PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 87


__ADS_3

Sementara itu dipesawat.


“Kamu nggak papa kan sayang?” Tanya Faza pada Zahra yang terlihat gelisah ditempatnya duduk.


Zahra yang sedari tadi memejamkan kedua matanya perlahan membukanya. Zahra menoleh pada Faza yang sedang menatapnya dengan penuh perhatian.


“Mas.. ini pertama kalinya aku naik pesawat. Aku takut..” Katanya lirih dan seperti akan menangis. Zahra memang sedikit takut dengan ketinggian. Dan membayangkan dirinya sekarang berada dalam ketinggian berpuluh puluh meter membuatnya benar benar ingin menangis. Pikiran-nya begitu buruk memikirkan hal hal yang sebenarnya tidak selalu terjadi.


Faza tertawa pelan. Tangan-nya meraih tangan Zahra dan menggenggamnya dengan lembut meyakinkan istrinya bahwa Zahra akan selalu aman bersamanya.


“Kamu akan selalu aman bersamaku Zahra..” Ucap Faza pelan.


Zahra menatap Faza tepat pada kedua bola mata pria itu. Ada kelembutan disana yang Zahra sendiri bisa melihatnya dengan sangat jelas.


“Mas..”


“Kamu bisa pejamkan mata kamu dan percayakan semuanya sama aku. Oke?”


Zahra diam sesaat namun kemudian perlahan bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman dibibir berlipstiknya. Zahra menganggukan kepalanya pelan. Zahra percaya Faza tidak akan membohonginya. Faza akan memastikan dirinya aman sampai ketempat tujuan mereka.


“Makasih mas...” Lirih Zahra tulus.


“Sama sama sayangku..” Balas Faza tersenyum sambil mengusap lembut dagu Zahra.


Sepanjang perjalanan didalam kendaraan besar bersayap itu Faza begitu lembut dan penuh cinta memperlakukan Zahra. Bahkan saat Zahra ingin ke toilet Faza dengan sigap selalu mengawalnya memastikan istrinya benar benar aman.


Faza sudah bertekad dalam hatinya bahwa dirinya akan memberikan sesuatu yang selama ini belum pernah bisa Faza berikan pada Zahra. Faza akan menciptakan keindahan atas hubungan-nya dengan Zahra yang Faza yakini akan terus terjalin sampai mereka berdua menua bahkan sampai ajal menjemput mereka dan Tuhan menyatukan-nya kembali di kehidupan yang abadi ditempat yang paling indah miliknya.


Setelah hampir 17 jam perjalanan udara akhirnya mereka berdua sampai di bandara internasional diparis. Dan setibanya di bandara, Zahra mengeluhkan pusing bahkan sampai muntah muntah ditoilet.

__ADS_1


Melihat itu Faza merasa sangat tidak tega. Faza tidak menyangka istrinya akan mengalami hal seperti itu.


“Sayang..”


“Aku nggak papa mas.. Mungkin aku masuk angin.”


Faza tersenyum tipis. Zahra masih berusaha meredam ke khawatiran Faza padahal kondisinya sendiri sedang sangat memperihatinkan.


“Aku gendong yah..” Tawar Faza penuh perhatian.


“Tapi mas...”


Cup


Faza mengecup singkat bibir Zahra karna tau Zahra pasti akan menolak dan sok kuat didepan-nya. Tapi Faza tau penolakan Zahra bukan karna tidak percaya padanya tapi karna Zahra tidak ingin menyusahkan-nya.


“Jangan bawel, nurut sama suami oke?”


Faza kemudian segera membopong tubuh Zahra. Pria itu segera mencari taksi. Faza juga meminta pertolongan pada satpam bandara itu untuk membawakan barang barangnya ke taksi karna dirinya yang sedang menggendong Zahra.


SHANGRI-LA PARIS menjadi hotel mewah pilihan Faza untuk mereka berdua menginap selama berbulan madu di paris. Dengan fasilitas mewah yang membuat siapa saja betah menginap dihotel itu membuat Faza yakin istrinya pasti akan sangat menyukainya. Ditambah dengan pemandangan indah kota paris dan menara eiffel yang bisa mereka nikmati dimalam hari nantinya. Faza berharap itu bisa menjadi kebahagiaan yang menciptakan senyuman lebar dibibir istrinya.


Karna tertidur saat dalam perjalanan menuju hotel, Faza pun tidak tega untuk membangunkan istrinya. Faza kembali menggendong istrinya saat Check in di hotel tersebut.


Setelah mendapatkan kamar, Faza segera membawa istrinya ke kamar yang akan menjadi tempat nya dan Zahra. Dan lagi lagi Faza harus merepotkan orang lain untuk membawakan barang barangnya dan Zahra.


Faza membaringkan dengan pelan tubuh Zahra diatas tempat tidur berseprei putih tulang itu. Faza menghela napas dan mengusap peluh yang membasahi keningnya. Menggendong Zahra saat proses Check in lumayan membuatnya merasa gerah dan lelah. Faza melepaskan sepatu boot Zahra beserta jaket juga celana panjang yang dikenakan istrinya menyisakan kaos pendek dan CD saja. Setelah itu Faza menyelimutinya dan membiarkan Zahra tidur dengan tenang.


Faza tidak lupa mengunci pintu kamar kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri. Faza benar benar tidak sabar ingin mengajak Zahra jalan jalan menikmati indahnya kota mewah itu besok.

__ADS_1


Selesai membersihkan dirinya Faza merasakan lapar. Pria itu segera memesan makanan namun Faza sempat kebingungan saat hendak memesan untuk istrinya. Faza takut Zahra tidak terbiasa dengan makanan disana.


Faza tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya memesan makanan yang mungkin bisa dimakan oleh istrinya. Seperti makanan yang berbahan dasar daging sapi dan ayam serta sayur.


Tidak lama menunggu makanan yang dipesan Faza pun datang dan diantarkan dengan sangat ramah oleh petugas hotel mewah itu.


Faza menata sendiri berbagai hidangan lezat yang dipesan-nya diatas meja didepan sofa tidak jauh diseberang tempat tidur dimana Zahra masih terlelap dengan damainya disana.


Faza tersenyum menatap hidangan lezat itu. Harganya memang tidak murah dan lumayan menguras kantongnya tapi Faza tidak mempermasalahkan-nya. Demi membuat istrinya bahagia apapun akan Faza lakukan. Faza bahkan rela menguras uang tabungan-nya untuk membuat Zahra tersenyum lebar selama mereka berada di paris.


Faza melangkah menuju ranjang dan naik keatasnya. Faza tertawa geli melihat istrinya yang terlelap dengan bibir sedikit terbuka. Mungkin akan sangat konyol jika orang lain yang melihatnya. Tapi bagi Faza itu sangat lucu dan menggemaskan.


Faza mencium bibir terbuka Zahra dan memagutnya sebentar membuat Zahra mulai terusik.


“Eemmhh..” Lenguh Zahra sambil merenggangkan otot otot ditubuhnya.


Faza tersenyum geli. Tidak puas dengan hanya mencium bibir Zahra, Faza pun mencium leher Zahra membuat si empunya kembali melenguh karna sentuhan panas bibir dan lidah Faza di kulitnya.


“Eemmhh.. Mas..”


Mendengar lenguhan Zahra, Faza merasa semakin tertantang. Faza terus menguasai leher Zahra menciptakan tanda merah disana hingga suara cacing yang berdemo diperutnya menyadarkan Faza kembali akan niat awalnya untuk membangunkan Zahra dan mengajaknya makan.


Faza menjauhkan wajahnya dari leher Zahra kemudian tertawa pelan. Faza menertawakan dirinya sendiri yang bahkan langsung bergairah hanya karna mendengar lenguhan istrinya.


Tidak ingin meneruskan sebelum waktunya, Faza pun membangunkan Zahra dengan membelai lembut pipinya dan memanggil namanya dengan sebutan yang sangat romantis juga mesra.


Zahra memang sedikit susah dibangunkan jika sudah tertidur. Apa lagi jika kelelahan. Tapi beruntungnya Zahra adalah wanita disiplin yang menghargai waktu sehingga meskipun sedikit kebo saat tidur namun tetap bisa terbangun saat subuh tiba.


“Sayang...” Bisikan dan gerakan tangan Faza dibagian sensitif Zahra berhasil membangunkan Zahra dari tidur lelapnya. Zahra bahkan hampir berteriak jika saja Faza tidak langsung membungkam bibirnya dengan ciuman.

__ADS_1


“Lebih baik sekarang kamu mandi lalu makan. Aku tidak sabar untuk malam ini sayang..” Bisik Faza tepat dibibir Zahra dengan sangat mesra.


__ADS_2