Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 259 Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sony tidak marah, dia pun tak menyadari apakah dirinya baik-baik saja, dia hanya suka melihat Lili seperti itu. Ketika dia marah, dirinya hanya dapat melihat keluguannya, hanya saja…… memang ada sedikit yang terlihat membahayakan.


“Apa yang kamu lakukan?” Sony pura-pura tidak tahu.


Hello! Im an artic!


“Terus saja kamu bersandiwara.”


“Aku sungguh tidak paham mengapa kamu begitu marah, apa karena aku pernah bilang ingin tidur denganmu?”


Wajah Lili memerah…… kejadian waktu itu, jika dia tak lagi membicarakannya, dia bahkan sedah melupakannya.


Sony mundur kebelakang duduk di sofa itu, kedua tangannya memegang kepalanya, sambil bersiul santai.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Tapi aku kan tak jadi menidurimu? Kenapa kamu begitu marah?”


“Sony, hentikan sandiwaramu ini, bukan hal itu yang aku maksut.”


“Oh? Ada yang lain lagi?”


Lili marah dan berkata: ” Jika bukan karena aku melihat berita tentang keuangan itu, aku tidak akan pernah tahu kalau proyek apapun yang kamu katakan itu ternyata sudah selesai.”


“Jadi, apa yang kamu katakana padaku waktu itu? Kamu bilang setelah proyek selesai kita tidak lagi pura-pura jadi pasangan, karena kamu takut nenekmu mengganggu pekerjaanmu, jadi kamu mencariku untuk membantumu. Dan sekarang ternyata proyekmu sudah selesai lebih awal lalu kenapa kamu masih membohongiku untuk datang makan dirumahmu, kamu pikir ini sungguh tidak memuakkan?”


Lili merasa sudah dipermainkan dan ditipu. Selama ini belum ada orang yang berani melakukan hal ini padanya, sungguh tidak bisa diterima. Sejujurnya, tamparan itu sangat ringan. Kalau bukan karena keluarga Wang, mungkin sudah di laporkan ke jalur hukum oleh Lili.


Setelah Sony mendengarnya, dia tiba-tiba menyadarinya: “Oh masalah itu? Iya, aku mengingatnya sekarang, pekerjaan itu memang sudah selesai, aku belum mengatakannya padamu? Mungkin aku lupa karena pekerjaanku terlalu banyak…… apalagi undangan makan dirumahku, kamu terlihat nyaman, tidak ada yang dirugikan, lalu mengapa kamu begitu marah seperti ini?”

__ADS_1


“Bajingan, lancing sekali kamu bilang aku tidak dirugikan? Ketika makan berapa kali kamu memamfaatkanku, berapa kali kamu menyentuh dan merendahkanku?” Ketika kembali mengingat hal ini, Lili benar-benar merasa sudah di rugikan berkali-kali olehnya.


“Lalu, apa yang kamu inginkan? Atau…… kamu ingin sentuh aku juga? Kita impas?” Sony dengan senyum jahat mengatakan hal ini padanya.


Sangat jelas dia mengatakan ini dengan sengaja? Apa Lili tidak menyadarinya? Benar, ketika Lili jengkel dibuatnya, dia begitu marah dan melayangkan tangannya ke Sony. Namun Sony menangkapnya sehingga membuat Lili jatuh dalam peluknya, posturnya…… sungguh indah. Untungya Sony bereaksi dengan cepat dan membuat Bagian tubuh yang sensitif merasakannya. Kemudian Lili duduk dipangkuannya dan merasaknnya, ketika itu wajahnya memerah.


“Sony, sungguh kamu tidak tahu malu.”


“Tolonglah, ini hanya reaksi alami, jangan salahkan aku…… ini akan membuat semua menjadi seperti harimau betina dalam pelukanku, aku juga bisa keras, kamu percaya tidak?” Sony mengatakan ini tanpa sedikitpun ada rasa sungkan dan malu.


Kata-kata Sony sungguh membuatnya ingin memukulnya, namun kedua tangan dirinya di pegang olehnya.


Melihat reaksi Lili, dia malah semakin penasaran, dengan pelan dia bertanya: “Mengapa kamu begitu gugup? Apa kamu tidak pernah melakukannya?”


Setelah mendengar semua perkataannya, Lili begitu malu dan marah, dengan sekuat tenaga dia mencoba melepas pelukan Sony. Sebenarnya apa yang dikatan dia benar, jangan melihat Lili kini berusia 28 tahun, sudah mendekati usia 30 tahun. Tapi pengalamannya dalam asmara masih seperti anak TK, bahkan dia tidak pernah mengendarai mobil, jadi tubuhnya seperti masih dalam taman hiburan.

__ADS_1


“Cepat lepaskan aku, atau istrimu akan membunuhmu….” Lili berkata dengan kejam.


__ADS_2