
Ketika mendengar audio wechat dari Lili, Eric hampir muncrat.
Pengobatan infertilitas? Tidak tidak tidak, dia tidak sanggup membuat yang sebagus itu, teknologinya juga belum sampai ke level itu.
Hello! Im an artic!
Kemudian dia langsung membalasnya, “Jangan mengacau, apaan pengobatan infertilitas, aku hanya melakukan sesuatu yang serius, cepat bantu aku iklankan.”
Sejak Eric pergi ke ulang tahun Lili, mereka berdua gak tahu kenapa bisa berteman, tentunya eric ada maksud sendiri, dia ingin mendekati Lina lewat Lili.
Tapi Lili malah merasa, Eric ini tidaklah buruk, tidak sejahat yang dirumorkan, boleh dijadikan teman juga.
“Iya, aku bantu kamu iklanin, tapi kenapa kali ini bermain sebesar ini?”
Hello! Im an artic!
“Iya, harus besar donk.”
“Buat apa, susah payah begini, kamu kan enggak butuh uang juga, bermain-main dan menikmati hidup tidak baik kah?” Lili bercandain dia.
“Dulu sih baik, tapi sekarang sudah tidak bisa, aku ada target baru.”
__ADS_1
“Jangan beritahu aku kalau targetnya ada adik aku Lina.”
Eric tertawa, kemudian membalasnya, “Selamat anda benar, Jujur, aku ingin menantang John secara terbuka, dan tujuannya sangat jelas, aku ingin Lina.”
“Kamu gila iya, dia sudah istri orang.”
“Aku juga mau, menikah bisa cerai juga, aku sudah memutuskannya.”
“Okelah, semoga berhasil.” Lili juga malas menasehatinya, tapi dia juga membantunya menyebarkan berita itu, karena iklan yang begitu ramai, produk dari perusahaan dia belum dikeluarkan, perusahaannya sudah terkenal duluan, Eric kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk masuk ke pasar modal, hari itu dia langsung mendapatkan modal 300juta, modal dia sudah balik setengah lebih.
Hal ini banyak dibahas oleh berita-berita ekonomi, banyak pengamat ekonomi juga membahasnya.
Hari itu setelah meeting pagi, dia berdiskusi dengan asistennya.
“Tuan Jiang, kamu melihat baik produk baru Eric kali ini? Semua orang bilang, obat itu tidak segampang itu dibuat, mungkin saja dia hanya membuat?” asistennya berkata.
John tersenyum, “Belum tentu, Eric orang yang suka bertaruh, aku lihat kali ini dia membuat berita sebesar ini, tidak mungkin hanya bualan, pasti ada sesuatu yang baru, kita lihat saja?”
Yang tidak disangka oleh John adalah, Eric sore hari itu langsung datang mencarinya ke kantor.
Ketika mereka bertemu, juga sangat menarik
__ADS_1
“Tuan Xie datang ke sini, ada hal apa yang bisa aku bantu.” John berdiri.
“Tuan Jiang jangan takut, aku bukan datang pinjam uang.” Eric juga bercanda.
Kemudian mereka berdua tersenyum, asisten yang perempuan dengan cepat menuangkan the.
Ini pertama kali Eric datang ke perusahaan keluarga Jiang, dia belum pernah sekalipun ke sini.
Setelah meminum tehnya, tatapannya menyapu seisi ruangan John.
“Dulu orang tua aku sering membandingkan kamu denganku, mereka bilang aku tidak sehebat kamu, aku tidak berpikiran demikian, kita punya jalan masing-masing, juga tidak berhubungan, sampai….. kamu merebut istriku, sejak saat itu, aku sudah mulai membencimu.”
“Rebut? Penggunaan kata yang kurang tepat, aku bukan merebutnya, aku adalah pilihan yang terbaik untuk Lina.” John berkata dengan senyum.
Eric juga tersenyum sambil berkata, “kamu tidak perlu membuatku kesal, aku tidak akan marah juga, bicara serius, aku hari ini datang mau bertaruh denganmu.”
“Oh? Taruhan apa?”
“Taruhan Lina, kita bermain bisnis kali ini, kalau kamu kalah, cerai, kalau aku kalah, perusaahan bernilai 1 Triliyun itu aku akan kasih kepadamu. ” Eric berkata dengan tegas kali ini.
Ekspresi John menjadi serius, bocah ini benaran bersiap untuk perang kali ini.
__ADS_1