
Hello! Im an artic!
“Jangan sungkan terhadapku, aku bersedia menemanimu.” Sonny Wang begitu melihat Lili Hua hatinya menjadi sangat tenang dan senang.
Jangan dibahas dulu Sonny Wang akhirnya bisa pergi ke Eropa untuk merayakan imlek atau tidak, dengan sikapnya yang seperti ini, sudah membuat Lili Hua kegirangan, membuatnya merasa tidak mencintai orang yang salah.
Hello! Im an artic!
Sonny Wang sendiri sebenarnya bukanlah orang yang bisa berkata-kata manis, semua yang ia lakukan menggunakan tindakan nyata untuk membuktikannya, maka dari itu dalam lubuk hati Lili Hua sebenarnya benar-benar mengakui pria ini, sangat mengagumi dan menikmati setiap apa yang ia kerjakan.
Orang yang sama yang belum tahu akan merayakan imlek dimana adalah Andy Qin.
Tahun itu karena masalah kematian Shirley, ia telah bertengkar dengan keluarganya dengan hebat.
Lalu kemudian ia datang sendirian ke kota J, memulai lagi dari awal, beberapa tahun ini hubungannya dengan keluarganya amat sangat biasa saja, tidak panas juga tidak dingin.
Hello! Im an artic!
Keluarga Andy Qin sendiri memang bukanlah keluarga yang penuh dengan perasaan cinta, mungkin karena bisnis keluarga yang terlalu sibuk, semuanya berpisah tidak tinggal dalam satu rumah, terpisah ada yang di selatan dan ada yang di timur.
Kesan yang ada di dalam ingatan Andy Qin adalah, sudah sangat lama, higga bertahun-tahun tidak merayakan imlek dengan keluarganya.
Kalau tidak karena kedua orang tuanya yang di luar negeri, pasti karena ayahnya berada di luar kota untuk kerja dinas.
Kalau tidak karena kakek dan neneknya yang sakit, dan harus di rawat di daerah selatan.
Tahun ini juga seperti itu, kemarin dari rumah lama menelepon,bertanya Andy Qin kapan akan kembali? Namun ia tidak memberikan informasi yang jelas.
Setelah kembali juga tidak memiliki tenaga sedikitpun, kampung halaman Andy Qin berada di kota yang makmur di daerah utara.
Sayangnya ia tidak punya rasa apapun terhadap tempat itu, Kota L ini menurutnya adalah hal yang sudah terlewat di kehidupan sebelumnya.
__ADS_1
Imlek tahun lalu, ia sendirian datang ke Mauritius, sambil berlibur sambil melewati imlek sendirian.
Tahun ini seharusnya bersiap untuk pergi ke Tibet, ingin melihat pemandangan di dataran tinggi, tetapi tiba-tiba teringat seseorang.
Ia mengambil handphone dan mengirim wechat kepada Windi Feng.
Andy Qin: Windi Feng,kamu tahun ini akan melewati tahun baru imlek dimana?
Andy Qin merasaWindi Feng sepertinya juga tidak mempunyai hubungan yang cukup baik dengan keluarganya, bagaimanapun juga sudah selama ini, selama ini dari awal tidak pernah mendengarWindi Feng mengungkit suatu hal tentang keluarganya.
Dan lagi tidak ada yang pernah datang ke kota J untuk menjenguknya, lebih lagi tidak pernah ia mendengar anggota keluarganya menelepon dia.
Pada kenyataanya, Windi Feng dan keluarganya hubungannya memang tidak begitu bagus, tetapi dia setiap tahun harus pulang untuk merayakan tahun baru imlek, ini adalah peraturan turun-temurun dari keluarga Feng, bahkanWindi Feng pun juga tidak boleh melanggarnya.
Maka dari itu ketika ia menerima pesan dari Andy Qin, ia sedang megendarai mobil untuk kembali ke kampung halamannya.
Di kampung halamanWindi Feng ada sebuah kebiasaan, harus sebelum hari imlek itu tiba kembali ke rumah dan mengunjugi leluhur.
Mungkin karena keluarga yang terhormat dan berada, maka ada banyak sekali aturan, mengadakan sembahyang kepada leluhurpun diadakan sangat besar-besaran.
Seluruh anggota keluarga Feng dari generasi ke generasi semuanya berada di sana, termasuk kakek dariWindi Feng sendiri.
Ketika wechat dari Andy Qin dikirim ke Windi Feng, kebetulanWindi Feng sudah sampai di loket pembayaran jalan tol, ia langsung menghentikan mobilnya dipinggir untuk beristirahat sejenak, sekalian menambah bahan bakar.
Windi Feng: Aku kembali ke rumah merayakannya.
Andy Qin: kapan kamu berangkat?
Windi Feng: aku sudah di jalan
Andy Qin: cepat sekali, rumahmu dimana?
__ADS_1
Windi Feng:lumayan jauh,di bagian Wyan.
Andy Qin: benar-benar cukup jauh, kamu menyetir sendirian harus sangat hati-hati.
Windi Feng:iya.
Andy Qin: awalnya ingin bertanya kepadamu, jika kamu tidak kembali ke rumah untuk merayakan imlek, mau atau tidak bersamaku ke Tibet, pergi bermain sekaligus piknik kesana, sepertinya aku hanya akan bisa pergi sendirian.
Windi Feng:kamu mau pergi ke Tibet?
Andy Qin: iya
Windi Feng:Kamu tidak pulang untuk merayakan imlek?
Andy Qin: tidak
Windi Feng:lalu orang rumahmu tidak apa-apa?
Andy Qin: mereka sudah terbiasa.
Sejujurnya, mendengar Andy Qin berbicara seperti ini, hati Windi Feng juga merasa lumayan tidak enak, tidak ada orang yang tidak ingin kembali ke rumah berkumpul dengan keluarganya, jika tidak bisa kembali, pasti ada sesuatu hal pahit yang tidak dapat diutarakan.
Meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Andy Qin, tetapiWindi Feng melihat dengan mata kepalanya sendiri saat meninggalkan rumah saat itu, ada suatu perasaan senasib yang ia rasakan.
Mungkin juga rasa kasihan, mungkin juga rasa tidak tega, pokoknya, tidak tahu bagaimana mengungkapkannya, Windi Feng tiba-tiba mengatakan suatu kalimat, “daerah Tibet untuk saat ini banyak sekali salju yang berbahaya, atau kalau tidak kamu pulang bersamaku untuk merayakannya?”
Awalnya ia hanya berbicara asal saja, tetapi Andy Qin dengan sangat senang mengiyakannya.
Tanggapannya ini membuatWindi Feng menyesal telah mengatakn itu, ia tidak menunggunya berbicara apapun, wechat Andy Qin kembali datang, kali ini adalah rekaman suara.
Dia berkata: Windi Feng kamu kirim lokasimu sekarang, aku sekarang mengendarai mobil lewat jalan tol segera menemuimu.
__ADS_1