
Hello! Im an artic!
Setelah makan malam, John Jiang dan Lina Hua naik ke atas, duduk minum teh di ruang piano.
Ella mengantarkan teh Longjing, kemudian dengan perhatian menutup pintu untuk mereka.
Hello! Im an artic!
“Aduh, nona dan tuan sungguh pasangan sejati, inilah pasangan jiwa seperti yang dikatakan di internet kan?” Ella mendesah.
“Bukankah kamu dan Rony Gao juga sama?” Tidak tahu ucapan Rika ini menantang atau apa.
Ella tertawa sebentar, juga tidak masuk ke hati, kedua orang turun kebawah dan terus sibuk.
Didalam ruang piano, Lina Hua lumayan semangat, duduk didepan kecapi dan memainkan Sebuah Malam Penuh Bunga Dan Cahaya Bulan Di Sungai Musim Semi.
Hello! Im an artic!
John Jiang melihat kelembutan di matanya, hatinya berterima kasih, “Buddha berkata, akan sia-sia walau berhubungan tiga atau lima tahun dengan orang yang tidak berjodoh padamu, tapi asalkan orang yang berjodoh ada didepanmu, akan dapat menbangunkan seluruh perasaanmu, Lina, aku selalu sangat bahagia, aku bisa bertemu kamu yang terbaik di tahun terbaikku.”
__ADS_1
Lina Hua mengangkat kepala, mata jernihnya berputar, “Bertemu denganmu di awal seperti teman baik yang pulang.”
“Ha ha, aku cerewet berkata begitu banyak, akhirnya disimpulkan nyonya Jiang kita dengan beberapa kata, malu malu.” John Jiang menertawakan diri sendiri.
Walau masih belum menyelesaikan kerepotan Sapphire , tapi Lina Huang merasa dirinya dan John Jiang dapat terus mempertahankan cinta, rasa percaya dan pengertian yang berharga diantara mereka.
Kenapa kalau ada sepuluh Sapphire ?
Di sisi lain, setelah Clarista Yedibuat kesal, juga ribut sekian lama setelah kembali ke keluarga Wang, tapi ada di keluarga orang dan dirumah orang, juga tidak berani melampiaskan emosi.
Akhirnya, di lain hari mencari sebuah kesempatan untuk ribut selagi menemani nenek Wang berjemur matahari di kebun vila.
“Ya?”
“Hari itu aku sudah bertemu dengan Lili Hua, Kak sepupuku membawanya kemari.”
“Benarkah?” Nenek Wang juga tidak terlalu terkejut, dia melihat jelas Lili Hua dan Sony Wang setiap hari menempel bersama.
“Kakak Lili Hua lumayan cantik, juga kaya, melihat aku memakai sebuah barang tiruan dan mendidik aku didepan semua orang. Kemudian menghadiahkan sebuah barang asli, aku tidak enak hati menginginkannya, dia memaksa memberi, aduh……Hatiku tersiksa, orang miskin sepertiku ini, bagaimana berani memakai gelang senilai beberapa puluh ribu, aku sudah menerima maksud hatinya dan tidak mau barangya. Tapi dia berkeras memberikan, aku langsung merasa dia bersedekah pada pengemis, ha……Nenek, aku ada sedikit menyesal, kalau dulu belajar baik-baik, akan bagus kalau banyak ilmu, juga tidak akan direndahkan orang.”
__ADS_1
Maksud didalam ucapan Clarista Yesangat jelas, yaitu Lili Hua merendahkan dia dan menantangnya didepan semua orang.
Nenek Wang pasti tidak senang, pepatah mengatakan dengan bagus, memukul anjing juga harus melihat majikan?
Maka wajah tua berkeriput itu langsung tidak senang, “Huh, setumpuk masalah keluarga kita masih belum selesai dan masih menantangmu? Wanita itu juga sungguh tidak tahu diri, jangan takut, tidak apa-apa, miskin apa, nenek masih belum mati, aku mau lihat siapa yang berani mengganggumu?”
Clarista Yelangsung berpura-pura baik, “Tidak ada tidak ada, nenek, anda jangan salah paham, kakak Lili Hua sangat baik, juga tidak menggangguku, sungguh tidak ada.”
“Kamu jangan bicara lagi, aku ada perhitungan didalam hati, mana barang yang dihadiahkan padamu, bawa kemari, besok aku kembalikan padanya.”
Nenek emosi didalam hati, Clarista Yesegera berlari kecil kembali dan mengambil gelang clover, nenek memegangnya dengan ekspresi yang tidak senang.
Clarista Yeada sedikit puas karena sudah berhasil mengadu, lagipula posisi nenek sangat penting didalam keluarga, siapa di keluarga Wang yang tidak takut padanya?
Kalau nenek Wang bertekad menghalangi, maka Lili Hua pasti tidak akan nyaman.
Saat nenek menelepon Lili Hua, dia baru selesai dari satu acara, sedang menghapus dandanan.
Ada sedikit bingung saat menutup telepon.
__ADS_1
Kemudian mengirimkan sebuah pesan di Wechat pada Sony Wang, “Tadi nenekmu meneleponku, berkata malam ini makan dirumah kalian, ini sebuah makan malam perangkap?”