Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 284 Kemampuan Yang Sangat Besar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Hm, saya masih di rumah sakit.”


“Kalau gitu kamu tunggu saya sebentar, saya jemput kamu.”


Hello! Im an artic!


Selesai bicara, tidak tunggu jawaban Lina, sudah memutuskan telpon, 20 menit kemudian, John sudah sampai, membawa Lina ke toko hotpot makan.


Karena tidak makan daging Lina, hanya makan sayur dan mie, dan juga bakso vege, chongfen.


Tapi karena dia tidak mood makan, maka tidak makan banyak.


“Orang bilang di dunia ini tidak boleh mengecewakan wanita cantik dan makanan enak, kamu dua-duanya ada, sangat beruntung. “John sengaja menggodanya.


Hello! Im an artic!


Lina tersenyum, asal menyahutnya saja.

__ADS_1


John tahu dia khawatir penyakit Lika, sebenarnya waktu itu professor universitas utama sudah memberitahu John, tidak perlu tes, ini sudah pasti kanker.


Karena bukan radang, titik hitam yang jelas itu, masih sangat keras, pasti tidak salah kalau itu tumor.


Hanya John tidak memberitahukan masalah ini, Lina juga tidak bicara, kedua orang ini sepertinya sepemahaman.


“Ohya, kamu pergi pagi pulang pagi, apa perusahaan ada masalah?”


Mendengar Lina bertanya, John ada sedikit terharu, apalagi, ini kali pertama Lina memperhatikan urusannya, sangat jarang terjadi.


“Hm, ada sedikit masalah, tetapi bukan masalah besar.”


John terkejut melihat Lina, “Linlin, kamu punya kemampuan dewa ya? Sangat hebat nyonya Jiang.”


Lina tidak pernah memperlihatkan kemampuan meramalnya di depan John, maka dia sanga terkejut, merasa baru kenal dengan dia, masih ada kemampuan apa lagi yang tidak dia ketahui.


“Ini hanya hobi sampingan saja, suka meneliti hari dan tahun Chinese, tapi kamu belum jawab, apa yang saya katakana benar?” dengan tenang Lina melihat dia, penuh percaya diri.


John menganggukan kepala, “Sangat tepat, kemarin ini ada klien besar meminjam uang 19 miliar, menggunakan perusahaan dan rumah dia jadi jaminan, klien itu tiba-tiba meninggal di Thailand, tidak tahu penyebab kematiannya. Manager yang memberikan jaminan ke dia karena tekanan yang besar, menyalahkan diri sediri juga takut, kemarin malam bunuh diri, pagi waktu istrinya menemukannya melaporkan ke polisi, saya ke kantor polisi membuat record, masih harus menenangkan keluarganya, kasih uang, masih harus menyelesaikan beberapa hal, pokoknya, sangat repot membuat sakit kepala.”

__ADS_1


Lina juga tidak merasa terkejut, ini sudah dalam perhitungannya, walaupun sangat tidak suka meramal orang di sekitarnya, tetapi tidak tega untuk menghibur John, “Tidak apa-apa, hanya hari yang sial, keberuntunganmu lagi menurun, masalah ini akan terselesaikan, kamu tenang saja.”


“Hm, mesti tenang, perusahaan banyak masalah, kalau tidak bisa menghadapi tekanan sekecil ini, pasti cepat mati karena sakit jantung.” John tertawa.


“Kata-kata seperti ini tidak boleh sembarangan ngomong, tidak untung.” Lina dengan serius mengingatkan.


“Hm, lain kali tidak ngomong lagi, semuanya denger kamu.”


Setiap John mengunakan tatapan lembut melihat Lina, dia dengan malu menundukkan kepala, tidak berani melihat nya.


Yang John takut adalah Lina bad mood, maka membiarkan begitu banyak masalah di kantor, meluangkan waktu menemani dia makan siang.


Siang hari setelah mengantar Lina kembali ke rumah sakit, langsung balik kantor lanjut kerja lagi.


Malah waktu siang Rika membawakan Lika sop ikan hitam, sekalian memberitahukan Lina satu masalah, masalah ini membuat Lina tidak bisa menahan kemarahannya.


Rika berbisik di telinga Lina, “Nona, waktu saya membeli ikan hitam, saya melihat ayah anda dengan selingkuhannya, mereka ke pasar membeli sayur, saya takut ketahuan langsung ngumpet, wanita itu selalu menggandeng lengan tuan, dengan mesra.”


Lina segera muram…… ini waktu apa? Ayahnya malah ada mood nemenin selingkuhannya?

__ADS_1


__ADS_2