Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 107 Penampilan Yang Tidak Menguntungkan


__ADS_3

“Maaf, aku tidak berminat.”


Kata-kata ini diucapkan oleh Lina, apalagi nada bicaranya sangat dingin datar, tidak ada kesempatan untuk berunding lagi, langsung menolaknya.”


“Kamu harus memikirkannya baik-baik.”


“Benar, kamu sekarang masih kuliah, belajar, bukankah juga demi nantinya masuk ke masyarakat, mencari uang?”


“Satu bulan jamin akan melebihi ratusan juta, kamu hanya perlu duduk di tempat pembawa berita, jika nyanyianmu tidak sesuai nada, kami bisa membantumu memperbaiki nadanya.”


“Kami bisa membuatmu menjadi seorang idol, pasti akan membuatmu meledak dan terkenal.”


“Minggir minggir, aku sudah mau mengikuti pelajaran, ada lagi….. Jangan pernah datang lagi, aku tidak suka diganggu.”


Selesai bicara, Lina Masuk ke dalam kelas, plangg sebuah suara menutup pintu.


Beberapa agen industri ternama, pengintai entertainment ditolak mentah-mentah.


Ini tidak terpikirkan oleh mereka, juga berada di tempat yang tidak jauh, Freddie dan temannya merasa sungguh tidak menyangka.


“Bro, nada bicara gadis manis ini sangat mirip denganmu, juga suka mengatakan, kata tidak berminat.”


Freddie tidak bersuara, memang benar, tadi saat Lina menolak beberapa orang itu diluar dugaannya.


Apalagi nada bicara saat menolak, sangat mirip dengannya.


Dia mengakuinya, kelakuannya tadi diluar dugaannya.


Lina yang awalnya sangat tidak terbiasa, sampai akhirnya bisa menghadapinya dengan biasa saja.

__ADS_1


Yang dipikirkannya sangat mudah, asalkan bisa mempelajari apa yang diinginkannya sudah bagus.


Tapi ada beberapa orang yang tidak berpikir demikian…..


Lexie adalah wanita tercantik di kampus, sekarang juga sudah tahun ketiga, dalam departemennya.


Dia adalah orang yang berbakat di Universitas Nasional, sekarang malah datang orang yang merebut posisinya, dalam hati pasti tidak akan senang.


Siang hari saat berada di kantin, beberapa teman baiknya memberikannya beberapa ide.


Lexie tidak mengiyakannya, juga tidak menolaknya.


Saat sore hari, dia dan sahabat baiknya Saniyah Xia melewati departemen sejarah, atau bisa dibilang sengaja melewati departemen sejarah.


Lina kebetulan berjalan keluar, mau pergi ke toilet.


Saniyah sengaja menabrak bahu Lina.


Sangat tidak sopan.


Lina membalikkan kepala melihatnya, menunggunya mengatakan kata maaf.


Wanita itu malah marah sangat tidak sopan, “Kamu jalan tidak bisa lihat-lihat ya?”


Lina meliriknya dengan tenang, “Kamu yang duluan menabrakku.”


“Bukankah karena kamu jalan tidak melihat jalanan, apakah salahku? Jangan merasa dirimu berpenampilan cantik sudah bisa bertindak sesuka hatimu…. Kepribadian baik itu sangat penting.”


Saniyah sengaja mengeraskan suaranya, sehingga mengundang banyak teman yang mengelilingi dan melihatnya.

__ADS_1


Semuanya juga tahu, Saniyah sengaja mempersulit orang baru ini.


Harusnya dia berbuat begini demi Lexie.


Lexie mungkin merasa agak keterlaluan, menarik Saniyah, “Sudahlah, Saniyah, kita pergi saja.”


“Lexie kami sangat baik hati, aku juga tidak akan mempermasalahkannya denganmu, lain kali kalau berjalan lebih hati-hati, bodoh.”


Saniyah selesai marah dan baru saja mau pergi, Lina membuka mulut.


Dia berkata, “Aku lihat lingkar matamu sedikit menghitam, raut wajahmu menguning, sepertinya akhir-akhir ini banyak begadang, kedua mata tidak bersemangat, penampilan juga tidak menguntungkan, seluruh badan juga penuh hawa jahat…. Kemungkinan sudah mengundang sesuatu yang tidak baik, jika masih tidak bisa menjaga perilaku, malah bertambah menjadi-jadi, dalam waktu dekat ini akan sangat sial.”


“Apa yang kamu bicarakan? Kamu berani memarahiku?”


“Kamu sudah salah mengartikannya, ini bukan marah, tapi peringatan yang baik, semoga kamu bisa dilancarkan semuanya.”


Lina selesai bicara, mengangkat ujung bibirnya, dan menarik ujung topinya menurun langsung berjalan pergi.


Semua mengira dia cuma demi meluapkan amarah buruknya, jadi baru berkata seperti itu.


Tapi pada sore hari sudah mendengar teman wanita sekelasnya mengatakan.


Di departemen ada seorang wanita, sore hari saat pelajaran olahraga, tidak hati-hati tersandung, pergelangan kakinya terbelah, katanya di bawa ke rumah sakit untuk dioperasi, dan melakukan pemasangan pen.


Lina sengaja bertanya, “Siapa nama wanita itu?”


“Sepertinya adalah… Saniyah, yaitu pengikut yang ada di samping Lexie wanita tercantik di kampus.”


Lina tersenyum lagi…

__ADS_1


__ADS_2