
Mobil papah Faza dan motor gede Faza sampai di halaman rumah secara beriringan. Faza berada didepan sedang Mobil papahnya mengiringinya dari belakang. Setelah berbicara berdua akhirnya Faza mau memaafkan kesalahan papahnya dan pulang bersama.
Kepulangan papah Faza disambut dengan hangat oleh mamah Faza. Faza merasa senang karna akhirnya papahnya mau menyadari kesalahan-nya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Mas...” Panggil Zahra yang sedari dari memperhatikan kediaman suaminya yang terus menatap kearah kedua orang tuanya.
Faza menoleh dan tersenyum manis. Pria itu mengecup sekilas bibir Zahra tanpa perduli sedang berada dimana mereka sekarang.
“Aku sudah bicara berdua sama papah. Semuanya sudah selesai dan mamah tidak perlu tau.” Katanya.
Zahra mengeryit bingung.
“Kalian berdua membohongi mamah?” Tanyanya.
“Demi menjaga hati mamah.” Jawab Faza.
Zahra diam. Apapun alasan-nya kebohongan bukan suatu yang bisa dibenarkan.
“Sudahlah.. Aku haus sayang. Bisa tolong buatkan aku orange jus?”
“Tentu saja. Tunggu sebentar.”
Zahra berlalu dari hadapan Faza untuk membuat orange jus yang di inginkan Faza. Dan tepat setelah Zahra berlalu, Loly muncul dan mendekat pada Faza.
“Hy mas..” Sapanya tersenyum manis.
Faza berdecak. Pria itu menatap dari atas sampai bawah penampilan sexy Loly dengan tatapan sinis. Faza bukan pria bodoh. Faza tau apa yang Loly berikan padanya pagi tadi. Beruntungnya Faza langsung masuk kekamar dan obat itu baru bereaksi begitu Faza berada dikamarnya dengan Zahra.
“Loly..”
“Ya mas...”
Loly sangat bahagia mendengar Faza menyebut namanya. Suara Faza terdengar sangat merdu ditelinganya ketika menyebut namanya.
“Bisa tidak kamu tidak usah lagi datang datang kesini? Keberadaan kamu membuat aku merasa tidak nyaman disini.”
Senyuman yang menghiasi bibir berlipstik nude Loly seketika pudar mendengar apa yang Faza katakan. Loly tau Faza tidak suka dengan keberadaan-nya disitu. Tapi Loly selalu mempunyai keyakinan bahwa Faza pasti akan menerimanya suatu hati nanti.
“Mas tapi...”
“Loly tolong... Oke aku maafkan apa yang kamu lakukan pagi tadi. Tapi tolong kamu mengerti. Aku sudah menolak perjodohan kita. Aku juga sudah punya istri.” Sela Faza pelan.
Loly menelan ludahnya. Loly tau tentang penolakan Faza tapi Loly tidak pernah berhenti berharap Faza akan berubah pikiran dan mau menerimanya.
“Mas.. Jika kamu mau, aku bahkan tidak keberatan menjadi yang kedua untuk kamu.”
Faza berdecak dan menghela napas. Faza benar benar tidak habis pikir dengan isi kepala cantik Loly. Pada dasarnya tidak pernah ada satupun wanita yang mau diduakan ataupun menjadi yang kedua.
“Maaf Loly. Yang aku cintai hanya mamah dan Zahra. Tidak akan ada yang lain-nya.”
__ADS_1
Loly memejamkan kedua matanya sambil menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya dengan kasar. Loly kembali membuka kedua matanya dan tersenyum pada Faza.
“Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti mas, karna Tuhan bisa membolak balikan hati manusia. Mungkin sekarang mas tidak bisa menerima aku. Tapi nanti tidak ada yang tau.” Katanya tenang.
“Terserah kamu Loly. Tapi perlu kamu tau, perempuan yang aku mau hanya Zahra. Bukan kamu atau yang lain-nya.”
“Kita lihat saja nanti mas.” Senyum Loly kemudian berlalu dengan santai meninggalkan Faza.
Faza menggelengkan kepalanya. Entah terbuat dari apa hati dan perasaan Loly sehingga bisa dengan begitu santai dan mudah mengatakan mau menjadi yang kedua untuknya.
“Den...”
Faza menoleh mendengar suara bibi. Senyumnya mengembang melihat bibi membawa sebuah kotak warna toska ditangan-nya.
Faza melangkah mendekat pada bibi.
“Ini ada paket buat aden..” Ujar bibi sambil menyerahkan kotak berwarna hijau toska tersebut.
“Ya bi.. Makasih ya bi..” Senyum Faza menerimanya.
“Sama sama den. Kalau begitu saya permisi mau kebelakang den.”
“Ya bi..”
Bibi berlalu dari hadapan Faza. Sedangkan Faza, pria itu merasa senang karna ternyata gaun yang dipesan-nya sampai lebih cepat dari yang dia kira.
“Mas ini jusnya..”
“Ini apa?” Tanya Zahra penasaran.
“Ini untuk kamu.”
Zahra mengeryit melihat kotak tersebut. Dengan ragu Zahra mengambil kotak itu dan menyerahkan segelas orange jus yang dibawanya pada Faza.
Faza menerima segelas orange jus dari Zahra dan menyeruputnya sedikit sambil memperhatikan Zahra yang mulai membuka kotak berisi gaun itu.
Zahra terkejut begitu melihat isi dari kotak tersebut. Sebuah gaun berwarna toska dengan aksen permata dibagian dada.
“Mas ini buat aku?” Tanya Zahra menatap Faza tidak percaya.
Faza mengeryit melihat ekspresi istrinya.
“Ya ialah buat kamu. Masa buat bibi..”
“Tapi mas ini...”
“Sshhtt.. Mending sekarang kamu cobain yah. Kan nanti malam kita mau pergi.”
“Hah? Pergi kemana?”
__ADS_1
“Ya ampun istri cantik aku sudah pikun ternyata. Kan malam ini kita harus pergi kepesta pernikahan Rosa sama Cio.”
Zahra berdecak. Zahra benar benar tidak mengingatnya.
“Aku bener bener lupa mas.”
Faza tertawa. Faza memaklumi jika istrinya lupa dengan rencana itu. Mungkin karna banyaknya masalah yang selalu saja menghampiri mereka.
“Ya udah yuk ke kamar.” Ajak Faza.
“Ayo...” Angguk Zahra tersenyum.
Faza meletakan gelasnya yang sudah kosong kemudian merangkul mesra bahu Zahra mengajaknya untuk kekamar mereka yang ada dilantai dua rumah itu untuk mencoba gaun yang dibelikan-nya.
----------
Menjelang malam Zahra dan Faza sudah siap akan pergi kepesta pernikahan Rosa dan Cio. Mereka juga berencana makan malam diluar saja sebelum datang kepesta pernikahan itu.
“Kalian mau kemana?”
Langkah Zahra dan Faza terhenti saat mendengar pertanyaan Sinta. Zahra dan Faza menoleh dan berdecak kompak melihat Sinta yang berdiri tidak jauh dari keduanya dengan Loly yang selalu setia ada disamping Sinta.
“Kita mau menghadiri pesta pernikahan temen aku mah..” Jawab Faza.
“Oh kebetulan sekali. Ajak Loly sekalian ya sayang.. Kasihan Loly kebingungan disini sendirian.”
Faza mengeryit begitu juga dengan Zahra. Bagaimana mungkin Loly ikut dengan mereka datang ke pesta pernikahan Rosa dan Cio.
“Emm.. Tante aku..”
“Sshhtt... Udah nggak usah nggak enak begitu Loly. Masalah gaun, kamu bisa pakai gaun tante yang kebetulan juga belum tante pake. Ayo tante bantuin dandan..”
“Faza kamu tunggu sebentar ya..”
“Mah tapi kan..”
Enggan mendengar penolakan Faza, Sinta pun segera menarik tangan Loly dan berlalu untuk membantu Loly berdandan sebelum ikut ke pesta bersama Faza dan Zahra.
“Mamah apa apaan sih?” Gumam Faza kesal.
Faza menghela napas kemudian menoleh pada Zahra yang berdiri disampingnya.
“Maaf ya sayang...” Sesal Faza.
Zahra tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Zahra tau suaminya memang tidak bisa dengan gampang menolak kemauan mamahnya.
”Sebenarnya enggak papa sih mas Loly ikut. Tapi kita juga harus ajak Fadly buat jadi pasangan Loly. Kan kasihan kalau dia nggak ada pasangan-nya.” Ujar Zahra menaik turunkan alisnya membalas tatapan Faza.
Faza terdiam dan tampak berpikir sesaat sebelum akhirnya seulas senyum terukir dibibirnya.
__ADS_1
“Kamu bener. Kita harus ajak Fadly juga biar Loly nggak gangguin kita.” Setuju Faza.