Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 58 Menolak Penipuan


__ADS_3

“Ella, kamu bilang apa saya pernah menyinggung kakak keempat saya?”


Lina menyandar di kursi malas, memakai baju tidur putih.


Setelah Ella berpikir-pikir, dengan hati-hati menaruh sarang walet.


“Sepertinya tidak ada, meskipun beberapa tahun ini tidak terlalu berhubungan dengan nona keempat, tetapi… tidak pernah menyinggungnya, nona kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?”


“Mau minta tolong dia, cuman langsung ditolak.” Hati Lina tidak enak.


” Apa mungkin masalah waktu itu, waktu nyonya ulang tahun.”


Lina menganggukan kepala, “Saya juga pikir begitu, ya sudahlah, kalau tidak mau membantu, saya sendiri saja.”


“Nona mau ngapain?”


“Pergi sekolah deh, pergi ke sekolah.”


“Puih … pergi ke sekolah, anda becandakan ya?”


Sifat Ella dibandingkan Rika lebih terbuka, maka bisa becanda dengan Lina.


“Tidak, saya serius.”


“Tapi anda sudah lewat dari umur itu?”


“Langsung masuk universitas saja.” Lina sambil membalikkan buku yang di tangan, sambil memonyongkan mulut.


“Lebih baik jangan deh, pengetahuan anda masuk ke universitas, pasti kesana mengajar dosennya, mana bisa mereka mengajari anda?”


Ella dan Rika paling tahu, beberapa tahun ini Lina banyak membaca buku, belajar banyak hal.

__ADS_1


Maka kalau dia pergi sekolahpun, jadi bahan tertawaan.


“Belajar sampai tua dong, belajar apapun itu tidak ada salahnya.”


Ella mengira Lina hanya berkata-kata saja.


Mana tahu ternyata terakhir benar dilakukannya……


Dia ini orangnya jika ingin melakukan apa, pasti akan segera dilakukan.


Lalu hari kedua, membawa Rika dan Ella, membuka mobil baru yang diberikan John berkeliling melihat universitas sekitar.


Kota J adalah kota di seluruh negara ternama, dekat dengan laut, ada juga danau.


Tempat ini di peta sangat diberkati, juga merupakan obyek pertumbuhan ekonomi yang difokuskan oleh negara.


Maka di sini ada 11 universitas.


Lina sengaja menghindari universitas dimana Lika mengajar, memilih universitas lainnya di Kota J.


Lewat konsultasi baru tahu, dia tidak pernah ke sekolah, tidak pernah mengikuti tes.


Mau langsung masuk universitas terkenal, sangatlah sulit.


Walaupun tidak mau sertifikat, hanya mendengarkan pelajaran, juga tidak boleh.


Peraturan ini sangat ketat, waktu keluar, Lina terdiam.


Rika mengemudikan mobil, Ella dan dia duduk di belakang.


“Nona, saya ada perkataan, tapi anda jangan marah y.” Ella membuka mulut.

__ADS_1


“Saya rasa jika anda ingin masuk universitas terkemuka bukannya tidak ada cara.”


“Kamu ada cara?” Lina menolehkan muka melihat Ella.


“Saya tidak ada cara, tetapi saya rasa, kamu bisa mencari orang itu, dia pasti ada cara.”


“Maksudmu John?”


“Haha, nona memang pintar, benar tuan muda … pengaruh keluarga tuan muda di daerah sini sangat besar, sangat kuat, hanya satu Keluarga Jiang pun pasti memberikan muka, kalau kepala sekolah tahu anda adalah nona muda Keluarga Jiang setidaknya akan memberikan muka.”


Berpikir nona pasti akan membantah.


Tetapi kali ini Lina tidak membantah.


Dia menundukan kepala, mengambil hp melihatnya sekilas.


“Biar saya pikir-pikir dulu hal ini.”


Selesai berbicara, hp berbunyi, adalah nomor asing yang kayak dikenal.


Lina mengangkatnya.


“Halo? Linlin, ini aku, Eric.”


“Ada apa?” dia bertanya dengan dingin.


“Mobil sudah diperbaiki, mau dikirim kemana?”


“Langsung taruh bengkel saja, saya akan menyuruh orang mengambilnya.”


“Kenapa repot begitu, saya langsung kirim ke tempatmu saja, sekalian traktir kamu makan.” Dia mau menipu lagi.

__ADS_1


__ADS_2