PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 162


__ADS_3

Seminggu setelah kejujuran Loly pada Sinta, Loly merasa Sinta menjadi cuek dan tidak perduli padanya. Saat Loly datang bahkan Sinta sama sekali tidak menyapa. Sinta hanya akan bersuara jika Loly bertanya lebih dulu padanya, itupun dengan jawaban yang singkat.


“Ly...” Panggil Loly pelan pada Fadly yang sedang fokus dengan pekerjaan-nya.


“Hem..” Saut Fadly tanpa sedikitpun melirik apa lagi menoleh pada Loly yang duduk disampingnya.


Loly berdecak kesal. Fadly memang cuek jika sudah fokus dengan masalah pekerjaan-nya.


“Liat aku kenapa sih Ly?”


Fadly menghela napas. Pria itu memejamkan sejenak kedua matanya. Hari ini dirinya memang sangat sibuk. Ada beberapa gambar yang harus dia perbaiki menurutnya.


“Kamu tuh kenapa sih Ly nggak pernah mau liat aku kalau sudah fokus dengan pekerjaan kamu?”


Rahang Fadly mengeras. Semakin kesini Loly semakin memperlihatkan sikap manja padanya. Loly sering ngambek bahkan marah padanya tanpa sebab. Hal itu membuat Fadly kadang harus memutar otak untuk bisa meredakan ngambeknya Loly.


Fadly menarik napas dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan. Fadly merasa sekarang belum saatnya dirinya membuka niatnya mendekati Loly untuk membuat Loly hancur.


Fadly menoleh menatap Loly yang mengerucutkan bibirnya. Pria itu terkekeh geli. Fadly tidak bohong, Ekspresi Loly saat ngambek memang cukup menggemaskan menurutnya.


“Kenapa hem?” Tanya Fadly menatap penuh perhatian pada Loly.


Loly menghela napas kasar.


“Sejak aku jujur pada tante semuanya kayaknya ada yang berbeda.”


Fadly mengeryit.


“Beda apanya?”


Loly melirik Fadly. Ekspresinya terlihat semakin kesal karna pertanyaan Fadly padanya.

__ADS_1


“Masa kamu nggak ngrasa sih? Tante itu sangat cuek sama aku sekarang. Kalau aku datang bahkan tante sama sekali nggak nyapa.” Ujar Loly dengan nada sedikit meninggi.


Fadly terus mengembangkan senyuman dibibir tipisnya. Dalam hatinya Fadly bersorak senang karna rencananya hampir mendekati berhasil.


“Ya kan memang dari awal niatnya kamu sama kakak aku. Bukan-nya kamu dulu juga sangat ngebet pengin dilirik sama kak Faza? Kamu bahkan tidak perduli dengan status kak Faza yang adalah seorang laki laki beristri loh.”


“Kok kamu jadi ngungkit masa lalu?” Tanya Loly kesal.


Fadly tertawa pelan.


“Bukan ngungkit masa lalu sih.. Cuma biar kamu lebih memahami sikap mamah yang sekarang aja. Tapi mungkin itu nggak akan berlangsung lama. Mamah juga pasti lagi mikir mikir sih kenapa bisa kita sekarang dekat.”


Loly diam dan menganggukan pelan kepalanya. Semuanya memang butuh proses. Tidak berbeda dengan dirinya yang saat itu mulai tertarik pada Fadly.


“Terus sekarang bagaimana dengan kita?”


Fadly tersenyum miring. Fadly yakin Loly pasti sangat berharap lebih akan kedekatan mereka sekarang.


“Kamu tiba tiba baik sama aku, perhatian sama aku, bahkan sering kasih aku bunga. Tapi kamu nggak pernah bilang dengan gamblang tentang perasaan kamu ke aku. Sementara aku, aku yakin kamu pasti paham dengan apa yang aku rasakan.”


“Memang aku harus mengejanya?” Tanya Fadly pelan menatap tepat pada kedua mata Loly.


Karna tatapan itu seketika Loly menjadi salah tingkah. Rasa kesalnya sirna seketika. Loly melengos menghindari tatapan dalam Fadly padanya.


“Loly...” Panggil Fadly pelan dan lembut.


Loly menggigit bibir bawahnya sendiri merasa gugup. Loly tidak tau harus bagaimana sekarang. Tatapan Fadly selalu berhasil membuat otak Loly tidak bekerja dengan baik. Bahkan sampai gerakan tubuhnya menjadi tidak karuan. Pengaruh Fadly benar benar sangat besar pada Loly.


“Eemm.. Aku harus pergi sekarang. Ada meeting siang ini.”


Loly langsung bergegas meraih tas kecilnya kemudian bangkit dari duduknya. Namun saat Loly hendak melangkah Fadly menahan-nya dengan mencekal lengan-nya.

__ADS_1


“Tunggu Loly...” Pinta Fadly pelan kemudian ikut bangkit dari duduknya.


Fadly menatap Loly yang berdiri memunggunginya. Wanita dengan dress selutut warna orange itu memang cantik juga menarik. Apa lagi sikap Loly yang terkadang manja juga membuat Fadly sesekali merasa gemas padanya.


“Hati hati dijalan..” Ujar Fadly kemudian.


Loly tersenyum merasa sangat bahagia. Hatinya bersorak gembira karna perlakuan Fadly yang begitu romantis jika Loly sedang merajuk.


“Aku akan menjemput kamu nanti. Kita makan malam diluar yah..”


Sungguh, kebahagiaan Loly benar benar tidak bisa dibendung lagi. Fadly sangat perhatian padanya. Loly juga sangat yakin bahwa Fadly memiliki rasa yang sama seperti apa yang dirasakan-nya. Meski sering kali rasa ragu muncul dan membuat Loly seperti tidak waras karna sikap lembut Fadly padanya.


“Eemm.. Ya..” Angguk Loly.


Fadly tersenyum dan terus mencekal lengan Loly. Itu membuat Loly tidak bergerak dan terus berdiri ditempatnya. Fadly yakin Loly sudah sangat ingin berlalu tapi tidak bisa karna lengan-nya yang terus dicekal oleh Fadly.


“Eemm.. Fadly, aku harus pergi sekarang.” Katanya.


“Oh ya.. Maaf..” Fadly sebenarnya hanya akting saja. Fadly sengaja membuat seolah olah dirinya ingin Loly tetap tinggal disampingnya.


Loly dibuat semakin salah tingkah karna sikap Fadly. Dengan cepat Loly kemudian berlalu keluar dari ruangan Fadly, meninggalkan Fadly yang tersenyum miring merasa senang karna rencananya benar benar berhasil.


----------


“Diganti? Bukan-nya selama ini kinerja Siska bagus ya? Anda juga sepertinya cocok dengan Siska dalam menjalin hubungan pekerjaan.”


Faza diam. Faza sudah memikirkan semuanya secara matang. Dan demi menghindari sesuatu yang tidak di inginkan, Faza terpaksa membicarakan tentang niatnya untuk mengganti Siska dengan yang lain. Semua itu tentu saja untuk mengantisipasi hatinya agar tetap setia pada Zahra. Faza juga yakin dengan jauh dan tidak lagi kontak dengan Siska perlahan perasaan-nya akan hilang.


“Ya.. Kinerja Siska memang bagus pak. Dia tanggap juga pintar. Tapi jujur, saya merasa sedikit kurang nyaman dengan dia akhir akhir ini.” Ujar Faza memberi alasan pada Mahendra.


“Oke oke saya paham pak Faza. Saya sendiri juga tidak akan bisa fokus dengan pekerjaan jika rekan saya tidak sepemikiran dengan saya. Anda boleh mengganti Siska dengan yang lain. Anda juga boleh memilih siapapun sekretaris yang anda mau. Asal anda merasa nyaman saja. Ini juga demi kemajuan perusahaan kan pak Faza?” Senyum Mahendra yang memahami dengan alasan yang Faza lontarkan.

__ADS_1


“Terimakasih atas pengertian-nya pak.” Faza tersenyum senang karna niatnya untuk mengganti Siska mendapat respon positif dari Mahendra.


Faza benar benar merasa harus bisa menyingkirkan kerikil yang menghalangi jalan-nya dengan Zahra. Mungkin keputusan-nya tidak adil untuk Siska. Tapi Faza tidak sama sekali memecat Siska. Faza hanya memindahkan Siska kebagian yang lain agar tidak selalu berada disekitarnya. Itu satu satunya cara yang ampuh menurut Faza. Karna saat berada didekat Zahra saja Faza benar benar bisa menyadari semua kesalahan-nya. Namun saat dekat dengan Siska, perhatian wanita itu terus saja menggodanya agar Faza menuruti perasaan-nya yang jelas jelas sangat dilarang itu.


__ADS_2