
Hello! Im an artic!
“Kalau begitu orang itu sudah sepatutnya mati.” Lina Hua juga sangat kesal mendengarnya.
“Iya, aku juga sama sekali tidak kasihan padanya.”
Hello! Im an artic!
“Tapi, meskipun sekarang orang itu sudah mati, bahaya sekali kalau sampai zombie itu terus berulah dan membunuh orang-orang tak bersalah.”
“Mau bagaimana lagi, sudah takdirnya zombie itu dilepaskan begitu saja, lihat saja apa yang akan terjadi nanti.” Windi tetap sangat santai.
Lina Hua sangat mengenal sifat Windi ini, Windi adalah pengikut Taoism yang sangat kuat, kata-kata mutiara di dalam kehidupannya hanya ada dua —— Apa hubungannya denganmu, apa hubungannya denganku?
Oleh karena itu, Lina Hua juga tidak bisa membujuk sifat Windi yang keras kepala itu, ia berpikir, kalau ia bertemu dengan zombie itu, ia pasti akan membereskannya juga.
Hello! Im an artic!
“Rika, Ella.”
“Iya?”
“Beberapa hari ini, jangan keluar rumah kalau hari sudah gelap.”
“Ah? Ada apa lagi, Nona? Jangan menakut-nakutiku.” Padahal Ella baru saja mengirimkan pesan pada Rony Gao untuk pergi makan malam BBQ bersama.
__ADS_1
“Belakangan ini ada kasus pembunuhan, kalian harus hati-hati.” kata Lina Hua singkat.
Lalu, Lina Hua pun berjalan ke depan jendela, melihat langit tengah malam itu, perasaannya tidak enak.
Meskipun hari ini bukanlah malam bulan purnama, tapi…… aku lupa kalau hari ini planet Mars dan Bumi membentuk seratus delapan puluh derajat dan enam puluh derajat, ini adalah sebuah pertanda malapetaka akan datang, tiap kali planet Mars dan Bumi membentuk seratus delapan puluh derajat dan enam puluh derajat, di sebuah sudut dunia ini akan terjadi peristiwa buruk yang sangat besar, ditambah lagi dengan situasi seperti sekarang ini, bagaimana baiknya?
Saat ini, Lina Hua sudah tidak memiliki kekuatannya, semakin lama dirinya semakin terlihat seperti manusia, kalau dibilang dengan bahasa Windi, hati Lina Hua kini sudah menjadi sangat lembut.
Sebenarnya, memiliki hati yang lembut bukanlah suatu hal yang baik, tapi Lina Hua tetap saja tidak bisa merelakannya, waktu itu ia sudah hampir mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Lika Hua.
Dan sekarang…… Benar yang dikatakan Windi, mungkin ada baiknya kalau dia bersikap tidak peduli, bagaimanapun…… semua ini memang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri.
Di dalam dunia ini, yang punya ilmu gaib, juga bukan hanya mereka berdua saja.
Pada akhirnya Lina Hua tetap tidak melakukan apa-apa, sehingga malam itu, bencana besar pun terjadi.
Oleh karena itu, di bagian barat Kota J malam itu, di sebuah perumahan yang tua, ada empat keluarga, tiga belas orang yang meninggal.
Peristiwa ini menggemparkan seisi Kota J, bahkan seluruh penjuru negeri.
Karena keadaan tubuh korban sangatlah mengerikan, seperti disobek-sobek oleh binatang buas, dari atas kepala sampai ke ujung kaki tidak ada bagian tubuh yang tersisa.
Darah mereka mengalir seperti sungai…… Benar-benar mengerikan.
Keamanan Kota J pun diperketat, entah pagi ataupun malam, setiap sudut kota terus dijaga dengan ketat, polisi menangkap dan memeriksa semua orang yang dicurigai.
__ADS_1
Yang paling mengerikan, saat polisi melihat rekaman CCTV, isi rekaman CCTV itu hitam gelap, sama sekali tidak ada yang bisa terlihat.
Polisi pun mengumumkan bahwa pelaku pembunuhan ini adalah seorang yang memiliki kelainan jiwa, karena orang yang normal tidak mungkin bisa melakukan pembunuhan sadis seperti ini pada orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Hanya Lina Hua dan Windi yang tahu, semua ini terjadi karena ulah pria bernama Andre Yu itu, namun sayang, ia adalah orang pertama yang mati.
Tak lama, gosip pun beredar di seluruh Kota J.
Orang-orang yang sudah berumur sangat percaya pada hal-hal mistis, oleh karena itu mereka mulai menyebarkan gosip kalau semua ini adalah perbuatan setan, ada juga orang yang mengatakan kalau zombie-zombie keluar untuk menyantap anak kecil.
Intinya, gosip itu semakin marak, sampai-sampai semua orang baik orang dewasa maupun anak kecil pun sangat ketakutan.
Lina Hua juga sedikit tidak tenang, sampai jam sebelas malam pun, ia tetap tidak mengantuk, ia bangun untuk minum air, tiba-tiba ia melihat group chat yang ada di handphone nya sedang berbincang-bincang dengan ramainya.
Windi: Lili, belakangan ini kau sering syuting, kau harus hati-hati, jangan sampai bertemu zombie.
Lili: Haha, kebetulan sekali, aku sedang syuting film horor, tapi aku hanya sebagai bintang tamu saja, tidak dapat bayaran, aku hanya membantu temanku saja. Produser film ini adalah temanku, aku hanya berperan sebagai pengantin wanita yang disukai oleh seorang zombie, lalu diculik, aku hanya berteriak minta tolong saja, lalu adeganku sudah selesai.
Windi: Ya Tuhan, hidupmu memang benar-benar santai sekali, tapi kau tetap harus waspada, mungkin saja kau bertemu dengan zombie yang asli?
Lili: Kalau benar-benar ada zombie, aku akan langsung menyebutkan nama Windi Feng dan Lina Hua keras-keras, para zombie itu pasti ketakutan sampai kencing di celana.
Windi: Hahahahaha, kau benar-benar hebat.
Lina Hua: Kalian berdua jangan bicara yang tidak-tidak, kenapa kalian membicarakan hal ini malam-malam?
__ADS_1
Lili: Eh? Adikku sudah bangun, kau benar-benar panjang umur, kenapa kau juga masih belum tidur?