PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)

PASUTRI (Tentang Cinta & Kebahagiaan)
BAB 170


__ADS_3

Loly menuruti perintah mommy nya dan segera bergegas pulang untuk menemui kedua orang tuanya sudah menunggu dirumah.


Dalam perjalanan menuju pulang Loly terus bertanya tanya tentang nada bicara dan perintah penuh penekanan mommy nya tadi lewat sambungan telepon. Loly benar benar bingung. Sikap mommy nya sangat tidak biasa.


Satu jam perjalanan Loly sampai tepat didepan kediaman mewahnya. Loly menghela napas kemudian turun dari mobil sport nya.


Loly mengeryit ketika melihat mobil Mona juga sudah ada dihalaman luas rumahnya. Pikiran pikiran buruk mulai menguasai kepalanya sekarang. Loly yakin kemarahan mommy nya tidak mungkin tanpa sebab.


“Ada apa ini sebenarnya?” Gumam Loly bingung.


Pelan pelan Loly melangkah masuk kedalam rumah mewahnya. Jantungnya berdetak begitu cepat dari biasanya. Mommy nya berkata dengan nada tidak biasa lewat telepon tadi. Dan lagi tiba tiba mamahnya sampai di indonesia dan pulang tanpa lebih dulu memberitahunya. Apa lagi sekarang juga ada Mona dirumahnya.


Begitu sampai diruang tamu Loly mendapati Mona yang sedang duduk dengan kepala menunduk. Sedang didepan-nya ada kedua orang tuanya, Mommy dan Daddy Loly.


“Mom.. Dad..” Panggil Loly pelan.


Mona dan kedua orang tua Loly langsung menoleh. Mereka bertiga kemudian bangkit dari duduknya saat Loly melangkah semakin mendekat.


Loly tidak bisa tersenyum sekarang. Apa lagi setelah melihat ekspresi kedua orang tuanya saat membalas tatapan-nya.


“Mommy dan Daddy pulang.. Kenapa tidak bilang dulu sama Loly?” Tanya Loly pelan dan hati hati.


Mommy Loly melipat kedua tangan-nya dibawah dada menatap marah pada Loly yang terlihat kebingungan.


“Mommy sama Daddy memang sengaja tidak bilang sama kamu.” Katanya ketus.


Loly menelan ludahnya. Sekarang rasa takut mulai menguasai hati dan pikiran-nya.


“Eemm.. Mommy sama Daddy bagaimana kabarnya?” Tanya Loly lagi. Loly benar benar gugup sekarang. Daddy nya bahkan sama sekali tidak menatapnya.


“Duduk.” Perintah Daddy Loly dengan suara dingin.


Loly tersentak. Ini kali pertama daddy nya berkata begitu dingin dan ketus padanya. Loly ingin berhambur memeluk keduanya sebenarnya tapi Loly ragu karna sikap keduanya yang tidak biasa.


Meskipun dikuasai rasa takut namun Loly tetap mencoba untuk tenang. Loly mendudukan dirinya disofa yang kemudian diikuti oleh Mona yang memposisikan dirinya disamping Loly.

__ADS_1


“Maafkan saya nona..” Lirih Mona membuat Loly menoleh menatapnya.


Loly semakin bertanya tanya. Mona tiba tiba minta maaf padanya.


“Baca ini.”


Daddy Loly melempar map berwarna biru didepan Loly. Loly mengeryit bingung menatap Daddy nya.


“Apa ini dad?” Tanya Loly pelan.


“Itu hasil dari kerja keras kamu akhir akhir ini Loly. Baca lah.” Kali ini suara daddy nya sedikit melembut meskipun tatapan-nya masih datar.


Loly menatap mommy nya yang melengos enggan menatapnya kemudian menoleh menatap pada Mona yang menundukan kepala tidak berani membalas tatapan-nya.


Loly meraih map biru tersebut kemudian perlahan membuka dan membacanya. Kedua mata Loly langsung membulat melihat isi dari map biru tersebut.


“Ya Tuhan...” Lirih Loly terkejut. Entah apa yang terjadi sehingga tiba tiba perusahaan-nya mengalami kerugian yang begitu besar tanpa Loly sadari.


“Terkejut?” Tanya Mommy Loly tersenyum miring menatap Loly.


Mona memang sudah beberapa kali mengatakan tentang kerugian perusahaan-nya tapi Loly tidak pernah menanggapinya dengan serius. Loly selalu menganggapnya masalah kerugian perusahaan-nya akan gampang dia tangani.


“Mom aku...”


“Mommy sudah membatalkan perjodohan kamu dengan Faza Loly. Tapi kenapa sekarang kamu malah dekat dengan adiknya? Oke mommy paham tentang rasa cinta rasa suka. Tapi apa kamu harus mengabaikan perusahaan? Bahkan sampai hampir bangkrut seperti sekarang?”


Bibir Loly bergetar. Tatapan-nya mengabur karna air mata yang sudah menggenangi kedua kelopak matanya. Dadanya terasa sangat sesak. Loly tidak menyangka perusahaan yang dipimpin-nya akan mengalami masa sulit seperti sekarang.


“Mommy nggak pernah melarang kamu berhubungan dengan siapapun Loly. Mau kamu sama Faza ataupun Fadly mommy nggak pernah mempermasalahkan-nya. Tapi sekarang Mommy berubah pikiran. Karna dekat dengan Fadly kamu lalai akan tanggung jawab kamu sampai perusahaan hampir bangkrut.”


“Mom aku..”


“Jangan menyela ucapan Mommy.” Bentak Mommy Loly dengan kedua mata sedikit melebar menatap Loly.


Loly langsung menundukan kepalanya. Meskipun memang Loly kadang keras kepala tapi Loly selalu merasa takut jika kedua orang tuanya sudah marah. Loly takut keduanya merasa kecewa karenanya.

__ADS_1


“Mom, Dad aku...”


“Daddy selalu bilang sama kamu nak, tanggung jawab itu penting. Diperusahaan bukan hanya uang yang harus kita pikirkan. Tapi juga nasib para pegawai. Kalau perusahaan sampai bangkrut mereka akan susah mencari pekerjaan. Apa kamu tidak berpikir sampai kesitu hem?”


Loly langsung menundukan kepalanya. Ucapan daddy nya memang lembut namun tersirat rasa kecewa atas apa yang sudah Loly lakukan dengan mengabaikan perusahaan yang sudah diamanatkan pada Loly selama beberapa tahun ini.


“Maaf Dad..” Loly meneteskan air matanya. Karna seorang Fadly Loly mendadak menjadi wanita bodoh yang mau diperbudak oleh cinta. Padahal Fadly sendiri tidak pernah mengungkapkan perasaan padanya.


“Sekarang bagaimana? Apa kamu bisa memperbaiki perusahaan kita seperti semula lagi? Apa kamu bisa mengganti kerugian yang menimpa perusahaan?” Tanya Mommy Loly angkuh.


Loly terus menundukan kepalanya tidak berani menatap kedua orang tuanya. Loly benar benar sangat menyesal. Loly pikir semuanya akan baik baik saja.


Mona yang berada disamping Loly hanya bisa menghela napas. Mona sudah berkali kali mengingatkan namun Loly selalu menanggapinya dengan santai. Loly selalu mementingkan Fadly dan mengabaikan urusan perusahaan.


Mona sendiri sudah berusaha namun karna memang kecerdasan-nya tidak setara dengan Loly sehingga Mona tidak bisa menangani semuanya untuk mengembalikan keuangan perusahaan yang semakin hari semakin merugi.


“Kamu sudah membuat mommy dan daddy kecewa Loly. Kamu pasrahkan perusahaan pada Mona. Kamu membuat Mona pusing sendiri sedang kamu asik asikkan pergi sama Fadly. Sekarang, apa Fadly akan bantu kamu? Apa Fadly bisa memulihkan keadaan perusahaan?”


Loly menangis terisak. Loly tidak bisa bohong. Dirinya sangat bahagia karna Fadly akhirnya mau dekat dengan-nya. Loly sampai tidak memikirkan apapun selain Fadly. Yang ada dipikiran-nya setiap hari hanya Fadly dan Fadly.


“Mommy akan telepon mamahnya Fadly. Mamah akan bilang sama dia agar menyuruh Fadly menjauhi kamu.” Tegas Mommy Loly.


Loly langsung mengangkat kepalanya dengan cepat. Loly menggeleng menatap tidak percaya pada mommy nya.


“Mom aku...”


“Fadly bukan laki laki yang baik Loly. Dia tidak seperti kakaknya. Dia berbeda. Buktinya dia membiarkan kamu lepas akan tanggung jawab kamu tanpa sedikitpun mengingatkan kesalahan yang kamu lakukan dengan mengesampingkan urusan perusahaan.” Sela Mommy Loly.


“Enggak mom.. Aku mohon jangan.. Fadly nggak salah.. Fadly nggak tau apa apa.” Tangis Loly memohon.


“Cukup Loly. Jangan membela Fadly didepan daddy.” Tekan daddy Loly marah.


Loly tidak tau harus bagaimana sekarang. Loly sangat mencintai Fadly dan merasa tidak akan bisa jauh jauh dari Fadly. Tapi kedua orang tuanya sudah terlanjur marah dan Loly tidak akan bisa mencegah apapun yang akan dilakukan oleh keduanya.


“Fadly.. Aku cinta sama kamu.. Aku nggak bisa jauh dari kamu..” Batin Loly sedih.

__ADS_1


__ADS_2