
Pagi pagi sekali mobil Faza sudah sampai tepat didepan rumah Aries. Faza menatap dalam diam kediaman kakak iparnya itu. Kedatangan-nya berniat meminta tolong baik baik pada Aries dan Nadia supaya menginap dan menemani Zahra selama Faza berada di Amerika.
Faza menghela napas pelan. Hubungan-nya dengan Aries belum hangat kembali sejak Aries tau kebohongan-nya saat menikahi Zahra. Tapi Faza yakin demi kasih sayangnya pada Zahra, Aries pasti mau menuruti pemintaan tolongnya kali ini.
“Mah.. Itukan mobil om Faza...”
Suara Arka membuat lamunan Faza buyar. Faza menoleh dan tersenyum ketika mendapati Arka dan Nadia berada didepan pintu yang terbuka entah sejak kapan Faza pun tidak tau.
Faza segera turun dari mobil dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Pria dengan setelah jas hitam itu melangkah pelan mendekat pada Arka dan Nadia.
“Selamat pagi kak...” Sapa Faza kemudian menyalimi Nadia dengan ramah.
“Ya.. Pagi juga Faza..” Balas Nadia tersenyum.
“Om..” Arka meraih tangan besar Faza membuat Faza menunduk menatapnya.
“Tante Zahra mana?” Tanya Arka setelah mencium punggung tangan Faza.
Faza tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala bocah tampan itu.
“Tante Zahra nggak bisa ikut.. Soalnya abis ini om mau langsung berangkat kerja..”
Nadia tersenyum melihat interaksi antara Faza dan Arka, putranya. Nadia juga meyakini kedatangan Faza pasti karna ada maksud tertentu.
“Ya udah yuk masuk Za.. Mas Aries masih ada dirumah kok.”
“Oh iya kak...” Angguk Faza kembali menatap pada Nadia.
Faza menggendong Arka kemudian mengikuti Nadia masuk kedalam rumah sederhana itu.
“Padahal Arka kangen banget loh sama tante om..” Ujar Arka ketika Faza membawanya masuk kedalam rumah.
“Oh ya? Kenapa nggak main kesana?” Tanya Faza penuh perhatian. Jiwa kebapak an-nya benar benar sudah terlihat saat Faza menggendong Arka.
“Kan Arka harus sekolah om.. Udah gitu rumah om sama tante jauh banget. Terus papah juga sibuk kerja jadi nggak bisa anterin Arka sama mamah kerumah om sama tante..”
Jawaban Arka membuat Faza tertawa pelan begitu juga dengan Nadia yang mendengarnya.
“Duduk Za.. Sebentar ya kakak panggilin mas Aries dulu..”
__ADS_1
“Oh ya kak...” Angguk Faza tersenyum.
Faza mendudukan dirinya disofa ruang tengah dengan Arka yang berada dipangkuan-nya. Mereka berdua asik mengobrol sembari menunggu Aries yang sedang dipanggil oleh Nadia.
Saat Nadia memanggil dan mengatakan ada Faza yang datang, Aries sempat terkejut. Namun pria itu bisa menyembunyikan keterkejutan-nya dengan berpura pura bersikap biasa saja didepan Nadia.
“Gih temuin dulu mas.. Aku buatin minum dulu.” Ujar Nadia.
“Ya...” Angguk Aries tersenyum tipis.
Aries kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Hari ini pria itu berangkat kerja siang sehingga pagi ini belum bersiap seperti biasanya.
Aries berhenti sejenak saat melihat Faza yang sedang bercanda dengan Arka, putranya. Pria itu menghela napas pelan. Bagaimanapun juga Faza sudah membahagiakan adik semata wayangnya. Meskipun memang diawal Faza membuatnya murka bahkan hampir tidak percaya bahwa Faza bisa melindungi dan membahagiakan Zahra dengan baik.
Aries melanjutkan langkahnya mendekat pada Faza dan Arka.
Faza yang menyadari kehadiran Aries pun segera bangkit setelah mendudukan Arka disofa. Faza mengulurkan tangan-nya berniat menyalimi Aries yang langsung diterima oleh Aries.
“Duduk..” Ujar Aries kembali mempersilahkan Faza untuk duduk.
“Eemm.. Ya kak.” Angguk Faza tersenyum.
“Minum dulu Za..”
Kemunculan Nadia yang membawakan dua cangkir teh hangat seperti penyelamat bagi Faza. Wanita itu memecahkan keheningan dan suasana tegang antara Faza dan Aries.
“Ya kak.. Terimakasih.” Angguk Faza tersenyum.
Nadia kemudian mendudukan dirinya disofa disamping Aries. Wanita itu menghela napas pelan melihat sikap suaminya yang masih saja begitu dingin dan cuek pada Faza.
“Jadi ada apa pagi pagi sekali kamu sudah kesini Za? Dan kenapa Zahra nggak ikut?” Tanya Nadia pelan.
Faza menarik napas kemudian menghembuskan-nya perlahan.
“Jadi kedatangan aku kesini, aku mau minta tolong sama kakak.”
Aries mengeryit mendengarnya namun tetap diam memilih untuk mendengarkan apa yang selanjutnya akan Faza katakan.
“Besok lusa aku harus berangkat ke Amerika kak. Dan aku nggak bisa ngajak Zahra. Aku juga enggak tega kalau Zahra sendirian dirumah. Jadi aku mau minta tolong sama kalian buat nemenin Zahra selama aku di Amerika.”
__ADS_1
Nadia dan Aries diam dan saling menatap. Keduanya seperti sedang saling meminta pendapat dengan permintaan tolong Faza.
“Eemm.. Memangnya berapa lama kamu di Amerika?” Tanya Nadia kemudian.
“Belum tau kak.. Tapi minimal seminggu aku disana.” Jawab Faza yang mendapat anggukan mengerti dari Nadia.
Sedangkan Aries, pria itu tetap diam ditempatnya disamping Zahra.
“Jadi bagaimana? Kakak bisa kan bantuin aku buat temenin Zahra?” Tanya Faza meminta kepastian atas permintaan tolongnya pada Nadia dan Aries.
“Tentu saja. Kabari saja kalau kamu sudah mau berangkat. Kami akan datang dan menemani Zahra selama kamu berada diluar negeri.” Jawab Nadia tanpa pikir panjang.
Faza tersenyum merasa lega. Sekarang Faza merasa lega karna ternyata Nadia dan Aries mau menolongnya dengan menemani Zahra dirumah selama dirinya berada di Amerika nanti.
“Terimakasih ya kak.. Kalau begitu aku langsung berangkat aja ya...”
“Ya.. Ya sudah kamu hati hati ya.. Diminum dulu teh nya..”
“Oh iya...” Kekeh Faza kemudian meraih secangkir teh hangat dan menyeruputnya sedikit.
Setelah meminum sedikit teh hangat buatan Zahra, Faza pun pamit untuk segera berangkat kerja.
Setelah Faza berlalu dengan mobilnya, Aries pun angkat bicara.
“Kenapa kamu langsung mengiyakan Nadia? Kenapa nggak minta pendapat aku dulu?” Tanyanya pada Nadia.
Nadia menoleh kemudian tersenyum. Nadia mengusap lembut lengan suaminya mencoba melunakkan hati pria itu dengan sentuhan-nya.
“Karna aku tau kamu sangat menyayangi Zahra. Aku tau kamu pasti juga akan dengan senang hati jika hanya itu permintaan tolong Faza pada kita.” Jawabnya pelan.
Aries menghela napas. Aries memang tidak keberatan untuk menemani Zahra selama Faza tidak dirumah. Tapi memikirkan akan bagaimana reaksi Sinta membuat Aries merasa enggan.
“Tante Sinta pasti akan menganggap kita mencari kesempatan dalam kesempitan nanti Nad. Bahkan bukan tidak mungkin tante Sinta akan beranggapan kita memanfaatkan Faza.”
Nadia tersenyum.
“Jangan hiraukan dia. Tujuan kita menginap adalah menemani Zahra mas. Toh Faza juga kan yang datang kesini buat minta tolong sama kita berdua. Itu artinya Faza lebih percaya pada kita dari pada ke tante Sinta.”
Aries melengos. Meskipun Faza selalu bersikap baik dan lembut pada Zahra, tapi mengingat ucapan Sinta dulu yang menghinanya membuat Aries merasa malas.
__ADS_1