
“Sama orang asing, iya.” Lina menjawab dengan pelan, kemudian pergi.
Dia bahkan pas berjalan pergi sudah melupakan wajah pria itu.
Lagian orang-orang ini hanyalah tamu lewat, gak ada yang perlu diingat juga, bukan?
Freddie sekali lagi diabaikan, rasa gagal itu mulai menusuk hatinya lagi.
Dia mengira kalau dia lebih inisiatif, jangankan ramah, yang penting jangan pakai sikap dingin saja sudah cukup.
Tapi dia berfikir terlalu baik, Lina bukan orang yang akan ramah gitu.
Lili setelah ulang tahunnya, dia tidur 1 hari penuh, ketika dia bangun sudah jam 8 malam.
“Duh.. kepalaku sakit……” dia duduk, sambil memijat kepalanya, ekspresinya sangat sakit.
“Tuhanku, artis terkenalku, akhirnya kamu sadar juga, kalau enggak, aku sudah mau mengirimkanmu ke rumah sakit, aku kira kamu keracunan.”asistennya berlari dan membawakan air untuknya.
Lili merasa tenggorokan kering, langsung menghabiskan seluruh airnya.
Kemudian dia bertanya, “sekarang jam berapa?”
__ADS_1
“Jam 8 malam.”
“Damn, aku tidur 1 malam?” Lili panik.
“Salah, bossku, tapi 1 hari 1 malam, kamu tidur 1 hari 1 malam.”
“astaga, beneran kebanyakan minum……terus siapa yang bawa aku pulang?”
Dia hanya tanya sekilas saja, soalnya juga hari itu dia sudah mabuk dan bahkan gak ingat sama sekali.
“Eh……itu……”
Asistennya binggung menjawab pertanyaan Lili.
Asistennya menundukkan kepala, dia menurunkan suaranya, “kak Lili, hal ini sedikit ribet, kamu harus janji dulu, setelah aku selesai berbicara, kamu harus tenang ya.”
“Aku gak pernah takut apapun, bilang, jangan lama banget.” Lili selain emosi yang besar, suaranya juga besar.
Dia memijat kepalanya, dia juga tidak terlalu mendengar kata-kata asistennya tadi.
“ketika ulang tahun, kamu kan mabuk kan? Lalu sepertinya moodnya lagi tidak baik……jadi minta terus mau ke KTV, kamu terus menarik Lina dan suaminya ikut bareng.”
__ADS_1
“aku sepertinya ingat……Lina juga datang.” Lili berusaha mengingat apa yang terjadi hari itu.
“tapi setelah kamu sampai di KTV, masih terus minum, sambil minum sambil nyanyi, terakhir kamu sambil nangis sambil minum…… mabuknya parah banget, dan gak tahu kenapa, kamu memeluk Tuan Wang gak mau lepas, lalu menunjuk-nunjuk ke dia, caci maki, terus terakhir kamu tertidur di dadanya, seperti putus cinta saja, untung waktu itu gak ada orang luar di lokasi, aku juga sudah mengusir staff KTVnya keluar, hanya orang kita sendiri yang tahu, kalau menyebar keluar, pasti sangat memalukan nantinya.”
Selesai mendengar, Lili langsung bengong .
Dia terdiam sesaat, kemudian bertanya, “Siapa Tuan Wang?”
“si Sony, diajak oleh suaminya Lina, putra dari keluarga Wang, kamu beneran gak ingat? Saat pulang, dia yang mengendongmu naik loh, masuk ke kamar, kamu juga gak mau lepasin kerah baju orang, malah muntahin ke bajunya.”
“shit…… gak mungkin.” Lili mengelengkan kepala tidak mau mengaku.
“emang aku bakal bohongin kamu? Kalau gak, kamu tanya saja ke Lina? Oiya, Tuan Wang juga ngomong, tunggu kamu sadar, telepon dia.”
Selesai mendengar, Lili menutup mukanya, dia ingin segera mencari lubang untuk masuk ke dalamnya.
Dia itu artis terkenal Lili Hua, punya jutaan fans, kenapa bisa lakuin hal memalukan begitu?
Terlalu seram, Lili gak berani memikirkannya.
Bab selanjutnya Bab 146 Taruhan Apa
__ADS_1
Akhirnya, Lili berusaha menghilangkan semua pikiran negatif tentang kejadian itu.