Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 185 Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

Melihat Rika yang tidak mengerti apa-apa malah ikutan berbicara, Lina juga binggung.


Dia menghela nafas, kemudian memerintahkan ke Rika, “kamu pergi ambil 1ribu untuk ibu ini.”


Ibu itu terkejut, dia kira Lina akan membeli barangnya seharga 1ribu, dia pasti gak akan mau menjualnya.


Ibu itu belum sempat berbicara, Lina yang melihatnya langsung berkata, “1ribu ini saya berikan kepada kamu, kamu bisa menemukan toko aku, itu artinya kita berjodoh, uang ini kamu pakai beli beras, beli susu, anggap saja niat baikku, dan benda kamu itu, aku tetap tidak bisa menerimanya, kamu bawa pergi saja.”


“Adik kecil, kamu benaran gak mau memikirkann lagi, ini barang bagus loh, benaran sangat berharga.”


“Aku tahu ini barang bagus, tapi barang ini tidak berjodoh denganku.”


Melihat sikap Lina yang tegas, Ibu itu terpaksa menyimpan barangnya kembali, dan mengendong bayinya.


Sebelum pergi, dia menerima 1ribu dari Rika, kemudian melihat kea rah Lina, setelah berterimakasih, kemudian dia pergi.

__ADS_1


“Non, ini sebenarnya apa yang terjadi? Kamu hari……”


Setelah ibu itu pergi, Rika tidak bisa mengontrol lagi rasa penasarannya.


“Kamu ingin tahu kenapa aku gak mau menerima barang, bukan?”


“Barang palsu?” Rika bertanya


“Bukan, itu barang asli, dan juga berharga sekitar 80ribu-100ribu, itu barang peninggalan dinasti perang, sebuah cawan tembaga, walaupun jumlahnya tidak banyak, tapi yang mengoleksinya juga cukup banyak, sangat gampang dijual juga.”


“Kalau kamu beli dengan harag 20ribu, dan dijuatl 80ribu, kan kita tetap untung.” Rika merasa nonanya adalah orang yang pintar.


Lina menghela nafas, “aku suka mengoleksi barang antik, tapi lebih ke barang antik yang ditinggalkan oleh leluhur, dan telah bertahun-tahun, bukan barang antik yang digali dari pemakaman”


“Eh…… digali dari pemakaman?” Rika sangat terkejut.

__ADS_1


Lina kemudian berdiri, dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri, dan meminumnya.


Kemudian menlanjutkan penjelasannya ke Rika, “Benda itu ketika dibuka tercium bau tanah dan bau jamur, bisa dibilang baru dikubur tidak lebih dari 3 hari, ibu tadi juga membawa aura Yin, sehingga juga mempengaruhi bayinya, barang yang digali biasanya gak bakal ada orang yang mau, pertama karena resiko ditangkap oleh dinas terkait, kedua barang yang digali dari kuburan itu membawa aura yin yang tebal, kalau diletakkan di rumah biasanya akan mengalami kesialan, kalau aku gak salah, barang itu digali oleh suaminya, dan sekarang suaminya sudah tertimpa sial, jadi dia ingin segera menjual barang itu.”


“Oh Tuhanku, ternyata begitu, untung nona tidak membelinya.” Rika juga takut


“Aku gak mungkin menerimanya, karena akan mendatangkan masalah.”


Lina selain mengerti barang antik, dia juga mengerti tentang Fengshui, tentunya dia tidak akan membeli barang yang akan mendatangkan kesialan, tapi ibu dan bayi itu tadi memang sangat kasihan, jadi Lina berniat baik dengan memberinya 1ribu.


“Nonaku memang pintar, ke depan aku gak akan mencampuri urusan nona lagi.” Rika merasa bersalah dengan nonanya.


Ketika Rika dan Lina bersiap pulang ke rumah, tiba-tiba ada telepon dari mamanya, mamanya bilang kalau Lisa Hua ada urusan penting mau didiskusikan.


Rika langsung mengantar Lina pulang ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


Ketika Lina sampai di rumahnya, dia hanya melihat mamanya dan kakak keduanya Lisa.


“Adik, kamu sudah pulang? Cepat ke sini, tadi aku dan mama baru bercerita tentangmu.” Melihat Lina pulang, Lisa dengan senang menyambutnya, sehingga membuat Lina semakin merasa aneh.


__ADS_2