Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 155 Toko Dibuka


__ADS_3

Digrup ada banyak orang, dan mereka kompak memberikan emo jempol, “Pak boss, hari ini kamu super positif, bagus juga.”


Eric hanya tertawa, dia tidak mau melanjutkan chat dengan mereka.


Karena sudah menyetujui dengan papanya, dia harus melakukan sesuatu, kalau enggak dia benaran hanya seorang yang tidak mampu.


Baru sekejap mata, toko Lina sudah mau dibuka.


Pagi hari, dia membawa Rika dan Ella membersihkan tokonya, kemudian merapikan barang yang akan dijual.


“Non, toko kita ini beneran di daerah terpencir, di gang kecil, orang biasa tidak akan menemukannya, kalau tidak ada orang yang beli, kita harus bagaimana?”


“Non, kalau gak, kita bagiin flyer saja, buat iklanin gimana?” Rika menyarankan.


Lina berkata, “kalian berdua mikir apa? Aku buka toko ini bukan demi profit, semua hanay bisa berharap jodoh saja, aku gak berharap orang lain tahu toko aku ini, aku juga tidak mau merekrut orang untuk menjaga toko ini. Jadi nantinya, aku kalau ada waktu luang baru ke sini, ada yang mau jual aku beli, ada yang mau beli aku jual, ngerti?”


Rika dan ella hanya mengangguk, pemikiran nona mereka bukan orang biasa yang mengerti.


Paling tidak mereka berdua juga tidak mengerti.


Lina juga tidak berharap mereka mengerti.


Setelah selesai membersihkan toko, Lina memilih satu waktu baik, 3 orang ini lalu memberikan doa kepada dewa rezeki, bisa dianggap sudah resmi pembukaan tokonya.

__ADS_1


Selama 3 jam di pagi hari, 1 transaksi pun tidak ada.


Karena gang ini sangat terpencil, toko di samping mereka semuanya sudah tutup, jarang ada orang yang melewati sana.


Jadi saat pagi, jangakan transaksi, orang saja gak kelihatan.


“non, kalau gak, kamu upload online saja mau?” Ella kemudian terpikiran 1 ide baru itu.


“betul betul betul, atau kami bantu anda jual di siaran langsung aplikasi gitu, mungkin bisa lebih baik.”


Lina mengeleng kepala, malas menjelaskan ke mereka.


Siang, Rika dan ella keluar beli makan.


Lina bosan kemudian bersandar di meja, menikmati suasana yang tenang.


“Ei……hanya beberapa benda kecil yang antik gitu.” Lina kemudian berdiri.


“Ah. Lumayan berarti, aku masuk lihat-lihat.”


Melihat wanita ini masuk, di tangannya terdapat tas puluhan juta, bisa terlihat, latar belakang wanita ini lumayan bagus.


Sepertinya wanita ini tidak begitu tertarik, dia tidak terlalu mengerti bidang ini.

__ADS_1


Lina awalnya mengira dia tidak akan membeli, tapi ketika akan keluar.


Dia mengambil sebuah pagoda berwarna abu yang diletakan di depan pintu.


“ini apa?”


“Pagoda Antik”


“Buat apa ini?” ibu itu mengambilnya sambil melihat kanan kiri sisinya.


“Pagoda antik itu ada yang 7 lantai, 9 lantai dan 13 lantai, kalau punya aku ini 7 lantai, ini sebuah pagoda yang berfungsi dalam fengshui itu bisa membawa berkah untuk anak kita, supaya lancar sekolahnya, dan menjadi lebih pintar dan bijaksana.”


“ha? Ini berarti juga ya, aku suka, pas anakku mau naik ke jurusan SMP, ini berapa?”


Ibu itu mulai menanykan harga.


Lina sebenarnya tidak serius menentukan harga, semuanya mengikuti jodoh saja.


“ini ya, kasih aku 2ribu saja.”


“Mahal banget? Aku kira mentok 200-300 saja.” Ibu paruh baya itu sedikit panik.


“hanya panjangan biasa saja, sebenarnya gak mahal, tapi ini bukan saja sudah diberkati, tapi tahunnya juga sudah lama, aku ketika membeli dari tangan orang lain, katanya ini era evolusi budaya sudah ada, kalau dihitung sudah puluhan tahun bakal hampir ratusan tahun, termasuk barang kuno juga, jadi aku jual 2000, juga tidak mahal.”

__ADS_1


Lina mengira ibu ini akan menawar, ternyata dia langsung mengeluarkan uang dari dompet, “Ok, bungkus deh, aku mau.”


Benaran tidak disangka, ternyata langsung laku terjual.


__ADS_2