
Hello! Im an artic!
“Sungguh tidak perlu yang terpenting dia telah sembuh sekarang… dan jika rumah sakit bertanya tentang ini…”
Lina Hua tetap memegang tangannya dia tidak bisa terbiasa dengan pujian dari orang tua ini, dia hanya berharap semua ini tidak dikatakan diluar, biarkan mereka bertanya-tanya saja.
Hello! Im an artic!
“Kami tidak akan berkata dengan sembarangan, aku telah mengatakannya kepada orangtua tidak hanya rumah sakit, siapapun tidak akan kami katakan, adik kelima kamu memang orang yang memiliki kekuatan.”
Benard Bai dulu tidak percaya dengan hal yang seperti ini, pada saat itu ketika Lina Hua menyuruhnya keluar agar tidak mengalami kecelakaan, dia masih seperti percaya atau tidak.
Bahkan dia merasa Lina Hua memiliki nasib yang baik, tetapi pada saat ini dia mengerti Lina Hua adalah orang seperti apa, pada intinya… dia bukanlah orang yang biasa saja.
“Oh ya aku katakan sebuah kabar baik untukmu, hari ini ketika Lika Hua sedang dalam pemeriksaan tidak sengaja dia memberitahu kamu jenis kelamin anak ini.”
Hello! Im an artic!
“Benar kah? Katakan kepada seorang pria atau wanita?” Lina Hua dengan wajah penuh dengan kebahagiaan.
Benard Bai dengan wajah penuh dengan kebahagiaann, wajah bahagia karena akan menjadi ayah.
“Dokter berkata seorang wanita.”
“Haha, sungguh diberkati.” Lina Hua sangat bahagia, sebenarnya mau perempuan ataupun laki-laki dia akan merasa bahagia.
__ADS_1
“Benar, aku telah mengatakannya dulu, lahirkan saja seorang perempuan saja agar bisa mirip kepada Lika Hua, jangan seperti aku aku begitu jelek, jika perempuan itu mirip aku maka dia akan susah untuk mendapatkan jodoh.”
“Jangan berkata seperti itu, siapa yang berkata tentang anaknya seperti itu, dasar.”
Ayah Benard Bai menyeka, sebenarnya keluarga ini terlihat bahagia dan haromis, terkadang Lina Hua merasa menjadi orang biasa dan pengusaha biasa saja sangatlah cukup.
Disiang hari Lina Hua ingin mereka untuk diam dan makan siang disini, tetapi Benard Bai tidak ingin dia berkata ingin menemani Lika Hua dirumah sakit.
Setelah mengantarkan mereka, seketika dia mendapatkan pesan dari Jessica Yu memintanya untuk menuju ketokonya.
Dia mengira Jessica Yu merasa bosan dan ingin berbincang-bincang dengannya.
Siapa sangka ketika dia berada disana, ternyata tokonya mendapatkan barang yang banyak, banyak dia mendapatkan sebuah pohon keberuntungan dan juga sebuah kucing keberuntungan.
“Apakah kamu membeli semua ini?”
“Eric Xie?”
“Iya.”
“Kapan?” Lina Hua sungguh tidak menyangka.
“Pagi ini, dia bahkan membeli barang yang banyak ditoko ini, dan juga memberikan uang tambahan, bagaimana caraku mengembalikan uang itu dia tidak menginginkannya, astaga… aku sampai takut jika kamu mengatai aku.” Jessica Yu sedikit merasa tidak nyaman.
Lina Hua tersenyum dan duduk disebuah kursi.
__ADS_1
“Jessica Yu, sekarang buatkan sebuah teh buat aku maka aku akan memaafkanmu.”
Jessica Yu tersenyum dia sengaja menggoda Lina Hua.
Tetapi dia tetap saja membuatkan teh untuk Lina Hua, kedua orang ini menikmati teh ini sejenak.
Lina Hua baru saja mengetahui jika bulan ini Eric Xie telah datang sebanyak tiga kali.
Membeli hampir 2 milyar barang, dan masih memberikan barang yang cukup banyak.
Contohnya pohon keberutungan, kucing keberuntungan, dan juga memberikan sebuah ac, bahkan membelikan sebuah kulkas dipojokan sana.
Dan yang paling lucu adalah, membelikan sebuah kalender yang dapat digantung, dan digantung didinding.
Dan disana tertulis satu kata dengan besar——Keberuntungan, Lina Hua yang melihat ini merasa bingung dan lucu.
“Lina Hua, tidak disangka jika Eric Xie begitu tergila-gila kepada, dengan selama itu apakah hatimu tidak tergoyah?”
Jessica Yu melihat Eric Xie yang berubah dengan banyak, apalagi Eric Xie memang dengan diam-diam melakukan ini.
Tidak perlu dilihat oleh Lina Hua tetapi ketulusannya membuat dia merasa sangat nyaman.
Lina Hua melihat pekerjaan hebat yang digantung disana, “Benar, dia memang sangat baik, tidak seperti yang dikatakan diluar.”
“Jadi jika sekarang kamu tidak memiliki John Jiang maksudku, jika sekarang kamu hanya tunangannya, apakah kamu bisa memberikan kesempatan untuknya?” Jessica Yu telah mempelajarinya, dia mulai bergosip.
__ADS_1
Jika itu dulu, bagaimanapun caranya dia tidak akan berani bertanya tentang ini, dia pasti takut Lina Hua akan marah, tetapi kali ini dia bertanya dengan penuh kepercayaan diri.