Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 65 Lili Hua Teluka


__ADS_3

John tidak berkata apa-apa, tetapi mendekatkan dirinya ke badan Lina.


Terakhir, dia memberikan bahunya secara perlahan-lahan.


Lina memegang erat sepasang sepatu nenek, menundukkan kepala di bahu John, menangis tanpa suara.


Saat ini, John ada sedikit tertekan.


Karena dia menyadari Lina berusaha menahan emosinya sendiri, sebenarnya apa yang dialaminya?


Kenapa menangis juga harus ditahan.


“Sebenarnya … kamu boleh menangis keras, saya tidak akan menertawakanmu.” Dia berkata.


Lina sama sekali tidak bersuara, tetapi air matanya sudah membasahi kemejanya.


3 menit kemudian, Lina mengangkat kepala.


John memberi tisu dengan peduli.


Lina melap air matanya, “Tidak ingin didengar orang lain, juga tidak ingin neneknya dengar.”


Saat dia selesai berkata, dia semakin sedih.


Satu malam ini, Lina dan John tidak pulang.


Dua orang menjaga semalaman, waktu langit terang, baru melihat nenek membaik.


Lina baru dengan tenang pergi, sebelum pergi msih melihat nenek makan beberapa suap bubur.


John mengantar Lina pulang ke Villa Spring Mansion di Water Pavillion.

__ADS_1


Kemudian sendiri baru pergi kerja.


“Nona muda, nyonya bagaimana?” Rika dan Ella pun khawatir.


“Keadaan tidak baik, tetapi … untung bisa selamat, dokter bilang sementara stabil …”


“Raut muka anda tidak bagus, sudah lembur semalaman anda juga lelah, setelah ada makan sedikit langsung tidur saja.”


Dua orang pembantu itu, yang satu membantu Lina menyalakan air hangat di bathtub.


Yang satunya membuat semangkok kecil bubur lengkeng kurma diantar ke kamarnya.


Bisa dibilang baru kali ini Lina tidur nyenyak.


Waktu siang jam 11, dia terbangun oleh bunyi deringan hp-nya.


Yang telepon adalah kakak Linda yang menelpon, waktu Lina menelpon, hatinya berdegup kencang.


Hal yang paling ditakutkan adalah berita buruk tentang neneknya.


“Hah?”


Hal ini tidak terduga oleh Lina.


Lili Hua kemarin malam masih pulang ke rumah melihat nenek, kenapa hari ini terjadi kecelakaan?


“Kakak besar, kakak ketiga bagaimana?” walaupun hubungannya tidak bagus, tetapi apapun yang terjadi mereka adalah saudara kandung, dia juga sangat khawatir.


“Pagi hari ini ada film menunggangi kuda, dia jatuh dari kuda, patah dua tulang iga, sedang di rumah sakit.”


“Ini…”

__ADS_1


Lina menghela nafas pelan-pelan, memang benar satu selesai satu lagi datang, tahun ini Keluarga Hua sedang terpuruk.


Bisnis memang bukan hal yang mudah, ditambah penyakit nenek, sekarang Lili Hua juga jatuh dari kuda, sungguh semua hal datang bersamaan.


“Semua orang sudah pergi ke rumah sakit, mama menyurush saya menanyakanmu, datang tidak?”


Linda juga tahu adik kelima selama ini tidak dekat dengan orang rumah, maka dia tidak yakin dia akan datang tidak.


Tetapi, masalah ini harus diberitahukan, tidak demi apa, hanya karena sekarang status nyonya muda di Keluarga Jiang.


Karena ada status ini, status Lina di Keluarga Hua menjadi lebih tinggi.


Lina sendiri tahu, ini karena semua orang melihat muka Keluarga Jiang.


“Saya lihat kondisi dulu.”


Dia tidak memperkeras katanya, Lina juga tidak berpikir mau pergi tidak.


Bukan karena hubungan kakak beradik ini tidak baik, sebenarnya hubungan Lili Hua dengan Lina masih ok.


Yang dipikirkan benar, Lili Hua adalah superstar, sekali terluka, pintu rumah sakit pasti ada paparazzi yang bersembunyi 24 jam.


Yang menjenguknya pasti banyak sekali, fans, manager, perusahaan, teman-teman yang ada di entertainment.


Tidak memikirkan hal ini, Lina juga tidak pasti.


Sore itu


Eric malah pergi melihat Lili Hua, masih membawah bunga dan sekeranjang buah, sangat tulus.


Masalahnya Lili Hua dan Eric sama sekali tidak kenal, dua orang sama sekali tidak pernah berkata patah kata.

__ADS_1


Makanya waktu melihat Eric, Lili Hua sangat kaget.


“Angin apa yang bertiup? Sampai meniupkan tuan muda Xie ke sini?” Lili Hua membalikkan kepala melihat Eric tertawa.


__ADS_2