
Sambil memikirkannya, ia segera menyadarkan dirinya.
Lebih baik ia bertahan, setelah tiga tahun, ia akan meninggalkan keluarga Jia.
Tahun ini ia baru berumur 22 tahun, tiga tahun lagi ia akan berumur 25 tahun.
Saat itu, ia akan meninggalkan keluarga Jiang, lalu pergi ke luar negeri bersama Rika dan Ella.
Mungkin ia akan langsung pergi ke Swiss, tempat dimana ia bisa mengidentifikasi harta karun yang langka.
Tentunya, ide itu masih belum pasti terwujud.
Keluarga Jiang sudah mengkontribusi lebih dari 500 juta yuan yang diketahui oleh seluruh dunia.
Nenek sudah tiada, tapi ia tak bisa mengingkari janjinya.
Setelah tiga tahun, jika John Jiang tidak mengingkari janjinya, dia pasti akan setuju dengan keputusan itu.
Hanya saja……
Apa maksud perbuatannya tadi?
Apakah orang lain bisa seenaknya mengusap kepalanya?
Lina Hua merebahkan dirinya di kasur sambil memikirkan hal itu, sebelum akhirnya ia tertidur.
Esok paginya, ia bangun kesiangan dan tidak memakan sarapan.
Saat Rika mengantarnya ke kampus, ia meminum susu kacang kedelai.
Hari ini hari pertama masuk kelas. Ia harus pergi ke pembimbingnya untuk melapor.
Saat Lina Hua tiba, ia sudah terlambat. Pembimbingnya sudah mulai menjelaskan pada para mahasiswa.
Lina Hua memakai sweater berwarna aprikot dan jeans yang kemarin ia pakai.
__ADS_1
Ia juga mengenakan topi dan menggerai rambutnya.
Ia mengenakan tas kanvas berwarna krem tanpa logo apapun agar tetap kelihatan sederhana.
Lina Hua mengetuk pintunya……
Pembimbingnya tampak berumur paruh baya sambil mengenakan kacamata.
Semua mahasiswa di kelas itu melihat ke pintu.
“Ada yang bisa saya bantu?” Wajah dosen pembimbing itu terlihat serius, tampaknya ia tidak begitu ramah.
“Selamat pagi pak guru. Saya murid baru hendak melapor.”
“Jam berapa ini? Kamu sudah telat 15 menit, tahu tidak?”
Dosen itu terlihat amat marah ketika mengetahui masih ada murid baru yang belum melapor.
Ia tidak suka dengan murid yang tidak tertib.
Kelas ini bukan kelas untuk mahasiswa baru.
Karena ia sudah berumur 22 tahun. Ia tak lagi cocok untuk belajar di kelas mahasiswa baru.
Selain itu, mahasiswa tahun pertama juga tidak banyak belajar. Jadi setelah berdiskusi dengan kepala dosen, John Jiang memutuskan untuk memasukkannya ke kelas sejarah tahun ketiga.
“Maaf, semalam tidurku tidak nyenyak. Aku terlambat.” Lina Hua meminta maaf.
“Namamu siapa?” tanya dosen yang tampak tak sadar itu.
Saat itu ia tidak melihat sosok Lina Hua dengan jelas, karena topi dan rambutnya menutupi setengah wajahnya.
Mahasiswa lain mencoba memandangnya, namun wajahnya tetap tak kelihatan dengan jelas.
“Lina.”
__ADS_1
Agar identitasnya tidak ketahuan, ia tidak mengatakan nama aslinya.
“Lina?” sang dosen mengulang nama itu dan tiba-tiba tersadar.
Setelah rapat tadi pagi, pimpinan universitas itu menjelaskan dengan rinci bahwa akan ada seorang mahasiswi baru yang masuk ke kelasnya.
Latar belakang perempuan ini amat penting sampai-sampai ia tak bisa mengabaikannya.
Ia hampir saja lupa, jadi ia segera mengganti nada bicaranya, “Oh, baiklah, kamu duduk di tempat duduk sana.”
“Terima kasih pak.”
Lina Hua dengan perlahan masuk ke kelas, ia melihat hanya ada satu tempat duduk di pojok ruangan yang masih kosong.
Ia berjalan perlahan, lalu menaruh tasnya di meja.
“Lina, kamu duduk di depan, Angelica, kamu duduk di belakang.”
Sang dosen segera mengganti tempat duduknya.
“Mengapa, pak…… saya tak ingin duduk di belakang.” kata Angelica, perempuan gemuk berkacamata itu dengan enggan.
Tanpa menunggu balasan sang dosen, Lina Hua menjawab, “Tak usah pak, duduk disini juga masih kelihatan kok.”
“Baiklah kalau begitu…… Sekarang saya akan melanjutkan pelajaran.”
Dosen pembimbing juga tidak memaksanya pindah tempat duduk, karena ia tidak bersikeras untuk pindah.
Usai jam pelajaran selesai, ia pergi meninggalkan kelas.
Semua mata tertuju pada si mahasiswi baru itu dan mereka semua terkaget.
Lagipula, mereka tak pernah mendengar ada mahasiswi yang baru masuk langsung mengganti pelajaran dan masuk ke kelas tahun ketiga.
“Hey, cewek cantik. Apa kabarmu? Kamu akan belajar di kelas kami ya? Keren…… keren”. Beberapa murid nakal mengelilinginya dan menanyakan berbagai pertanyaan.
__ADS_1