku tunggu kamu dimobil yah..”


“Baik nona. Saya akan mengambil tas saya dulu.”


“Oke...” Angguk Loly kemudian berjalan menuju mobilnya.


Loly yakin Fadly pasti akan sangat kesal jika tau yang sedang bersamanya bukanlah Loly. Tapi Loly juga sangat berharap kekesalan Fadly tidak membuat pria itu emosi sehingga melakukan kekerasan pada Anton.

__ADS_1


__ADS_2