Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 170 Sangat Memalukan


__ADS_3

“Adik, kamu cepat beritahu suamimu, suruh temannya yang gila itu menjauh dariku.”


“Kenapa kak?”


Ketika mendengar Lili begitu marah, Lina juga sudah sadar setengah.


Lili berbaring di karpet rumahnya, ekspresi menunjukkan kalau dia sudah sangat putus asa.


“aku juga gak tahu aku telah berbuat salah apa di kehidupan lalu, bisa ketemu dengan orang aneh itu di kehidupan ini, aku berniat baik membantunya, untuk menipu neneknya, kamu tahu dia memperlakukan aku seperti gimana? Dia malah mencari kesempatan dalam kesempitan, memegang ku, jijik gak?”


Ketika mendengar cerita Lili, Lina juga bengong, dia berusaha memikirkan sosok Sony.


Kalau dalam bayarangan itu, Sony adalah orang yang baik, sangat bertatakrama, bukan seperti yang dikatakan Lili.


Jangan-jangan dia punya kelainan yang aneh?


“Emang dia kenapa kak? Dia gak mungkin kan?” Lina sedikit panik, dia takut Sony melakukan sesuatu yang tidak dapat dikatakan kepada kakaknya.


Karena Lili sangat kesal, dia menceritakan semua kejadian di rumah keluarga Wang hari ini, dari awal sampai akhir.


Selesai mendengar ceritanya, Lina bertanya, “Hanya ini saja?”


“Tuhanku, emang itu masih gak cukup? Mencubit mukaku, memegang pinggangku, dia itu termasuk orang pertama, di dunia hiburan siapa yang berani menyentuhku? Masih ingat gak, dulu ada 1 sutradara mabuk dan mencoba menyentuhku, terakhir dia terluka parah karena dihajar olehku.”

__ADS_1


“Ingat, tapi aku merasa Sony hanya melakukannya demi dilihat oleh keluarganya, karena keluarga Wang orang-orangnya juga tidak bodoh, mungkin dia tahu kelihatan ada celah sehingga membuat mereka curiga.”


“Sial, gak mungkin, kamu enggak tahu dia itu selicik apa, sudahlah, ngomong sepanjang gini, kamu juga gak ngerti, kamu hanya butuh kasih tahu John, suruh dia bantu pikirkan dan urusin temannya yang brengsek itu, aku benaran gak mau ketemu dia lagi, buat aku marah saja.”


Setelah mengeluh dengan segenap tenaga, Lili kemudian mematikan teleponnya.


Lina juga binggung, dia melihat ke jam, sekarang sudah malam, besok saja baru cari John untuk bicarakan hal ini.


Setelah Lili selesai mandi dan berbaring di ranjang, waktupun sudah menunjukkan jam 12 malam.


Dia tiba-tiba terpikir Angpao dari orang tua tadi.


Itu hasil kerja keras dia di rumah Sony.


Akhirnya gak sia-sia juga, dia mulai menghitung uangnya.


Ketika memikirkan uang itu, hatinya akhirnya bisa lebih tenang.


Tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan bengong ketika melihat isi angpaonya.


Di dalamnya ada 10, 20yuan.


Bahkan 50 yuan saja gak ada, paling besar 20 yuan.

__ADS_1


Total hitungan dari 20 amplop, gak sampai 400 yuan, berarti dia cuma dipermainkan?


Lili benaran gak bisa menahan amarahnya, dia langsung menelepon Sony.


Langsung diangkat, berarti belum tidur.


“Ada apa?”


“Sony, sialan kamu brengsek gak tahu malu.”


“Artis itu gak boleh berkata kasar.” Dia tetap tenang.


“Keluargamu itu sengaja ya? Angpao yang diberikan, totalnya gak lebih dari 400yuan, kalian menganggap aku pengemis?” Lili sangat kasar.


Dia sangat ingin langsung bertemu dengan Sony, dan menghajarnya.


Sony tidak merasa aneh, sepertinya dia sudah tahu dari awal.


“Ini aturan dari keluarga aku, dibuat oleh kakekku ketika dia masih hidup, karena keluarga kami terlalu banyak, jadi setiap tahun baru atau ada acara, isi angpaonya hanya recehan saja, gak boleh terlalu banyak, jadi semua keluarga juga sudah terbiasa, dulu beberapa pacar keponakan aku datang, juga begitu kok, bukan hanya kamu saja.”


“Tapi Lina ke keluarga Jiang, mereka memberikannya 1juta.” Lili walaupun gak peduli uangnya, tapi ini berhubungan dengan harga dirinya.


Kalau ini menyebar, bahwa dia pertama kali ke rumah pacarnya, baru dikasih 400yuan, dia akan diketawakan seumur hidup.

__ADS_1


Yang gak tahu malah mengira dia punya pacar orang miskin


“Keluarga Jiang memberikan Lina 1 juta karena adikmu dan John sudah punya sertifikat nikah, mereka itu suami istri legal, kalau enggak, kamu mau coba bikin sertifikat nikah denganku? Kita lihat nenekku akan memberikanmu berapa? ” Sony sendiri sambil ngobrol sambil menahan tawa, karena dia tahu, selesai mendengar kata-katanya, Lili pasti lebih marah lagi.


__ADS_2