Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 166 Saling Menyiksa


__ADS_3

“sudah datang, Benard?”


Polisi yang sedang membuat catatan itu melihat Benard datang, dia langsung berdiri.


Benard mengangguk.


Polisi itu kemudian keluar, dan membiarkan mereka berdua berbicara.


Lika melihat Benard, dia hanya diam saja.


“terluka gak? Sudah ke rumah sakit?” dia bertanya.


“gakpapa, hanya luka kecil, pak polisi kalau mau bertanya, mohon lebih cepat, aku sedikit capek, ingin cepat pulang tidur.”


Benard tahu, Lika masih marah.


Karena kejadian yang lalu, sehingga dia masih merasa kesal.


Dia juga tidak bertanya lebih, hanya mengambil recorder, dan melanjutkan membuat catatan laporan.


“masih ingat perampoknya punya ciri khas seperti apa?”


“terlalu gelap, gak jelas, hanya tahu dia pakai topi dan masker, tinggi, dan agak kurus.” Lika berusahan mengingatnya.


“di tasmu ada barang apa saja?”


“dompet, kemudian ada cash 4jtua di dalamnya, hp, charger, KTP, 3 kartu debit, 2 kartu kredit, kartu jaminan kesehatan dan tenaga kerja. Dan juga ada kunci mess dan kunci rumah aku, oiya, masih ada kacamata dan 1 lipstik.”

__ADS_1


“Gak ada lagi?”


Lika menundukkan kepalnya dan berkata dengan pelan, “ada foto kita berdua.”


Benard terkejut mendengarnya, hatinya jadi galau.


Dia mengira, ketika putus dengan sifat Lika, pasti sudah dirobek.


Tapi dia masih menyimpannya, dan juga meletakkan di tas dan membawanya setiap waktu, bisa dilihat rasa cinta Lika kepadanya masih……


Ketika melihat Benard terdiam, Lika juga merasa sedikit malu.


“bisa ketemu kah? Mohon bantu aku kerja, uang masih kecil, tapi kartu-lartu itu,dan juga hpku ada beberapa hal yang penting.”


“Iya, jangan khawatir, rekan ku sudah pergi mengecek cctv, ketika dia kabur ada saksi yang melihatnya juga, harusnya gampang ditangkap, jangan khawatir, kalau sudah tertangkap dan barangnya sudah di aku, aku akan segera menghubungimu.”


“Baik.”


“Baik.”


Lika berdiri, kemudian berjalan keluar dengan muka capek.


Seorang wanita single, mengalami hal beginian, pasti sangat kaget dan terkejut.


Jadi ketika keluar dari kantor polisi, dia masih terlihat sedih.


Benard awalnya ingin mengecek bersama rekannya, biar bisa segera mendapatkan tasnya kembali.

__ADS_1


Tapi ketika melihat Lika yang sedih itu, dia juga tidak bisa tenang.


Dan mengikutinya keluar.


“Lika.”Dia memanggilnya.


Lika menghentikan langkah, kedua tangannya dimasukkan ke setelah gedenya, tapi dia tidak membalikkan badannya.


“Lika, aku anter kamu.”


Kemudian dia segera mendekat ke arahnya.


Kemudian segera melepaskan baju polisinya dan dipakaikan ke bahunya.


Lika juga tidak menolak, tapi dia juga terdiam saja.


“tadi kamu bilang di tas mu ada kunci apartemen kamu, berarti sekarang kamu pasti gak bisa masuk donk, aku anter kamu pulang ke rumah saja?” Benard berkata.


Kuncinya hilang, jadinya dia pasti tidak bisa balik lagi ke apartemennya itu.


“gak perlu, cari hotel saja aku nanti.”Lika gak mau balik ke rumahnya, apalagi dalam kondisi begini.


“ketemu hal beginian, setiap wanita pasti akan takut, kamu sendirian di hotel, berani kah?”


Selesai bertanya, Lika sedikit marah, kemudian melototinya, “gak berani bisa gimana lagi? Kamu bisa 24 jam melindungiku kah? Atau ikut aku ke hotel? Pak polisi, aku gak butuh kasihannya kamu, aku dirampok, karena sial, tapi aku juga butuh melanjutkan hidup lagi, aku juga gak selemat kamu, tolong kalian para polisi bisa lebih cepat kerjannya, biar aku bisa mendapatkan kembali tasku.”


Lika tetap saja seorang yang berwatak keras, kata-katanya terdengar ada kekesalan, Benard sudah putus dengannya, tapi masih perhatian dengannya, rasanya sangat menyakitkan dan menyiksa.

__ADS_1


__ADS_2