Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 336 Membunuh Dengan Pisau


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sony tak mungkin menolak keinginan wanita yang sudah menikah ini. Ia hanya akan mencari masalah.


“Cium aku.” Lili menyodorkan wajahnya dengan manja.


Hello! Im an artic!


Sony menunduk, lalu menciumnya dengan lembut.


“Juga di bibir.”


“Sony terus menciumnya.”


“Di dahi.”


Hello! Im an artic!


“Dan di hidung.”


Hanya dengan begini saja, Sony terus menciumnya, sampai mereka berdua terguling di atas ranjang.


Kali ini, stamina Sony amat kuat. Setelah selesai, kaki Lili amat lemas, ia tak bisa meninggalkan ranjangnya.


Sony juga begitu. Saat rapat siang, ia beberapa kali tertidur. Pertama kalinya ia merasa begitu malu.


Tentu saja, bagi orang yang mengerti, pasti akan mengingatkan, jangan memanjakan diri terlalu banyak, nanti ginjalmu bermasalah.


Dua anak bodoh ini sama seperti anak anak, terus saja bersenang-senang.

__ADS_1


Di sisi lain, John tidak begitu beruntung. Wanita di dalam rumah harus terus dibujuk, ditemani dan dimanjakan.


Mereka masih belum makan, karena tak ada yang menyiapkannya. Upaya sebelumnya selalu gagal, jadi mereka hanya bisa sesekali melakukannya.


John pulang lebih awal hari ini. Ia tiba di rumah pukul 2 siang.


Ia mengambil boneka teddy bear berwarna coklat dari mobilnya, tingginya sekitar 1,5 meter yang terlihat konyol dan lucu.


“Ini untukmu.”


“Kenapa kamu membelinya, aku kan bukan anak-anak lagi?” Lina kaget melihat boneka itu.


Rika dan Ella semuanya tertawa, pikir mereka, nona dan tuan mereka makin hari semakin menarik.


John juga tak begitu peduli, “Saat mengisi bensin, mereka bilang ada promosi. Aku sudah bilang tak mau, jangan taruh di dalam mobil……”


“Oh begitu.”


Dia tak pernah bermain boneka sejak kecil, ia memang berbeda dari gadis lainnya.


Orang lain suka bermain boneka barbie, rumah-rumahan, teddy bear, dan barang sejenis lainnya saat mereka masih kecil.


Tetapi Lina suka bermain catur, meramal, membaca buku, memperhatikan para pemegang saham, dan mendengarkan berbagai sejarah dinasti.


Jadi pertama kalinya ia mendapat boneka teddy, ia terlihat amat senang.


Edo tampak lebih tertarik, lalu mencoba menerka boneka itu.


Saat John melihat Edo, ia marah lalu langsung menggendongnya.

__ADS_1


Jarinya menunjuk ke kucing itu, “Kamu masih berani pulang, tak ingin tinggal di rumah Eric saja?”


“Meow, meow, meow……” Tak tahu Edo berpura-pura bodoh atau bertindak manja. Ia mengeong-ngeong pada John.


“Sungguh tak punya hati. Bai sudah begitu baik padamu, kau malah pergi ke rumah Eric dan mau saja digendongnya. Mengapa kamu tak bersyukur?”


“Meow, meow, meow……”


Tak peduli John bilang apa, Edo hanya bisa mengeong.


Lina bersantai di atas sofa, tak memperdulikan mereka berdua. Ia sudah lupa tentang kejadian tentang di vila.


Setelah memberi Edo pelajaran, John duduk di samping Lina.


“Lina, beberapa hari lagi ibuku akan mengadakan acara amal untuk para penderita kanker. Ibuku adalah sponsor, dan uang yang dikumpulkan malam itu akan didonasikan untuk yayasan kanker. Ia berharap kamu juga bisa ikut pergi untuk mendukungnya. Apa kamu ada waktu?”


“Kapan?”


“Kamis ini jam delapan malam.”


“Boleh, ibu jarang mengajakku untuk berpartisipasi dalam acara semacam ini. Kali ini, aku akan ikut.” Lina mempunyai impresi yang baik terhadap ibu mertuanya. Ia tak ribet dan jarang sekali ribut. Ia suka membicarakan tentang anak-anak saat ia mampir untuk makan malam. Lina sudah terbiasa.


“Baiklah, saat itu aku tidak bisa menemanimu, karena hari itu aku bersama ayahku ada urusan bisnis.”


“Tak masalah, aku bisa mengurusnya sendiri.”


“Baiklah.” John menciumnya, Rika dan Ella buru-buru memalingkan muka, pura-pura tak melihat.


Malam itu, John pergi keluar menemui Andy. Lina memanggil Rika untuk datang.

__ADS_1


“Rika, coba kamu pikirkan, biarkan kakak perempuanku mengetahui masalah kehamilan Queenie. Lalu kita biarkan saja.”


Rika menepuk kepalanya, “Nona, kau amat pintar. Kita memang membutuhkannya untuk mengurusi masalah ini. Setelah kakak tertua mengetahuinya, ia pasti akan mencari kakak kedua yang kejam itu. Kuperkirakan Queenie tidak akan bisa mempertahankan anak itu. Mungkin tuan besar akan menderita.”


__ADS_2