Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 55 Tidak Mau Uangmu


__ADS_3

Eric menghembus asap rokok, “Terobsesi, itu menjelaskan saya focus.”


“Puih… Puih…Puih…, kamu ngomong sendiri saja, saya pergi belajar dulu.”


“Hei… Hei…Hei…, ayo kasih tahu saya, bagaimana merayu wanita?”


Eric tidak ada teman wanita, jadi ketemu masalah ini, hanya bisa menanyakan ke adiknya Bethany.


“Bukannya kamu bisa? Kasih duit, kasih mobil, rumah, dan perhiasan.”


“Ini untuk Lina tidak mempan, aura orang… sekali lihat bukan orang yang mau uang.”


“Waduh, kalau gitu kamu ketemu lawan, pikir sendiri deh, kalau ayah tahu saya disini berdiskusi yang tidak-tidak denganmu, saya rasa dia akan mematahkan kakiku.”


Setelah selesai berbicara, Bethany menutup.


Tetapi Eric lanjut melihat bekas luka cakaran kucing hitam, lanjut meneruskan bayangannya.


Di pihak lain waktu makan pagi Lina, menanyakan dia nomor rekening.


John terkejut, “Kenapa? Ada apa, mau nomor rekening?”


“Uang 2 mobil itu, saya mau kasih kamu”


“Kenapa kita harus hitung-hitungan begitu?”


“Justru karena kita, maka harus hitung yang benar, kalau kamu tidak mau bilang, saya akan langsung transfer ke nomor rekening perusahaan?”

__ADS_1


Saat mengancam orang wanita ini sama sekali tidak menarik.


John melihat dia serius juga tidak berdaya, terpaksa berkata, “Bos toko 4s utang di bank kita, makanya dijaminkan ke saya, saya juga tidak membayar dp, kalau kamu mau kasih, ya berapa saja.”


“Saya tidak peduli urusan kalian, kalau mobil baru, saya akan kasih harga pasar.” Lina juga keras kepala.


“Nomor rekening?”


John terpaksa melafalkan beberapa angka.


Lina mengambil hp, menggunakan m-banking mentransfernya.


“Ok, sudah tertransfer.”


“Hm.”


John sengaja menggoda dia.


“Linlin, kamu memang berduit ya, mengeluarkan 2 jutaan juga tidak mengedipkan mata, apa kamu punya pekerjaan lain?” John sengaja menggoda nya.


“Saya punya saham Keluarga Hua, walaupun tidak bekerja, juga cukup hidup sampai tua.” Kata Lina dengan tegas.


“Ok, istriku, saya tahu kamu memang wanita kaya.”


Waktu John memanggilnya istri, selalu membuat Lina merasa aneh, atau merasa tidak nyaman.


Apalagi dia baru gadis berusia 22 tahun, sudah menjadi istri orang benar-benar tidak terkatakan.

__ADS_1


“Ntar misalnya kita Keluarga Jiang sudah bangkrut, kamu bisa menghidupi saya kan?” Perkataan John semakin diluar batas.


Lina dengan datar melihatnya, “Kamu terlalu banyak pikir, kalau Keluarga Jiang ada apa-apa, pasti Keluarga Hua juga tidak ada lagi, dengan dingin menjawab, kamu tidak mengerti hal itu? ”


“Haha, sudahlah, tidak bergurau lagi, saya pergi kerja ya.”


Lina tidak menyahut, Johnn bangun lalu berjalan keluar.


Setelah naik ke mobil mengirim wechat ke Lina.


Tertulis —— nomor rekening yang tadi kasih ke kamu itu kartu yang kemarin ibumu kasih sebagai uang tutup mulut, kamu simpan sendiri saja, aku lelakimu, kasih kamu mobil itu keinginanku, tidak mau uangmu.


Setelah melihat Lina, buru-buru mencek saldo di kartu itu.


Ternyata sudah 3,2 juta, ternyata ada 1 juta uang yang diberikan orang tua John untuk tutup mulut, sekarang ditambah uang transferan sendiri 2,2 juta, pas.


Lelaki ini benar-benar…


Di pihak ini senang di pihak lain khawatir, sendiri di keluarga orang kaya tidak kuatir soal uang.


Tetapi kebanyakan orang tidak bisa demikian, waktu itu anak keempat Keluarga Hua Lika membawa pacarnya menghadiri ulang tahun ibunya, pergi dengan tidak senang.


Lanjut beberapa hari, Benard pun menghindar tidak mau bertemu, mengirim wechat juga jarang dibalas.


Setelah Lika selesai kelas langsung pergi ke gerbang cabang untuk menyetop Benard, ternyata benar bisa bertemu dengannya.


Benard baru selesai mengerjakan tugas, waktu turun mobil melihat Lika berdiri di pintu.

__ADS_1


“Benard, kita bisa ngobrol?” Perasaan Lika sangat berantakan.


__ADS_2