PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 245


__ADS_3

Bak orang gila sekarang Fadly menjadi sangat posesif pada Loly. Fadly bahkan sampai mengikuti Loly yang sedang membicarakan tentang kerja sama antar perusahaan-nya dengan rekan bisnisnya. Fadly bahkan begitu intens mengawasi keduanya merasa takut jika sampai pria yang menjadi lawan bicara Loly bersikap kurang ajar.


Loly yang tidak nyaman dengan apa yang Fadly lakukan bahkan sampai beberapa kali gagal paham dengan apa yang dibicarakan rekan bisnisnya. Konsentrasinya benar benar terganggu karena keberadaan Fadly yang begitu mencolok disamping mejanya.


Selesai membicarakan semuanya dan rekan bisnisnya sudah berlalu, Loly langsung menghampiri Fadly dengan rasa kesal dan dongkol didalam hatinya.


“Sudah?” Tanya Fadly dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut Loly.


“Kamu itu tuli atau memang kurang cerdas sih? Aku kan udah bilang jangan ganggu aku. Jangan ada disekitar aku. Dan jangan lagi muncul dihadapan aku.” Marah Loly menatap Fadly tajam.


Loly bahkan tidak perduli meskipun saat ini dirinya dan Fadly menjadi pusat perhatian pengunjung direstoran yang saat itu memang sedang sangat ramai.


“Aku nggak mau.” Tolak Fadly tegas.


“Dasar brengsek. Egois.” Geram Loly.


“Ayo ikut aku..”


Bukan-nya malu, Fadly malah meraih tangan Loly menariknya memaksa agar Loly mengikutinya keluar dari restoran tersebut.


“Kamu apa apa apaan sih Fadly?!”


Loly marah dan terus memberontak berusaha melepaskan cekalan tangan Fadly yang begitu erat dipergelangan tangan-nya.


“Fadly lepas !!”


Dengan sekali hentakan, Loly berhasil melepaskan cekalan tangan Fadly dipergelangan tangan-nya yang bahkan sampai memerah karena cekalan itu begitu kuat.


“Kamu pikir kamu siapa berani narik narik aku begitu kasar ditempat umum seperti ini hah?!” Bentak Loly dengan penuh kekesalan.


Fadly tersenyum dan tidak membalas bentakan Loly. Fadly perlahan melangkah menuju jalanan yang siang itu begitu ramai oleh kendaraan. Fadly sesekali menoleh pada Loly dengan bibir melengkung membentuk sebuah senyuman manis.


Loly yang melihat itu mengeryit bingung. Begitu Fadly sampai tepat ditengah jalan kedua mata Loly sontak membulat.

__ADS_1


“Fadly kamu..”


“Tetap tenang disitu Loly.. Aku mau menunjukan sesuatu sama kamu.” Cegah Fadly saat Loly hendak menghampirinya.


“Enggak.. Kamu jangan gila Fadly. Cepat kesini. Bahaya !!” Pekik Loly dengan dada bergemuruh khawatir.


Fadly tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Pria itu sudah berdiri ditengah jalan diantara ramainya kendaraan yang berlalu lalang.


“Fadly jangan gila !!”


Loly kembali berteriak. Namun teriakan-nya justru membuat Fadly tertawa.


“Kamu tetap disitu Loly.” Ujar Fadly yang membuat Loly semakin merasa khawatir.


Tepat saat itu ada sebuah truk besar yang melaju kencang dari arah kanan tempat Fadly berdiri. Loly yang menyadari itu semakin ketakutan.


“Fadly aku mohon pergi dari situ Fadly !!”


Loly tetap berdiri ditempatnya. Pekikan-nya memancing perhatian orang orang disekitarnya sehingga orang orang itu langsung berkumpul dan menyaksikan aksi nekat Fadly. Sebagian dari mereka ada yang merasa kasihan pada Fadly namun sebagian-nya lagi justru bersikap sinis dan menganggap Fadly berlebihan.


“Fadly tolong jangan seperti ini Fadly.. Huhuhu..”


Loly mulai menangis tersedu. Loly benar benar tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Fadly. Loly memang ingin Fadly tidak lagi mengganggunya tapi bukan berarti Loly menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada Fadly. Loly ingin Fadly tetap baik baik saja meskipun pada kenyataan-nya mereka berdua memang tidak bisa bersama. Karena sebenarnya sampai sekarang Loly masih sangat mencintai Fadly.


“Fadly aku mohon Fadly.. Fadly !!”


Loly tidak lagi perduli dengan rasa malunya. Loly meraung menangis sambil memejamkan kedua matanya tidak berani melihat apa yang sebentar lagi akan menimpa Fadly.


Hingga suara keras gesekan ban dengan jalanan aspal terdengar Loly menggeleng tidak berani membuka kedua matanya. Loly tidak berani menatap kondisi Fadly saat itu.


Tubuh Loly perlahan meluruh dengan kedua mata terus tertutup. Tubuhnya bergetar hebat karena tangisan-nya. Loly terduduk lemas didepan restoran. Wanita itu menangis sendiri tanpa ada satupun orang yang perduli.


“Jadi gimana? Kamu mau kan balik seperti dulu lagi sama aku?”

__ADS_1


Tangis Loly langsung berhenti. Perlahan Loly membuka kedua matanya. Loly terkejut mendapati Fadly yang berdiri didepan-nya dengan sebuket bunga yang dibawanya.


“Kamu...” Loly tidak bisa melanjutkan ucapan-nya. Loly benar benar tidak paham. Padahal Fadly tadi seperti hendak mengakhiri hidupnya dengan berdiri ditengah jalan berniat menabrakan dirinya pada kendaraan yang lewat.


“Dasar perempuan. Kamu pikir aku sebodoh itu mengakhiri hidupku hanya karena ditolak? Aku masih punya pikiran yang waras Loly.. Dan aku masih sangat yakin kamu pasti mau balik lagi sama aku.”


Fadly menertawakan Loly yang begitu konyol karena menangis meraung ditengah banyak orang.


Loly mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya dengan kasar. Make up nya bahkan langsung berantakan karena dirinya yang menangis tadi.


Loly menatap kesekitarnya ketika mendengar sorakan dan umpatan kesal orang orang yang berkumpul menyaksikan kejadian penuh drama itu. Karena kesal, Loly pun melayangkan tamparan keras pada Fadly yang memasang wajah tidak berdosa didepan-nya.


“Brengsek. Kamu sengaja mempermalukan aku hah?!” Marah Loly setelah menampar Fadly kemudian langsung berdiri diikuti Fadly yang berjongkok didepan-nya.


Fadly berdecak. Jelas jelas Loly sendiri yang salah mengartikan maksudnya. Fadly bahkan sempat bingung karena Loly yang tiba tiba menangis. Padahal Fadly hanya sedang menunggu jalanan sepi dan terjebak ditengah jalan di keramaian berbagai kendaraan yang berlalu lalang siang itu.


Fadly berniat mengambil mobil dimana didalamnya ada sebuket bunga karena saat itu Fadly memarkirkan mobilnya didepan Alfamart diseberang restoran tempat Loly bertemu dengan rekan bisnisnya.


“Aku nggak berniat seperti itu kok.. Orang kamu yang tiba tiba histeris sambil menangis begitu. Aku hanya ingin mengambil mobil dan bunga ini buat kamu.” Jelas Fadly dengan ekspresi kesal sambil memegangi pipinya yang ditampar Loly dan menunjukan bunga yang dipegangnya.


Loly menghela napas kasar. Siapapun pasti juga akan beranggapan seperti dirinya jika melihat seseorang yang selalu dihindari namun dicintainya tersenyum sambil sengaja berjalan ketengah jalan yang ramai oleh kendaraan.


“Makan-nya jangan suka berasumsi sendiri.” Sungut Fadly dengan helaan napas.


“Jadi sekarang kamu nyalahin aku?!” Marah Loly tidak terima.


“Ya.. Ya bukan begitu juga Loly.... Tapi kan, memang tadi kamu yang tiba tiba nangis sambil teriak teriak.” Fadly membela dirinya sendiri. Fadly merasa dirinya tidak salah karena Loly lah yang membuat heboh sehingga orang orang langsung berkumpul menyaksikan drama tidak jelas tadi.


“Tau lah. Dasar brengsek !!” Marah Loly kemudian berlalu begitu saja memasuki mobilnya meninggalkan Fadly yang hanya bisa menggelengkan kepala.


“Salah sendiri tapi nyalahin orang lain. Dasar perempuan.” Gumam Fadly menatap mobil Loly yang berlalu dengan kecepatan sedang meninggalkan-nya.


Fadly menatap sekitar. Disana masih banyak orang yang menatapnya dengan pandangan aneh. Ada juga yang menatap jengah padanya. Wajar saja, tangisan Loly tadi benar benar membuat semua orang orang itu mengira Fadly akan mengakhiri hidupnya.

__ADS_1


Merasa malu, Fadly pun menutupi wajahnya dengan bunga yang dibawanya melangkah menuju mobil dan masuk kedalamnya kemudian berlalu menyusul mobil Loly yang lebih dulu melaju.


“Dasar pasangan aneh.” Gerutu seorang ibu ibu.


__ADS_2