PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 204


__ADS_3

Pagi pagi sekali Fadly sudah datang kerumah Faza dan Zahra. Dan tepat saat itu juga Loly datang sehingga mereka tidak sengaja dipertemukan kembali saat mereka berdua sama sama turun dari mobil masing masing.


Loly menghela napas. Sejak dalam mobil Loly sudah mewanti wanti dirinya sendiri untuk tenang saat bertemu dengan Fadly.


Loly memang sengaja datang pagi pagi agar bisa bertemu dengan Zahra kali ini.


“Kamu ngapain kesini?” Tanya Fadly sinis.


Loly tersenyum dan menggelengkan pelan kepalanya tidak menyangka dengan reaksi Fadly saat melihatnya. Padahal Loly pikir mungkin saja Fadly bisa sedikit merasa bersalah karna sudah mempermainkan-nya. Tapi nyatanya, Fadly bahkan bersikap seolah dirinya yang disakiti. Begitu angkuh dan sinis.


“Aku kesini untuk bertemu dengan Zahra dan bayinya.” Jawab Loly jujur.


Fadly tertawa sinis.


“Dengan kamu memperlihatkan wajah polos tanpa dosa ini apa kamu pikir kami akan percaya? Kak Faza dan Zahra bahkan mungkin tidak akan menerima kamu disini. Jadi lebih baik kamu pulang karna kehadiran kamu sangat sangat mengganggu untuk Zahra juga Fahri, keponakanku.” Ujar Fadly menatap Loly sinis.


“Fahri juga sudah aku anggap sebagai keponakan Fadly. Dan Zahra sama Faza tidak keberatan dengan itu.” Balas Loly tersenyum menanggapinya.


Mendengar apa yang Loly katakan, Tawa Fadly semakin keras. Pria itu berpikir Loly tetap tidak akan diterima dirumah itu sebagai tamu.


“Kamu bukan siapa siapa Loly. Jangan besar kepala.”


Meskipun Fadly berkata begitu angkuh dan sinis bahkan sangat merendahkan-nya namun Loly tetap berusaha untuk tenang. Loly tidak emosi. Loly lebih merasa sedih dengan sikap Fadly sekarang padanya. Karna Loly benar benar tidak bisa bohong, rasa itu masih ada untuk Fadly.


“Ya.. Aku memang bukan siapa siapa. Tapi Zahra dan mas Faza tidak keberatan berteman denganku.” Senyum Loly kemudian melangkah meninggalkan Fadly yang masih berdiri ditempatnya dan terus menertawakan-nya.


Kesal dengan balasan tenang Loly, Fadly pun mengejar langkah Loly dan mencekal erat pergelangan tangan Loly tepat saat Loly sampai didepan pintu utama kediaman Faza dan Zahra.

__ADS_1


Karna cekalan tangan Fadly, langkah Loly pun terhenti. Loly tidak langsung membalikan tubuhnya menghadap Fadly. Karna sebenarnya Loly merasa tidak sanggup jika harus berlama lama bertatap tatapan dengan Fadly apa lagi dengan jarak yang begitu dekat seperti sekarang.


“Berani kamu melangkahkan kaki kamu masuk kedalam rumah kakak ku, akan ku lempar kamu dengan kejam.” Ancam Fadly.


Loly tersenyum miris. Fadly kembali memperlihatkan sikap aslinya kali ini. Begitu sinis dan selalu penuh dengan amarah saat bicara bersamanya.


Loly menghela napas kemudian berusaha melepaskan cekalan tangan Fadly dipergelangan tangan-nya. Namun semakin Loly berusaha melepaskan semakin erat dan menyakitkan pula cekalan tangan Fadly.


“Fadly lepasin..” Pinta Loly enggan membalikan tubuhnya.


“Aku akan lepasin kamu tapi dengan satu syarat. Kamu pergi dari sini dan jangan pernah lagi datang.” Ucap lagi terus mengeraskan hatinya.


Geram dengan sikap Fadly, Loly pun dengan cepat membalikan tubuhnya dan menghempaskan dengan kasar tangan-nya yang dicekal Fadly sehingga cekalan erat tangan Fadly pun terlepas.


“Cukup ya Fadly.. Kamu pikir kamu siapa berani menghakimi aku? Kamu pikir aku nggak bisa marah? Kamu pikir aku lemah?”


“Aku memang mencintai kamu Fadly. Bahkan sampai detik ini. Tapi itu bukan berarti kamu bisa seenaknya sama aku. Kedatangan aku kesini untuk bertemu dengan Zahra dan Anaknya. Bukan untuk bertemu dengan kamu. Aku pikir kamu punya sedikit rasa kasihan padaku setelah apa yang kamu lakukan Fadly. Tapi ternyata kamu bahkan terus memusuhiku tanpa alasan. Oke, aku tau. Aku sadar dulu aku memang salah. Aku jahat. Aku mengganggu hubungan mas Faza dan Zahra. Tapi itu dulu Fadly... Sekarang aku sudah sadar. Aku tau apa yang aku lakukan dulu sangat sangat salah. Dan semua itu karna kamu. Aku menyadari kesalahanku karna kamu..”


“Kamu pikir aku bodoh Loly? Aku tau perempuan seperti apa kamu ini. Kamu pasti hanya berpura pura baik untuk kemudian kembali mengusik hubungan kakak ku. Dan tentang cinta kamu, aku nggak pernah sedikitpun percaya.” Balas Fadly santai.


“Terserah apa pemikiran kamu tentang aku Fadly. Aku nggak perduli.” Geram Loly berkata dengan nada bicara yang mulai meninggi.


Pertengkaran Fadly dan Loly membuat Zahra dan Faza yang baru turun dari lantai dua untuk sarapan mengeryit karna suara keras keduanya yang saling bersautan.


“Itu kaya suara Fadly dan Loly mas...” Kata Zahra pelan.


“Iya sayang.. Biar aku coba lihat.”

__ADS_1


“Aku ikut mas..”


Faza menganggukan kepalanya. Namun sebelum mereka melangkah keluar Zahra lebih dulu meminta untuk mbak Lasmi menjaga Fahri yang kembali tidur setelah dimandikan.


“Fadly, Loly ada apa ini?” Tanya Faza begitu keluar dari dalam rumahnya melihat keadaan diluar.


Faza menghela napas merasa sangat kesal ketika melihat Fadly dan Loly yang bersitegang dan sama sekali tidak ada yang mau mengalah. Keduanya terus merasa menjadi yang paling benar dari permasalahan yang bermula dari kedekatan mereka berdua.


“Mas.. Aku kesini untuk bertemu dengan Zahra dan Fahri. Tapi Fadly, dia menuduhku yang tidak tidak. Fadly bahkan mengatakan bahwa kalian berdua tidak akan mau menerima kedatangan tamu sepertiku.” Adu Loly pada Faza.


Faza berdecak kemudian menggelengkan kepalanya. Dendam membutakan hati adik satu satunya yang selama ini Faza anggap seperti malaikat.


“Sudah sudah.. Tidak perlu bertengkar. Kalian berdua aku terima datang kesini.” Ujar Faza melerai keduanya.


Sedangkan Zahra, dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak kanakan Loly dan Fadly.


“Kak nggak bisa gitu dong.. Dia ini bukan perempuan yang baik. Dia mungkin punya rencana terselubung dan hanya pura pura baik untuk mengelabuhi kita semua.”


Loly mengepalkan kedua tangan-nya. Fadly mencoba mempengaruhi Faza dan Zahra agar ikut membencinya.


“Fadly kamu boleh benci sama aku. Tapi kamu nggak harus begitu dong.. Mas Faza dan Zahra itu percaya sama aku. Mereka juga mau nerima aku meskipun dulu aku punya banyak salah.” Marah Loly pada Fadly.


Adu mulut terus saja terjadi antara Fadly dan Loly. Keduanya sama sama keras dan tidak ada yang mau mengalah.


Faza yang merasa kesal pun mengepalkan kedua tangan-nya dengan erat. Rahangnya mengeras merasa emosi melihat tingkah keduanya yang benar benar seperti anak kecil.


Malas melihat keduanya, Faza pun menutup pintu dengan sangat keras membuat keduanya terkejut dan sama sama bungkam. Faza secara tidak langsung menyuruh keduanya untuk pergi dari rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2