
“Jadi bagaimana Anita?”
Anita tidak bisa fokus mendengarkan obrolan-nya dengan Rasya setelah melihat sesuatu yang berhasil menusuk hatinya dengan keras.
Ya, Anita tidak sengaja melihat Faza dan Zahra yang sedang berciuman dibawah pohon rindang dikursi taman saat sedang melintas dengan Rasya. Beruntungnya Rasya tidak melihatnya dan hanya Anita saja yang mengetahui tentang itu.
Tidak mendapat respon dari Anita, Rasya pun menoleh. Pria tampan itu mengeryit melihat Anita yang terus saja melangkah dengan pandangan lurus kedepan seperti sedang memikirkan sesuatu. Anita bahkan juga tidak menyadari Rasya yang sudah berhenti melangkah disampingnya.
“Diajak ngomong malah asik ngelamun sendiri.” Dengus Rasya kesal.
Rasya menghela napas kemudian melangkah cepat menyusul Anita yang terus saja melangkah dalam diam.
Rasya kemudian meraih pergelangan tangan Anita, mencekalnya membuat Anita tersentak kaget.
“Rasya kamu..”
Anita langsung diam saat Rasya mendekatkan wajah padanya. Anita memundurkan sedikit kepalanya menghindari wajah Rasya yang begitu dekat dengan wajahnya sekarang.
“Lagi ngelamunin apa?” Tanya Rasya menatap Anita penuh selidik.
Anita menelan ludah. Wajah Rasya benar benar sangat dekat dengan-nya sekarang.
“Eemm.. Aku aku...” Anita mendadak gagap dan bodoh. Tatapan Rasya benar benar seperti sedang menginterogasinya.
“Apa ada yang lebih penting dari rencana pernikahan kita Anita?” Tanya Rasya lagi masih dengan tatapan dan posisi yang sama.
Anita mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Dengan pelan Anita mendorong bahu Rasya agar sedikit menjauh darinya. Setelah itu Anita menghela napas dan mengalihkan perhatian-nya ke arah lain.
“Maaf.. Aku kurang fokus tadi.” Katanya.
Rasya menyipit menatap Anita yang terlihat sangat gugup hanya karna pertanyaan-nya. Bahkan sekarang Anita tidak berani menatapnya.
“Aku pikir ada sesuatu yang aku tidak tau disini.” Katanya.
Anita menoleh menatap Rasya yang masih menatapnya. Anita bingung sekarang. Hari pernikahan-nya sudah didepan mata. Persiapan-nya pun sudah hampir 100%. Tapi mendadak Anita merasa ragu untuk melanjutkan-nya. Dan Faza, sosok pria tampan itu kembali menghantui pikiran-nya.
“Ada baiknya kamu ceritakan semuanya padaku dulu Anita. Aku tidak mau kecewa setelah pernikahan kita.”
__ADS_1
Anita kembali menelan ludah kemudian menundukan kepalanya. Sampai sekarang Anita tidak pernah menceritakan perihal tentang rasa yang pernah ada dihatinya untuk Faza. Rasa yang tiba tiba kembali muncul setelah usahanya melupakan Faza.
“Apa memang lebih baik aku ceritakan semuanya pada Rasya?” Batin Anita bimbang.
Sesaat keduanya diam. Anita yang fokus dengan pemikiran-nya sendiri. Sedang Rasya, pria itu masih menuntut jawab atas beberapa pertanyaan yang diajukan pada Anita.
“Anita...”
Anita memejamkan kedua matanya menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan.
“Aku mau jujur sama kamu Rasya. Ini tentang hati dan perasaan aku.” Ujarnya membuat Rasya mengeryit merasa semakin penasaran.
“Apa maksud kamu?”
“Dengar Rasya. Yang aku cintai bukan kamu. Aku menerima perjodohan ini karna terpaksa.”
Rasya diam. Pria itu terus menatap tepat pada kedua mata Anita yang juga sedang menatapnya. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam tatapan matanya. Itu menandakan bahwa Anita sedang mengatakan sesuatu yang tentu saja bukan kebohongan.
“Lalu siapa yang kamu cintai? Kenapa kamu menerima perjodohan kita kalau memang kamu tidak pernah mencintaiku?” Tanya Rasya tetap berusaha untuk tenang.
Anita tidak langsung menjawab. Anita kembali melengos mengarahkan pandangan-nya kearah lain menghindari tatapan Rasya.
“Kamu nggak perlu tau siapa yang aku cintai Rasya. Dan kalau kamu ingin tau alasan kenapa aku menerima perjodohan ini tentu saja karna aku ingin bisa melupakan dia. Tapi sayangnya itu nggak berhasil. Aku masih memiliki rasa pada dia.”
Rasya tertawa pelan. Pria itu menertawakan dirinya sendiri. Segalanya dia miliki tapi dirinya masih dengan gampang dibodohi. Anita bahkan hanya menjadikan-nya sebagai pengalih rasa dari pria yang dia cintai.
“Kamu pikir kamu siapa berani mempermainkan aku Anita?”
Anita memejamkan kedua matanya. Anita tau caranya salah. Tapi dulu saat mengiyakan kemauan orang tuanya Anita tidak memikirkan akan seperti sekarang jadinya. Saat itu Anita hanya sedang merasa lumpuh di sekujur tubuhnya dan butuh tongkat untuk menopang tubuhnya. Anita sedikitpun tidak memikirkan perasaan Rasya jika tau semuanya. Anita hanya berpikir mungkin dengan menerima perjodohan dengan Rasya dirinya bisa melupakan Faza.
“Apa laki laki itu adalah Faza Akbar, Anita?”
Kedua mata Anita langsung terbuka dengan sempurna. Anita menoleh menatap tidak percaya pada Rasya yang langsung bisa menebak dengan benar apa yang ada dihatinya.
“Benar ternyata. Berarti selama ini dugaanku benar. Kamu diam diam memiliki rasa pada direktur pintar itu.”
Anita tidak bisa berkata apa apa sekarang. Rasya sudah tau semuanya dengan dugaan-nya sendiri.
__ADS_1
“Memang apa bedanya aku sama dia Anita? Aku dan dia memiliki jabatan yang sama. Aku bahkan adalah pewaris diperusahaan orang tuaku sendiri. Sedang Faza, dia bekerja pada perusahaan orang lain.”
“Ini bukan tentang harta Rasya. Ini tentang hati.” Balas cepat Anita.
Anita benar benar tidak bisa diam saja jika Rasya mengira dirinya hanya menginginkan harta.
“Semua yang aku punya itu sudah cukup buat aku. Kalau kamu pikir aku adalah perempuan yang memandang semuanya dengan harta kamu salah besar Rasya. Asal kamu tau, aku mencintai Faza jauh sebelum Faza menikah dengan istrinya.” Tegas Anita.
Rasya tertawa mendengarnya. Pria itu bertepuk tangan pelan merasa salut dengan kejujuran dan ketegasan Anita padanya.
“Hebat hebat.. Kamu hebat Anita. Kamu benar benar sangat hebat.” Ujar Rasya dalam tawanya.
“Kamu berhasil membuat aku merasa dipermainkan sekarang. Kamu...”
Rasya tidak melanjutkan lagi ucapan-nya. Tangan-nya memukul ke udara dengan senyuman mirisnya. Rasya memang sering merasa aneh pada Anita jika sudah melihat Faza. Anita terus diam dan tampak tidak fokus karna memikirkan sesuatu. Dan itu selalu terjadi setelah Anita melihat Faza.
“Apa sekarang Faza juga ada disini? Apa kamu melihatnya Anita?”
Anita hanya diam. Tidak mungkin rasanya jika Anita jujur baru saja melihat Faza dan Zahra yang sedang berciuman mesra saat mereka sedang berjalan beriringan membicarakan tentang rencana pernikahan.
“Dimana dia Anita? Biarkan aku mengatakan tentang perasaan kamu sama dia sekarang.”
Anita menatap tidak mengerti pada Rasya.
“Jangan gila kamu Rasya. Faza sudah menikah. Dia punya istri.”
“Hahahaha..” Rasya tertawa terbahak bahak mendengar apa yang Anita katakan. Pria itu bahkan sampai memegangi perutnya saat menertawakan Anita.
Sedang Anita, dia merasa bingung dengan Rasya yang malah tertawa terbahak bahak begitu keras didepan-nya.
“Kamu tidak waras Anita. Kamu gila.” Katanya masih tertawa.
Anita hanya diam saja. Anita tidak pernah merasa gila dengan apa yang dia rasakan pada Faza. Karna menurut Anita mempunyai rasa cinta pada seseorang itu hal yang wajar. Entah orang tersebut sudah mempunyai pasangan ataupun belum.
“Tapi ternyata aku lebih gila karna mencintai perempuan seperti kamu.”
Tawa Rasya mendadak berhenti. Pria itu menatap kecewa pada Anita sebelum akhirnya melangkah berlalu meninggalkan Anita tanpa lagi menoleh kebelakang.
__ADS_1
Anita terus saja diam menatap punggung Rasya yang semakin menjauh darinya. Pria bersetelan jas abu abu itu memang sangat baik. Tapi entah kenapa kebaikan dan perhatian-nya sama sekali tidak bisa membuat perasaan Anita pada Faza hilang.
“Maaf..” Lirih Anita dengan bibir bergetar.