
Hello! Im an artic!
Dulu ia sudah berjanji pada John Jiang untuk menjadi orang biasa, meskipun ingatan John Jiang akan hal itu sudah ia hapus, tapi…… bagaimanapun ia sudah pernah ebrjanji.
Meskipun John Jiang tidak ingat pada hal itu, tapi seharusnya ia juga tidak akan rela kalau Lina Hua pergi keluar sendirian.
Hello! Im an artic!
Ia juga tidak tahu bagaimana ia harus menjelaskannya pada John Jiang, kenapa dirinya bisa seberani ini nekat untuk pergi melawan sesosok makhluk yang sangat hebat.
Lina Hua menggigit bibirnya tanpa berkata apa-apa sambil berjalan turun ke bawah.
“Sayang, Windi memberiku sebuah resep obat, aku pergi beli dulu.”
“Kuantar ya.”
Hello! Im an artic!
“Tidak usah, tempat itu tidak bisa dimasuki pria sembarangan.”
“Kalau begitu aku akan menunggumu di luar.” Mana mungkin John Jiang membiarkan Lina Hua pergi keluar sendirian di saat seperti ini? Ia juga tahu ada zombie berkeliaran di luar sana.
“Kalau begitu bawa Rika dan Ella.”
“Tidak usah, tidak enak kalau terlalu banyak orang, kau juga tahu kan peraturan di keluarga Windi, mereka tidak suka terlalu banyak orang, tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja, Windi sudah memberiku sebuah jimat, lihatlah.”
Ini pertama kalinya Lina Hua berbohong, tapi siapa sangka, sama sekali tidak kelihatan.
__ADS_1
Ia memegangi sebuah jimat di tangannya, di atasnya ada sebuah pedang kayu yang kecil, pasti bisa dibuat untuk menipu orang-orang biasa seperti ini.
Meskipun John Jiang memang tertipu, hatinya tetap merasa tidak tenang.
“Lina Hua, suruh Windi pergi bersamamu saja ya? Kalau ada apa-apa ia juga bisa membantumu.”
“Tidak bisa, Windi harus tinggal di sini untuk menjaga Lili, kalau nanti terjadi sesuatu pada Lili, kalian pasti tidak bisa berbuat apa-apa.” kata Lina Hua.
John Jiang mengerutkan keningnya, ia terlihat sangat khawatir pada keselamatan istrinya itu.
Lina Hua berjalan ke arah John Jiang, tanpa rasa malu sedikitpun, ia pun memeluk leher John Jiang di hadapan orang-orang.
“Sayang, jangan khawatir, aku pasti tidak apa-apa, aku janji.”
“Aku tidak tenang.” Sorotan mata John Jiang sangat memelas, ia sangat ingin melakukan sesuatu untuk Lina Hua, tapi ia sama sekali tidak bisa membantu.
“Tenang saja, percayalah padaku.”
Seketika itu, tak ada seorang pun yang ingat bagaimana cara Lina Hua keluar dari sana, mereka hanya mendengar suara pintu yang tertutup saja.
Baru saja Lina Hua melangkah keluar, Edo pun keluar dari belakang dan mengikuti Lina Hua.
“Edo, sini.”
Lina Hua tahu Edo bukan kucing biasa, ia juga tidak mengusirnya, dan malah memeluknya.
“Edo, perjalanan kali ini sangat berbahaya, kau sudah punya istri dan anak, apa kau benar-benar ingin ikut?”
__ADS_1
Edo menatap Lina Hua dengan pandangan sedikit mengejek, lalu menguap dan masuk ke dalam dekapan Lina Hua.
Lina Hua tersenyum, ia tahu kucingnya ini sedang bermanja-manjaan dengannya.
Untuk menghemat waktu, Lina Hua tidak membawa mobil, melainkan menggunakan jimat paranormalnya, ia bisa langsung mencari posisi makhluk gaib itu dengan tepat.
Kompas mencari jejak, dan paranormal membuka delapan pintu.
Bintang bungur kecil, api misterius melawan arwah dan setan.
Semakin lama, Lina Hua semakin hafal dengan jurus yang sebenarnya sama sekali tidak ia ketahui itu, ia langsung sampai ke jarak tujuh belas kilometer barat laut dari Kota J.
Tempat itu adalah tempat pemakaman yang terbengkalai, aura kegelapan berkumpul di sana, ini adalah tempat paling baik untuk makhluk itu bersembunyi.
Lima orang dari Keluarga Ling sudah mati, seharusnya makhluk itu juga sudah terluka, ia tak mungkin bisa selamat begitu saja.
Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki, Lina Hua pungmenghentikan langkahnya, lalu melihat ada beberapa bayangan orang di depannya.
Di bawah cahaya bulan, bayangan itu mulai terlihat jelas……
“Kau…… Kepala Keluarga Ling?” Lina Hua tidak pernah bertemu dengan anggota Keluarga Ling, tapi ia bisa merasakan kekuatan mereka.
“Siapa kau?”
Orang itu juga sudah mengetahui kedatangan Lina Hua, Lina Hua juga tidak ingin bersembunyi lagi, ia pun keluar dari balik bayangan batu sambil menggendong Edo, di bawah sinar rembulan, ia mengenakan sebuah rok panjang berwarna putih dan cadar yang panjang.
Anggota Keluarga Ling semua adalah pria tulen yang muda dan berenergi, begitu melihat Lina Hua, mata mereka pun bersinar cerah.
__ADS_1
Fenomena wanita cantik muncul di bawah sinar rembulan sungguh sangat mirip dengan Siauw Lionglie dari novel “The Return of the Condor Heroes” yang sangat memukau.
Dan di antara kerumunan anggota Keluarga Ling, ada seorang pria muda yang tampan berjalan keluar dari kerumunan, seakan tak sabar menanti mata sang wanita tertuju pada dirinya.