Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 853 Ibu dan Anak Sudah Tenang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mengapa Dunia Kematian bisa lupa bahwa Lina Hua ini sudah pernah memakan keberanian seekor panther.


Jika ia memang berani berbuat demikian, ia harus tahu bahwa, ketika Yin dan Yang berputar ke arah yang sebaliknya, dunia manusia dan dunia kematian akan mengalami keributan yang cukup besar, ketika saatnya tiba, semuanya hanya akan mengalami bencana besar.


Hello! Im an artic!


Lina Hua sebenarnya bukan bermaksud untuk membuat sebuah bencana yang besar, ia hanya yakin bahwa Raja Neraka akan bersikap adil.


Jadi, ia mengambil sedikit waktunya, namun, sebenarnya ia sudah menang terlebih dahulu.


Raja Neraka tentu saja tidak lagi mempunyai waktu untuk mengurusi Lika Hua dan anakanya lagi, ia langsung mengurusi masalah yang lebih mengkhawatirkan terlebih dahulu.


Namun, Lina Hua juga kebetulan sudah tiba di rumah sakit, kmeudian langsung memberikan nyawa Lika Hua bersama dengan Windi Feng.


Hello! Im an artic!


Ia mengembalikan semua aura Yangnya dan sekali lagi, menarik kembali tali kmeatiannya.


“Bagaimana jika ia kembali untuk merebut orangnya?”Tanya Windi Feng.


“Aku akan melindunginya, selama anak ini sudah dilahirkan, ia tidak akan bertindak lebih lagi.”


Lina Hua tahu, sebelum anak ini dilahirkan, ini adalah saat-saat yang paling baik, saat-saat yang harus dipertahankan, maka mereka dapat terhitung sudah menang.


Jadi Lina Hua dan Windi Feng terus melindunginya dan bersiap-siap untuk berperang dengan kematian.


Hanya saja, Raja Neraka tidak pernah lagi muncul hingga anak itu dilahirkan.

__ADS_1


Suara tangisan itu langsung membuat perasaan mereka terjatuh.


“Lina Hua, anak itu sudah dilahirkan, apakah kamu mendengarnya?”


Lina Hua merasa sangat tersentuh, ia menganggukkan kepalanya, mereka akhirnya dapat melewatinya.


Dokter menggendong anak itu keluar dan melihat Keluarga Hua,”Selamat semuanya, kedua ibu dan anak juga damai, seorang anak lelaki, 3,4 kilogram.”


Benard Bai langsung bersujud ketika mendengarnya, ia pun menangis, ia sudah lelah, hatinya sudah sangat lelah.


Nyonya Hua juga menangis sambil mengambil anaknya, ia merasa sangat tersentuh.


Peter Hua juga merasa sangat senang, ini adalah anak lelaki pertama dari Keluarga Hua, walaupun ia tidak bermarga Hua.


Namun, walaupun ia adalah cucu dari pihak luar Keluarga Hua, ia meliriknya,”Hei, ia terlihat seperti Lika Hua saat masih kecil.”


“Betul, lihat hidungnya ini, sama persis dengan milik ibunya.”


Benard Bai langsung berdiri, menghapus air matanya dengan lengan tangannya, kemudian pergi ke ruang bersalin Lika Hua bersama dengan para perawat, yaitu pergi ke ruang VIP.


Lika Hua kini sudah terbangun, kepalanya dipenuhi dengan tetesan keringat.


Ia melirik Lina Hua sejenak, kemudian menggenggam tangannya,”Lina Hua, aku baru saja melewati Jembatan Kematian sendiri……”


“Jangan sembarangan berbicara, kamu hanya bermimpi, kamu baik-baik saja.”


“Iya, aku lagi-lagi kembali, aku tahu itu.”


“Kakak keempat, anakmu seorang lelaki, 3,4 kilogram, berada dalam keadaan yang sangat sehat.”

__ADS_1


“Seoarng anak lelaki?”Lina Hua kini kembali berfokus.


Benard Bai langsung datang dan menggenggam tangan Lika Hua.


“Istriku, kamu sudah berusaha keras, kita tidak akan mempunyai anak lagi di masa depan, aku tidak ingin kamu bertemu dengan bahaya lagi, aku yang salah, aku yang salah.”


Benard Bai merasa sangat tersentuh, ia selalu merasa bersalah, selalu merasa bahwa mereka tidak seharusnya mempunyai anak, ia hampir saja membuat Lika Hua berada di ujung kematian beberapa kali.


“Jangan membicarakan hal konyol, ini bukanlah salahmu…… Anak kami, aku ingin bertemu dengannya.”


“Ia sedang dicek, mereka akan membawanya kemari setelah memandikannya, istirahatlah dengan tenang terlebih dahulu,”ucap Windi Feng dengan tersenyum.


Lika Hua merasa sangat lega setelah melihat banyak sekali keluarganya yang berada di sini.


Setelah Lina Hua meliaht Lika Hua sudah baik-baik saja, tubuhnya pun langsung terlihat kelelahan.


John Jiang kemudian melepaskan jaketnya dan memberikannya untuk Lina Hua.


“Lina Hua, kamu terlihat kelelahan, kita pulang saja terlebih dahulu.”


“Baiklah,”Lina Hua memang sangat kelelahan, ia juga cukup terkejut.


Setelah melihat anaknya baik-baik saja, ia pun merasa sangat lega, kemudian turun bersama dengan John Jiang.


Ia kemudian melihat Benard Bai menggendong anaknya ke hadapan Lina Hua.


“Adik Lina Hua, kamu adalah penyelamat kami, aku dan Lika Hua berharap kamu dapat memberikan nama untuk anak kami,”ucap Benard Bai dengan tulus.


“Ini……,”Lina Hua tiba-tiba merasa kesulitan.

__ADS_1


Pikirannya sangat kosong, karena ia benar-benar tidak mempunyai persiapan.


__ADS_2