PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 131


__ADS_3

Esok harinya, Faza sudah kembali beraktivitas lagi seperti biasanya. Faza berangkat bekerja dengan Zahra yang mengantarnya sampai depan rumah. Faza bahkan tidak mempunyai waktu untuk sarapan bersama sehingga Zahra harus membawakan bekal sarapan untuknya.


Zahra berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya ketika mengingat apa yang diucapkan suaminya semalam. Apa lagi Faza sampai meneteskan air mata saat mengatakan-nya. Air mata itu jelas sekali bukan air mata haru, melainkan air mata kesedihan yang Zahra sendiri masih bingung sampai sekarang apa penyebabnya.


“Apa ini ada hubungan-nya sama mamah?”


Zahra terus memutar otak mencoba menebak nebak dalam benaknya tentang sebab Faza sampai meneteskan air mata semalam.


Zahra masih sangat jelas mengingat tatapan suaminya. Tatapan itu menyimpan kesedihan yang membuat suaminya seperti sangat tidak berdaya.


Sekali lagi Zahra menghela napas. Zahra meraih segelas air putih dan meminumnya sedikit. Mendadak nafsu makan-nya hilang. Zahra tidak bisa memikirkan ucapan suaminya semalam.


Tin tiiiinn...


Suara klakson mobil yang begitu nyaring membuat Zahra tersentak. Penasaran dengan suara klakson mobil tersebut, Zahra pun bangkit dari duduknya kemudian melangkah keluar dari rumahnya.


Begitu sampai diteras rumah senyuman Zahra mengembang melihat mobil kakaknya yang mulai masuk kedalam pekarangan rumahnya.


“Kak Aries...” Gumam Zahra lirih. Rasanya Zahra sudah lama sekali tidak bertemu dengan kakak semata wayangnya itu.


Saat mobil Aries berhenti dan Aries turun dari mobilnya, Zahra langsung berlari dan berhambur memeluk kakak nya itu. Zahra benar benar sangat merindukan sosok pelindungnya dari kecil itu.


“Hey.. Ada apa?” Tanya Aries bingung. Aries memang sengaja datang untuk menemui Zahra. Aries bahkan mengambil cuti hari ini hanya untuk mengunjungi adik kesayangan-nya itu.


“Zahra kangen banget sama kakak..” Ujar Zahra semakin mengeratkan pelukan-nya.


Aries tertawa mendengarnya. Pria itu kemudian membalas dengan lembut pelukan erat adiknya.


“Oke oke.. Kakak juga kangen sama adik kakak yang imut ini..” Balasnya.

__ADS_1


Zahra tersenyum mendengarnya. Kegalauan-nya mendadak hilang begitu saja karna kedatangan Aries.


Zahra melepaskan pelukan-nya kemudian menyalimi Aries. Sebelum menikah dengan Faza, Aries adalah sosok yang selalu melindungi Zahra. Aries bahkan selalu menyempatkan waktu datang kerumah peninggalan kedua orang tuanya untuk sekedar menengok Zahra.


“Masuk yuk kak..” Ajak Zahra.


“Oke...” Angguk Aries tersenyum.


Saat hendak melangkah masuk kedalam rumah, Aries melirik pada plat mobil yang memang Faza beli dengan nama Zahra. Aries merasa tenang. Zahra tidak akan kurang suatu apapun meski tidak lagi bekerja sekarang. Aries yakin Faza bisa memenuhi semua kebutuhan adiknya. Aries bahkan berani bertaruh apa yang dirinya punya tidak ada apa apanya dengan yang dimiliki Faza.


Begitu berada didalam rumah, Zahra meminta pada mbak Lasmi membuatkan minuman untuk kakaknya. Rasa bahagia tidak bisa Zahra sembunyikan karna kedatangan Aries pagi ini.


“Faza mana Ra?” Tanya Aries mencari keberadaan Faza.


“Mas Faza udah berangkat kerja kak. Sekarang dia sibuk banget. Kemarin aja sampai jatuh sakit. Aku sampai khawatir banget.” Ekspresi Zahra menyendu ketika menjawab pertanyaan Aries.


“Yah.. Orang yang karirnya bagus memang mempunyai segudang kesibukan setiap harinya. Bahkan sering loh ada yang sampai mengabaikan waktu makan dan istirahat. Kamu beruntung karna memiliki suami yang begitu cerdas dengan prestasi yang sangat bagus. Kamu tau? Perusahaan yang dipimpin Faza sekarang begitu pesat maju sejak Faza yang memimpin.”


Zahra tersenyum. Aries sedang menyanjung Faza. Zahra saja tidak tau tentang majunya perusahaan yang di pimpin suaminya sekarang.


“Saat saat seperti ini adalah masa masa tersulit untuk kamu Ra..”


Zahra mengeryit. Bagaimana mungkin kakaknya bisa tau kesulitan yang sedang Zahra rasakan dalam menata perasaan-nya yang terkadang bisa sangat egois.


“Faza sangat sibuk. Dan kakak yakin kamu pasti sering merasa diabaikan karna kesibukan Faza bukan?” Tanya Aries tersenyum menatap Zahra.


“Bagaimana kakak bisa tau?” Tanya Zahra bingung.


Aries tersenyum karna pertanyaan itu.

__ADS_1


“Tentu saja kakak tau. Maka dari itu disini posisi kamu sebagai seorang istri harus benar benar bisa menjadi peran penting untuk Faza. Kamu harus terus memperhatikan suami kamu. Ya.. Sekedar mengirim pesan mengingatkan makan siang itu adalah penyemangat yang manis untuk suami yang sibuk dalam bekerja. Kamu juga harus mengerti, mendukung, dan memahami posisi suami kamu.”


Zahra terdiam. Zahra mulai sadar selama hamil dirinya sangat egois dengan terus menginginkan perhatian penuh dari Faza tanpa mau tau bagaimana kesibukan Faza diluar rumah demi menafkahinya.


“Dek.. Kakak kesini cuma mau mengingatkan kamu supaya kamu bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak kamu nanti.”


Aries meraih tangan Zahra dan menggenggamnya dengan erat. Aries memang masih belum bisa akrab lagi dengan Faza seperti sebelum Faza dan Zahra menikah dulu. Tapi Aries selalu meyakini Faza adalah suami yang baik untuk adiknya.


“Zahra akan berusaha kak.. Zahra akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mas Faza dan juga ibu yang baik untuk anak anak Zahra nanti.” Ujar Zahra pelan.


“Yah.. Kakak percaya itu. Kamu adik kakak satu satunya. Yang paling nurut dan yang paling baik. Kakak yakin kamu juga bisa menjadi sosok terbaik untuk suami dan anak kamu nanti.” Senyum Aries percaya pada Zahra.


“Hahahaa.. Kakak bisa aja kalau muji aku. Terbaiknya kan karna cuma aku doang adiknya kakak..”


Aries tertawa. Meskipun memang Zahra dulu sangat manja dan menyebalkan tapi Zahra tidak membangkang. Dan Aries sangat menyayangi adik satu satunya. Adapun pujian Zahra nurut dan baik itu adalah harapan dan do'a yang selalu Aries panjatkan pada tuhan. Karna sejatinya saudara tidak mungkin bisa sempurna dan saling menuntut kesempurnaan menurut Aries. Mungkin menurut Zahra Aries galak. Tapi Aries yakin Zahra juga menyayanginya seperti Aries menyayangi Zahra.


----------


Loly terkejut saat Mona sang sekretaris memberitahu tentang kedatangan Faza ke perusahaan-nya. Benak Loly langsung bertanya tanya kenapa tiba tiba Faza datang tanpa memberitahunya.


Loly menarik napas panjang kemudian menghembuskan-nya perlahan. Mendadak Loly menjadi tidak tenang setelah Mona memberitahu perihal tentang kedatangan Faza hari ini.


Suara pintu yang dibuka membuat jantung Loly terasa hendak meloncat keluar dari tempatnya. Loly benar benar sangat terkejut hanya karna suara pintu yang dibuka oleh Mona dari luar.


“Silahkan pak.” Ujar Mona mempersilahkan Faza untuk masuk kedalam ruangan Loly.


“Ya. Terimakasih.” Angguk Faza sambil membenarkan jas hitam yang dikenakan-nya.


Loly bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Faza meskipun dengan jantung yang berdetak bekerja dengan sangat cepat siang itu.

__ADS_1


__ADS_2